
" maaf tuan ada orang yang mau bertemu dengan tuan," kata Roy pada Bara
" suru dia masuk roy," kata Bara Tampa melihat ke arah roy, Roy mengangguk lalu keluar untuk mempersilahkan orang itu masuk menemui bara,
" selamat siang pak," kata orang tersebut, yang ternyata adalah Ramon,
" siang silahkan duduk lalu katakan ada keperluan apa anda menemui saya," kata bara tatapannya tetap pada layar laptop yang ada di hadapannya,
" maaf pak saya hanya ingin mengatakan tentang kakek bapak, yang saat ini sedang di rawat di rumah tetangga saya," kata Ramon
seketika itu juga bara menghentikan tangannya yang sedang mengetik, dan melihat ke arah Ramon
" apa buktinya bila kakek saya ada di rumah tetangga anda," tanya bara, dia tak boleh asal percaya pada sembarang orang,
Ramon mengambil hp nya dan menunjuk kan foto yang di kirim oleh ayahnya, pada bara,
bara mengambil hp tersebut dan melihat foto yang di tunjuk kan oleh Ramon,
" iya ini benar kakek saya, kata kan sekarang dia berada di mana," kata bara, tak sabaran
" iya dia berada di kampung saya, kalau bapak mau saya bisa mengantar bapak ke tempat itu, cuma perjalan ke kampung saya agak jauh pak," kata Ramon,
" berapa pun jauhnya saya tak peduli, asalkan saya bisa menemu kan kakek saya," kata bara lalu berdiri dari kursinya kebesaran nya,
" Roy,,Roy,," panggil bara
Roy berjalan masuk menghadap pada bosnya
" siap kan mobil kita berangkat sekarang," kata bara Tampa mau menunggu lagi,
" baik tuan," kata Roy lalu keluar dari ruangan bos nya,
" apa kita akan berangkat sekarang tuan," tanya Ramon,
" tentu saja apa anda keberatan," tanya bara
" bila anda keberatan anda tinggal bilang anda butuh berapa saya akan kasi berapa pun yang Anda minta," kata bara, uang tak berarti apa-apa baginya di bandingkan dengan kakek nya,
" tidak tuan cuma saya masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan," kata Ramon sedikit takut,
" Anda bertugas di bagian apa, biar saya suru yang lain untuk menyelesaikan nya," kata bara siap dengan telfon di tangannya,
" bagian informasi, tuan," panggilan Ramon yang tadi pak menjadi tuan karena keseringan mendengar Roy memanggil bara dengan sebutan tuan,
bara menelfon seseorang yang Ramon tak tau itu siapa tapi yang dia tau bara menyuruh seseorang untuk mengerjakan tugas nya,
" siapa nama mu," tanya bara
" Ramon tuan," kata Ramon,
__ADS_1
bara berjalan keluar di ikuti dengan Ramon di belakangnya, menuju parkiran mobil,
Roy pasti sudah menyiapkan mobil untuk mereka,
" apa anda membawa kendaraan," tanya bara
" iya tuan saya bawa sepeda motor," kata Ramon
" kalau begitu tinggal saja motor anda di sini biar di urus oleh petugas lain, anda silahkan ikut dengan mereka di mobil itu untuk menunjukkan jalan pada mereka,"
" baik tuan," kata Ramon mengangguk dan masuk kedalam mobil, Ramon duduk ke kursi paling depan di samping kemudi,
Ramon melihat pada semua orang yang berada di dalam mobil mereka berjumlah enam orang dengan supir nya,
badan mereka besar dan berotot dan mereka semua mengenakan pakaian serba hitam,
membuat nyali Ramon menjadi ciut,
* * *
" assalamualaikum," suara David terdengar dari luar rumah, Alisa berlari ke luar untuk menemui kakaknya,
" walaikumsalm," jawab Ayunda dan alisa
" kak David sudah pulang," teriak Alisa
David memberikan kantong keresek yang di bawahnya pada Alisa
" maaf yah de hari ini kak David tidak bisa membilikan mainan untuk mu," katanya sambil mengusap rambut adiknya,
" gak papa kok kak alisa suka ko dengan kue ini makasih ya kak," kata Alisa sambil memakan kue yang di bawa oleh David
" maaf yah kak hari ini, aku cuma dapat tiga puluh ribu aja," kata David menyerahkan uang tiga puluh ribu pada Ayunda,
" harusnya kakak yang minta maaf, soalnya udah membebani mu, tapi kakak janji jika keluarga kakek sudah ketemu kakak akan cari kerja lagi," kata ayunda
" gak papa kok kak, biar aku aja yang kerja aku kan anak laki-laki," kata David
" yah gak gitu dong de, kamu itu masih harus sekolah," kata ayunda mengikuti David masuk dan duduk di kursi kusam peninggalan orang tua mereka,
" kak kalau keluarga kakek bara udah ketemu berarti kakek akan pergi meninggalkan kita dong," kata Alisa, dia menamai kakek itu dengan nama kakek bara, karna kakek terlalu sering menyebut bara,
" iya dong de, kakek bara akan pulang pada keluarganya, tapi semoga keluarga kakek orang baik dan tidak melarang kita untuk bertemu dengan kakek bila kita kangen," kata Ayunda sedikit menghibur Alisa,
karena Alisa sudah terlanjur sayang pada kakek tersebut,
" assalamualaikum," suara pak RT terdengar nyaring,
" walaikumsalm, pak RT, apa ada yang ketinggalan," tanya Ayunda sebab, pak RT baru saja pulang dari rumah Ayunda, semenjak kakek bara berada di rumah Ayunda
__ADS_1
rumah ayunda selalu ramai dikunjungi oleh tetangga, membuat bi Rima dan Kartika tidak bisa berkunjung untuk membuat kericuhan,
" Ayunda bapak punya kabar gembira, keluarga kakek bara dan ramon sedang dalam perjalanan menuju kemari," kata pak RT
" Alhamdulillah pak," kata Ayunda,
" apa itu artinya, kakek bara akan segera pergi dari rumah kita," kaya Alisa lalu berlari masuk kedalam kamar,
" tunggu sebentar yah pak," kata ayunda lalu mengejar Alisa masuk ke dalam kamar,
" Alisa gak boleh gitu, kakek harus kembali pada keluarga nya yang sesungguhnya," kata ayunda,
" tapi kita juga menganggap kakek, kaya keluarga kita kan kak," kata Alisa,
" tapi sayang keluarga kakek juga kangen pada kakek, kakek juga sama kakek pasti kangen dengan cucu kakek yang bernama bara, makanya kakek sering kali memanggil nya," Ayunda sebisa mungkin memberi pengertian pada Alisa,
" coba Alisa pikir, seandainya Alisa adalah cucu kakek yang sebenarnya, apa Alisa mau membiarkan kakek Alisa tinggal bersama orang lain," tanya ayunda, Alisa menggeleng kan kepalanya,
" begitu juga dengan cucu kakek, pasti tidak akan rela bila kakek tinggal di sini terus," kata ayunda lagi, sedikit-demi sedikit Alisa mulai mengerti,
" oke sekarang Alisa istirahat yah pasti Alisa cape karena tadi siang sudah bermain dengan kakek," kata Ayunda lalu keluar untuk menemui pak RT,
" maaf yah pak saya tinggal tadi," kata ayunda
" gak papa Yun, bapak ngerti kok," kata pak RT
" jadi keluarga kakek sudah dalam perjalanan bersama mas Ramon yah pak," tanya ayunda
" iya Yun kata Ramon mereka mungkin tiba di sini sekita jam sebelas atau dua belas malam ini," kata pak RT menjelaskan,
" wah Tenga malam yah pak," kata ayunda sedikit takut, bukan apa-apa Tenga malam itu sudah tidak ada orang yang berkeliaran mereka semua sudah pada tertidur,
" iya tapi kalau kamu keberatan untuk menerima mereka, gak papa biar mereka bermalam di rumah bapak saja besok pagi baru bapak antar ke sini," kebetulan rumah pak RT tidak terllau jauh dari rumah Ayunda
" emmm gak papa kok pak, kalau memang mereka ingin langsung bertemu dengan kakek gak papa, saya gak masalah," kata ayunda akhirnya, walau perasaan takut itu ada tapi sebisa mungkin dia menepisnya jauh jauh,
" baik kalau begitu saya pulang dulu Yun vid bapak pulang yah," Kata pak RT
" iya pak," kata mereka berdua serempak
" assalamualaikum," ucap pak RT sebelum naik ke atas motor nya,
" walaikumsalm," kata Ayunda dan David,
" kak apa betul keluarga kakek akan datang menjemput kakek," tanya David,
" iya jadi mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari bersama dengan mas Ramon," kata Ayunda menjelaskan
muka David tiba-tiba berubah menjadi sedih, yah awal-awal kakek berada di rumah mereka dia memang agak sedikit terganggu dengan teriakan-teriakan kakek, tapi lama-kelamaan dia juga menjadi sayang pada kakek tersebut,
__ADS_1
tapi apa boleh buat mereka bukan cucu kakek yang sebenarnya, cucu kakek yang sebenarnya sedang dalam perjalanan untuk menjemput kakek,"
* * *