
bruukkkk,, " aduuhh,"
suara itu berasal dari kamar David yang di tempati oleh kakek, Ayunda mengucek matanya perasaan baru aja dia tertidur sudah bangun lagi karna suara bising itu
Ayunda berjalan kekamar yang di tempati kakek,
" astaghfirullah, tuan ga papa," tanya ayunda membantu bara untuk berdiri dari kursi yang rubuh,
" ini semua gara-gara kamu aduuhh," kata bara
" iih kok gara-gara saya," kata ayunda mengerutkan keningnya, dari tadi perasaan dia di kamar sedang tidur, lah kok malah dia yang di salah kan,
" karena kamu yang memberikan pada saya kursi jabuk ini," kata bara berdiri sambil memegang bokongnya
" iya kan tadi maksud saya baik dari pada tuan jongkok terus kentut, bagai mana," kata ayunda dengan suara pelan, takut orang yang bernama bara itu tersinggung,
" lebih baik saya kentut dari pada saya kesakitan kaya gini, siapa yang mau tanggung jawab kamu," kata bara dia saat ini tidak bisa berdiri dengan normal, jadi harus bungkuk sedikit seperti kakek-kakek,
sebenarnya ayunda ingin ketawa tapi takut dosa, jadi dia hanya menahan dirinya saja, tak lama kemudian terdengar suara adzan dari mesjid terdekat, ayunda tak perlu lagi cari-cari alasan untuk pergi dari sana,
" ee mau kemana," tanya bara
" mau lari dari tanggung jawab," tanya nya lagi
" tu dengar gak," bukannya menjawab Ayunda tanya balik
" yah dengar lah kamu kira saya tuli," kata bara mulai agak akrab pada ayunda
" bagus," kata ayunda dan mau pergi dari sana
tapi lagi dan lagi bara menghentikan langkahnya,
" apa lagi sih, saya bisa terlambat nanti," kata ayunda melepas tangan bara dari pergelangan tangan nya,
setelah Ayunda pergi Bara menelfon Anton untuk masuk dan menemuinya,
" sekarang juga masuk kesini, langsung masuk aja pintu tidak di kunci," kata bara pada Anton
Anton mematikan telfon dan langsung masuk kedalam untuk menemui bara bosnya,
Anton berlari menghampiri bosnya yang berjalan bungkuk seperti kakek-kakek,
" tuan apa yang terjadi, tuan tidak apa-apa," tanya Anton membantu tuanya untuk berjalan
" Anton antar saya ke mobil sekarang," kata Bara
Anton menuntun tuanya keluar dari rumah Ayunda, menuju ke mobilnya, anak bua Bara yang lain juga berlari untuk membantu tuanya,
" apa yang terjadi pada tuan," tanya salah satu dari mereka,
" entah lah saat saya masuk tuan sudah seperti ini," kata Anto
__ADS_1
mereka memasukan Bara kedalam mobil dan membaringkan tubuhnya di kursi samping kemudi,
" aduuhh" keluh Bara memegang bokongnya
Ayunda baru selesai sholat, dia membangun kan David untuk sholat juga, di liriknya Alisa yang masih tertidur pules, Ayunda merasa sedih jika mengingat bahwa sebentar lagi kakek akan pergi meninggalkan mereka
dan Alisa pasti menjadi orang yang paling sedih di sini, karna Alisa sudah sangat dekat dengan kakek,
Ayunda keluar dari kamar setelah memastikan David sudah bangun, dia merasa senang sebab adik-adik nya semua tidak ada yang pembangkang,
Ayunda masuk kedalam dapur dia bingung harus masak apa, apa lagi mereka semua orang kota,
Ayunda tidak masalah dengan memasaknya karna dia perna bekerja di restoran tapi yang menjadi masalah adalah bahan-bahan nya,
Ayunda membuka lemari tempat penyimpanan makanan karna dia tak punya kulkas jadi sebagian makanan kering dan tahan lama dia masukan kedalam lemari,
" cari apa kak," tanya David dari arah belakang
" kakak bingung mau masak apa untuk mereka, mana bahan makanan sudah berkurang," kata ayunda,
" biar kan aja kak mereka kan orang-orang kaya mana mau makan makanan kita," kata David sebenarnya dia juga agak kesel pada Bara bukannya berterima kasih, malah berlaku sesukanya,
" eh gak boleh ngomong gitu tau," kata ayunda mengingatkan adiknya,
Ayunda mengambil tepung terigu dan bahan-bahan yang di perlukan sementara dia akan membuat makanan pengganjal perut,
* * *
" bagus cari tau di mana dia menyembunyikan Gilang, dan bebas kan dia sekarang juga," kata Elsa dalam telfon
" aku harus cari cara agar bisa masuk dalam perusahaan Bara," kata nya lagi, dendam yang dia miliki membuatnya menjadi penjahat,
* * *
Kartika yang sedang menyapu di halaman rumah nya terbelalak melihat ada dua mobil mewah yang parkir di depan rumah ayunda,
" Buu,, ibuuu,, keluar dulu sebentar," teriak Tika
" apa sih tik teriak-teriak kaya di hutan aja," omel Bu Rima
" Bu liat deh, itu ada dua mobil mewah yang parkir depan rumah ayunda, kira-kira siapa yah," kata Kartika
" haa iya siapa yah tik kayanya bukan warga sini deh," kata Bu Rima
" Bu apa jangan-jangan ayunda sudah menjadi wanita panggilan," tuduh Tika
" wanita panggilan, maksudnya," tanya Bu Rima tidak mengerti
" iya wanita panggilan, atau wanita penghibur yang biasa di pakai oleh orang-orang kaya untuk memenuhi hasratnya," kata Tika mulai menfitnah sepupunya sendiri
" haa ini tidak bisa di biarin, awas saja, jangan mentang-mentang pak RT selalu membela nya aku tidak bisa menghajarnya, aku sebagai bibinya lebih berhak," kata bi Rima menggulung lengan bajunya sambil berjalan ke rumah ayunda di ikuti oleh Kartika di belakangnya,
__ADS_1
" Ayunda,, ayunda,, keluar kau dari persembunyian mu," teriakan bi Rima membangun kan Bara dan anak buah nya
" siapa mereka," tanya bara pada anak buah nya,
" tidak tau tuan,"
" aduuhh," keluh bara saat ingin keluar dari mobil
" ada apa sih bi masih pagi juga udah bikin keributan," kata David
" mana si Ayunda, Ayunda jangan sembunyi kamu, kelur " teriak bi Rima
" Anda jangan buat keributan di sini, kakek saya bisa terganggu nanti," kata bara berjalan di dampingi anak buahnya,
mendengar suara orang dari belakang nya bi Rima dan Tika langsung berbalik dan melihat ke belakang,
mata Tika melotot hampir loncat keluar dari tempatnya melihat lelaki tampan yang ada di belakang nya,
" gila si Ayunda dapat dari mana dia lelaki tampan ini, jangan kan di bayar melayani cuma-cuma saja aku mau," Kata nya dalam hati
bukan cuma Tika bi Rima pun juga sama dia sampai tak berkedip melihat ketampana yang di miliki oleh Bara
" Bu cubit aku Bu apa aku sedang bermimpi," kata Tika,
" bila kalian datang hanya untuk membuat keributan silahkan tinggalkan tempat ini," kata salah satu anak buah Bara
" ada apa ini," pak RT sama Ramon tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka,
" pasti ini ulah bi Rima lagi yah, dari dulu kan bi Rima sama Tika tidak suka pada ayunda," kata Ramon
" mas Ramon, mas Ramon juga ada di sini," kata Tika berpindah tempat ke samping Ramon
ya memang sejak dulu dia sudah tergila-gila pada Ramon, tapi Ramon tidak pernah memperdulikan Tika, Ramon hanya menyukai ayunda tapi sebaliknya Ayunda juga tidak menyukai Ramon dia hanya menganggap Ramon sebagai kakaknya tidak lebih,
🌻🌻🌻🌻
Hay Hay Hay
sobat yang baik hati
pembaca setia aku bukan wanita penghibur
terima kasih banyak,
jangan lupa like jempolnya
komen komen komen
vote vote vote
dan nonton iklan hadiah atau gift nya
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏