Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
innalilahi,,


__ADS_3

pagi-pqgi sekali ayunda sudah siap dia akan keluar untuk mencari pekerjaan lagi,


" kak," panggil Alisa


Ayunda menoleh pada Alisa


" iya de kenapa, kakak akan keluar untuk cari kerja, kakak udah masak untuk mu," katanya


" tapi kak," kata-kata Alisa menggantung


" tapi apa, do'ain kakak yah semoga hari ini kakak dapat pekerjaan," kata ayunda sambil mengusap kepala Alisa, Tampa di sadari oleh Ayunda sebenarnya Alisa saat ini sedang tidak enak badan,


tapi melihat semangat kakak nya Alisa hanya mengangguk,dia tidak mau menyurut kan semangat kakaknya yang akan pergi mencari pekerjaan, Alisa tidak mau jadi penghalang untuk kakak, nya,


" ya udah kakak berangkat yah, kamu hati-hati di rumah," Alisa hanya mengangguk,


Alisa sebenarnya anak yang pintar dan penyabar andai kan dia tak putus sekolah saat ini dia sudah duduk di kelas lima,


tapi sayang karena penyakit yang di deritanya dia tidak bisa sekolah seperti teman-teman nya yang lain,


Ayunda berjalan dengan santai sambil tersenyum dan menyapa orang yang di temui nya di jalan seperti biasa,


tapi entah mengapa orang-orang di sekitar ayunda berubah menjadi sinis dan cuek padanya, padahal biasanya mereka juga Rama pada ayunda,


tapi ayunda tidak ingin ambil pusing dia terus saja berjalan menyusuri kota kecil tempat tinggal nya,


* * *


" sayang kapan kau akan meresmikan pernikahan kita," kata seorang wanita yang sedang berbadan dua, ya saat ini dia sedang hamil anak Gilang,


selain Elsa Gilang juga mempunyai wanita lain bahkan Gilang telah menikahi wanita itu, ya walaupun nikah sirih tapi setidaknya mereka sudah punya hubungan,


tidak seperti Elsa dia hanya sebagai kekasih Gilang dan mesin pencetak uang bagi Gilang,


Elsa sama selai tidak sadar selama ini dia hanya di jadikan alat pencetak uang dan pelampiasan nafsu bagi Gilang,


" sabar sayang sebentar lagi, kita harus menguras habis harta nya dan membuatnya menjadi gembel dulu," kata Gilang sambil mengecup bibir sang istri sirinya itu,


" tapi sayang sampai kapan, aku tidak mau kalau nanti anak kita lahir tapi pernikahan kita belum juga di resmikan," katanya sambil memanyun kan bibirnya,


" bibir nya jangan gitu dong sayang, jadi pengen cium ni," kata Gilang, mereka masih berada di atas tempat tidur dan badan mereka masih di tutupi oleh selimut, karena mereka baru saja habis melakukan olahraga ranjang

__ADS_1


dari semalam Gilang keluar dari villa Elsa Tampa memberi tahu Elsa, dan hpnya pun sengaja dia nonaktifkan,


yah tujuan nya cuma satu agar Elsa tidak menggangu nya,


* * *


" Gilang kemana sih dari semalam belum pulang-pulang, mana hpnya gak aktif lagi," Elsa terlihat emosi, sejak semalam dia mencoba menghubungi nomor Gilang tapi tidak pernah aktif,


" sial sial," teriak Elsa membanting hpnya di atas tempat tidur, lalu mengambil sebatang rokok dan mengisap nya, untuk menghilangkan rasa kesalnya,


* * *


" maaf mbak tapi di tempat kami belum ada lowongan kerja, silah kan cari di tempat lain," kata resepsionis nya,


dengan lesuh Ayunda mengambil tas dan berkas lamaran kerjanya lalu pergi dari sana,


" baik mbak terima kasih, saya permisi maaf sudah mengganggu," kata ayunda dengan sopan, lalu melangkah keluar, ini sudah yang ke sepulu toko yang dia masuki,


Ayunda berjalan di bawah panasnya terik matahari sambil mengusap keringat yang bercucuran panas matahari tidak membuat semangat ayunda mundur dia terus berjalan maju,


memang sekarang ini tidak gampang mencari pekerjaan, apa lagi ayunda cuma bermodalkan ijasah SMA doang, haaaahh ayunda mengeluh,


saat asyik berjalan tak sengaja kaki ayunda tersandung batu hingga membuatnya jatuh ke atas tanah semua berkas yang ada di tangan nya jatuh berhamburan di tanah,


seketika jantung ayunda berdetak kencang perasaan tidak enak mulai menyelimutinya, bayangan Alisa adiknya muncul di hadapan ayunda,


" Alisa," kata ayunda, dengan cepat dia mengumpul semua berkas lamaran yang berserakan di tanah,,


saat ini dia ingin pulang, entah kenapa dia merasa Alisa sedang tidak baik-baik saja,


Ayunda mempercepat langkahnya, dia akan segera sampai, di rumah,


di lirik jam tangan kecil yang melingkar di pergelangan tangannya hadiah ulang tahun yang di berikan Sina saat mereka masih bekerja bersama,


" jam dua David pasti belum sampai rumah," kata ayunda dia sudah seperti orang gila yang berbicara sendiri sambil berjalan,


sampai di depan rumah ayunda berlari masuk kedalam, rumah terlihat sepi,


" de kakak pulang, Alisa," panggil ayunda


" Alissa," panggil ayunda lagi, dia mencari Alisa ke kamar dapur dan kamar mandi tapi tidak ada

__ADS_1


" oh pasti dia sedang di belakang," tebak ayunda dia mempercepat langkahnya menuju halaman belakang tempat Alisa sering bermain dengan boneka-boneka kesayangan nya,


" kan benar," kata ayunda saat melihat kaki Alisa dari jauh,


" de kamu sedang apa," tanya ayunda


" dari tadi kakak panggil-panggil kok gak nyaut," tanya ayunda lagi semakin mendekat pada Alisa,


betapa terkejutnya dia melihat Alisa terbaring tak sadarkan diri di bawah pondok tempatnya biasa bermain,


" Alisa, Alisa bangun de kamu kenapa," teriak ayunda berusaha membangunkan adiknya,


" Alisa maaf kan kakak, Alisa bangunan," teriak ayunda,


David yang baru datang samar-samar mendengar teriakan ayunda berlari masuk dan terus ke halaman belakang


" kakak Alisa kenapa kak," tanya David yang sudah tiba di dekat ayunda


" kakak juga gak tau de tadi saat kakak sampai Alisa sudah tidak sadarkan diri, Alisa maafkan kakak," teriaknya, David dengan cepat mengangkat adiknya masuk kedalam rumah


" alisa bangun de," panggil David sambil menepuk-nepuk pipi adiknya,


Ayunda mengikuti David dari belakang,


" kak kita bawa Alisa kerumah sakit sekarang kak," ajak David, sambil mengangkat kembali badan adiknya,


Ayunda hanya mengangguk mengikuti langkah David, puskesmas lumayan jauh dari sini, tapi mereka tidak peduli, dengan berjalan kaki ayunda dan David sedikit berlari membawa Alisa,


" Ayunda David ada apa kenapa dengan Alisa," tanya pak RT yang tiba-tiba berhenti di samping Ayunda dan David,


" gak tau pak RT tadi saat saya sampai alisa suda tidak sadar kan diri, ini saya dan David mau bawa Alisa ke puskesmas" kata ayunda,


" ayok sini biar bapak antar kalian," untungnya pak RT saat ini sedang pake mobil jadi mereka bisa numpang,


dengan cepat ayunda membuka pintu mobil agar David dan Alisa segera masuk, lalu di susul oleh nya,,,


🌻🌻🌻🌻


jangan penasaran yahh,, ikuti terus alur ceritanya, dan jangan lupa like like like komen komen komen, maaf kalau author nya cerewet dan banyak minta-minta, soalnya kalau ga minta gak akan di kasih iya gak iya dong,


hehehehe,,,,

__ADS_1


__ADS_2