Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
Draft


__ADS_3

" Elsa..Elsa...Elsaaa," panggil bara sambil berlari naik ke kamar nya, dengan perasaan marah dia membuka pintu dan betapa kagetnya bara melihat pemandangan yang ada di depan mata,


kamar nya berantakan kaya kapal pecah tidak bersih dan wangi seperti biasa, dan apa ini bahkan istri nya yang biasa tampil cantik bagai bidadari di matanya


sekarang berdiri di depan nya dengan penampilan yang berantakan, bajunya kusut rambutnya acak-acakan, dan tidak wangi seperti biasa


" Elsa apa yang terjadi, kenapa kamar ku jadi berantakan begini dan apa ini, kamu dari mana kenapa acak-acakan seperti ini," tanya bara tidak habis pikir dengan apa yang di lihatnya sekarang,


" dan satu lagi mana kakek kenapa tidak ada di kamar nya," pertanyaan pertama saja belum bisa Elsa jawab ini muncul lagi pertanyaan berikutnya yang membuat Elsa semakin kebingungan,


" aaaaaa aaaaaa" teriak lelaki selingkuhan Elsa berlari keluar dari kolong ranjang,


Elsa yang sudah kebingungan dan gemetar dengan pertanyaan pertanyaan dari bara bertambah gemetar dengan keluarnya Gilang dari persembunyian,


habis sudah hidupnya tamat riwayatnya, lutut Elsa bergetar hebat, tubuhnya terasa lemas tak berdaya,


semua rencana yang sudah di susun rapi kini hancur berantakan,


mata bara merah membara melihat ada lelaki lain yang berani masuk ke dalam kamar nya, dengan sekali tendangan lelaki yang hanya mengenakan celana bokser dan tidak mengenakan baju itu terlempar ke tembok


dengan membabi buta Bara menghajar Gilang habis-habisan, hingga setengah mati di buatnya,


kesempatan itu di gunakan Elsa untuk melarikan diri, lutut yang tadinya lemes tak berdaya, tiba-tiba di penuhi dengan tenaga ekstra,


dengan mengendap-endap Elsa meraih kunci mobil dan tas tangan yang biasa di bawanya kemana-mana,


berlari keluar menuju mobilnya dan langsung melaju pergi, para pelayan dan penjaga yang tak tahu menahu, membiarkan Elsa pergi begitu saja

__ADS_1


" tuan hentikan dia bisa mati di tangan tuan," roy yang mendapat telfon dari pelayan rumah bosnya segera datang dengan cepat,


" lepas Roy lepaskan aku, akan ku habisi dia kurang ajar berani-beraninya dia berurusan dengan ku," kata bara terus memberontak untuk di lepaskan,


" tidak tuan ada yang lebih penting dari membunuhnya," kata Roy tapi tetap tidak di hirau kan oleh bara


" tuan ini tentang kakek tuan," bara yang siap melayang kan pukulannya seketika berhenti dan berbalik melihat kearah Roy,


" apa yang kau ketahui tentang kakek Roy," tanya bara, sambil melihat kearah Roy,


" Elsa,, Roy mana Elsa roy," tanya bara


" maaf tuan tapi sedari saya tiba di sini nyonya Elsa sudah tak kelihatan," kata Roy sang asisten


" syiiittt, dia melarikan diri Roy, cepat kerahkan seluruh anggota mu untuk mencari keberadaan nya segera," kata bara,


Roy mengambil hp dan menghubungi teman-temannya


" kumpul kan semuanya di markas sebentar lagi saya tiba di sana," Roy mematikan telfonnya dan berbalik pada bara


" kau punya informasi apa tetang kakek Roy," tanya bara terduduk lemas di sofa dalam kamarnya,


" ada seseorang yang melihat kakek tuan di bawa pergi malam itu," kata Roy


" segera cari orang itu dan bawa ke hadapan ku,Roy berikan berapa pun yang di minta," kata bara mengusap rambutnya, kebelakang


Elsa adalah orang yang sangat di cintai dan di percayai nya ternya penghianat, padahal semalam saat akan pulang bara sempat kan membeli hadiah untuk Elsa, karna selama bersamanya Elsa paling suka mengoleksi perhiasan, maka bara membelikan satu set perhiasan keluaran terbaru untuk elsa,

__ADS_1


" graaaahhhhh," teriak bara memukul dinding yang ada di sebelahnya,


* * *


Ayunda sedang bersantai di teras rumahnya bersama Alisa adiknya, ini sudah sepuluh hari kakek itu bersamanya, kakek itu sudah mulai pulih dan membaik dia sudah tidak teriak-teriak meminta tolong lagi,hanya dia masih sering memanggil nama bara,


" kak Alisa berasa kaya punya kakek lagi deh," kata Alisa


" iya Alisa boleh menganggap kakek itu kakeknya Alisa," kata Ayunda,


" kak kalau umur Alisa tidak panjang" lagi dan lagi Ayunda menutup mulut adiknya dengan telunjuk jarinya,


" kan kakak sudah bilang Alisa tidak boleh ngomong gitu, apa Alisa sudah tidak sayang sama kakak dan kak David," tanya Ayunda


" sayang Alisa sangat sayang Ama kak ayu dan kak David, tapi dalam mimpi Alisa ayah dan ibu sering datang dan manggil Alisa ikut sama mereka tapi kakak sama kak David selalu datang menghalangi alisa untuk pergi," kata-kata alisa berhasil membuat air mata Ayunda tumpah membanjiri pipi Ayunda,


bisa kah dia meminta pada Allah agar tak memanggil adiknya dia telah kehilangan ke dua orang tua nya, harus kah dia juga kehilangan adiknya,


Ayunda tidak akan kuat entah apa yang terjadi padanya bila Alisa juga pergi meninggalkan nya


mampu kah dia untuk melanjut kan hidupnya,


* * *


" tuan ada orang yang ingin bertemu dengan tuan," Roy masuk ke dalam ruangan bosnya itu,


" suru masuk," kata Bara Tampa melihat kearah roy, Roy mengangguk lalu keluar untuk mempersilahkan orang tersebut masuk menghadap pada bosnya,

__ADS_1


__ADS_2