Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
Draft


__ADS_3

setelah menyelesaikan tugas masak-memasak nya Ayunda kembali duduk di kursi yang terbuat dari kayu di depan dapur, ayunda sedang berfikir sebenarnya dia kurang nyaman dengan semua pemberian dari Bara


apa lagi semua kelihatan mencolok ayunda tidak mau di cap sebagai perempuan matre, apa tanggapan para tetangga dan warga desa tentang nya,


hemmm


Ayunda menghela nafas panjang, sebenarnya dia sedang berfikir tentang bagai mana cara mengganti uang yang di gunakan bara untuk membeli sofa dan sepring bed tersebut,


semua itu pasti mahal, sedakan sekarang ini dia tidak punya pekerjaan, apa yang harus dia lakukan,


" kak ayu sedang menghayal," tanya Alisa dari belakang ayunda


Ayunda tersenyum pada Alisa


" enggak kakak cuma kepikiran tantang pekerjaan," kata ayunda sedikit berbohong,


" yah berarti kalau nanti kakak kerja lagi aku di rumah sendiri lagi dong kak," Alisa sedikit sedih,


sebenarnya jika dia sekolah mungkin dia tidak akan terlalu merasa kesepian, tapi karna penyakit yang di deritanya, dengan terpaksa Alisa harus putus sekolah,


" sayang kalau kakak gak kerja kita harus makan apa, dan juga kakak akan berusaha sekuat tenaga kakak agar bisa membawa Alisa ke kota untuk berobat agar Alisa segera sembuh dan bisa sekolah kembali," kata ayunda


" iya deh kak," katanya pasrah,


* *

__ADS_1


Anton menerima telfon dari salah satu anak buah nya yang di tugas kan menjaga markas


" apa, jadi kalian di kalah kan, kurang ajar," Anton terlihat emosi, menerima informasi tentang penyerangan mendadak itu


" maaf bos kami kewalahan mereka menyerang di waktu yang tidak tepat, ada beberapa dari kami yang terluka parah, termasuk Rio, kami butuh perawatan bos," kata nya dari dalam telfon


" oke kalian tenang dulu aku akan masuk dan bicara pada tuan," kata Anton lalu mematikan telfon,


" ada bos," tanya salah satu dari mereka


" markas di serang dan tahanan berhasil meloloskan diri," Anton menjelaskan tentang apa yang terjadi di sana,


" kurang ajar mereka, pengecut beraninya menyerang dari belakang ban*sat,"


mereka terlihat emosi dan marah,


" permisi," teriak Anton dari depan pintu mereka semua di larang untuk masuk, dan jika mau masuk harus minta izin dulu pada tuan rumah,


" iya mas masuk aja," kata ayunda sedikit berteriak karena dia masih di dapur,


Anton berjalan menuju kamar yang di tempati oleh kakek dan Bara, kakek terlihat duduk bersandar samping Bara,


" maaf tuan besar saya ada perlu pada tuan Bara," kata Anton kakek yang sudah mulai membaik mengerti dan mengangguk, tanda mempersilahkan,


” maaf tuan ada masalah, "Anton bersuara pelan, gimana mau bangun,

__ADS_1


kakek tau kalau anton pasti agak takut-takut, pada Bara, kakek meraba tangan Bara dan menggoyang-goyangkan nya,


karena merasa ada yang menggoyangkan nya bara membuka matanya,


" kakek butuh sesuatu," tanya bara


kakek menggeleng dan menunjuk Anton di depannya,


" kau, ada apa bukan kah aku menyuruh mu untuk berjaga di luar," kata bara sedikit kesal


tidurnya jadi terganggu oleh Anton, dia Baru tidur beberapa jam,


" maaf tuan ada masalah besar," kata Anton agak takut-takut


" keluar lah, aku akan ke sana nanti," kata bara


dia tidak mau kakeknya sampai tau tentang Elsa dan Gilang,


Anton mengangguk lalu keluar dari sana,


bara bangun dari pembaringan nya,


pinggang nya sudah mulai membaik


tadi pak RT menyuruh Ramon untuk memanggil tukang urut untuk nya awalnya bara tidak mau tapi karna bujukan dari pak RT dan Ramon akhirnya bara nurut juga,

__ADS_1


aaajhhhhhh


__ADS_2