Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
sampai di ibu kota


__ADS_3

" ya Allah jadi bagai mana keadaan kakek saat ini tuan," tanya ayunda sedikit cemas


" ya kata dokter yang menangani kakek kau harus ikut dengan ku ke kota karena itu satu-satunya obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan kakek lagi," jelas Bara


" tapi, tapi, bagai mana dengan Alisa, saya tidak bisa meninggalkan Alisa sendirian di sini," kata ayunda jadi gelisah,


" kita akan bawa Alisa bersama dia akan mendapat pengobatan yang lebih baik di kota," jelas bara lagi


" tapi, bagai mana caranya tuan," tanya ayunda bingung


" itu semua gampang, aku cuma butuh jawaban iya atau tidak selebihnya biar aku yang urus," suara Bara kembali tegas,


" kak ini semua demi kebaikan Alisa kak, aku serahkan keputusan pada kakak apa pun keputusan kakak aku tidak akan membantah atau perotes," ujar David yang tiba-tiba suda berdiri di belakang Bara,


" tapi bagai mana dengan sekolah mu vid," tanya ayunda pada adik ke duanya


" kakak gak usah khawatir tentang aku, aku sudah besar aku bisa jaga diriku sendiri kak," David menepuk-nepuk pundak kakaknya,


" artinya kamu tidak akan ikut bersama kakak," tanya ayunda lagi


" tidak kak, aku akan tetap disini dan melanjutkan sekolah ku, lagian kan kakak gak akan tinggal di sana, kalau Alisa sudah sembuh kakak akan pulang kesini lagi bersama dengan Alisa," kata David pula,


* * *


cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca membangun kan orang yang semalam menyewah ayunda,


yah dia memang enggan menyebutkan nama nya karena takut identitas diri nya terbuka,


dia bangun mengucek matanya, dan mulai mengumpulkan ingatan tentang yang terjadi semalam,


keping-kepingan ingatan nya tentang semalam mulai terkumpul, dia yang sedang bertugas di kampung ini, berusaha mencari kesenangan dan seorang teman mengusulkan agar dia mencari di grup wanita penghibur yang ada di dalam hpnya,


dari situ dia melihat ayunda dan langsung tertarik pada ayunda berapa pun harga yang harus dia bayar, karena sebenarnya uang yang dia pakai adalah hasil korupsinya dari lokasi yang dia tinjau,


" syitt, sial kok aku bisa tertipu oleh nya," katanya setelah ingatan nya tentang semalam kembali,


dia bergegas bangun dari tempat tidur dan langsung mengambil pakaian dan memakai nya,


hal pertama yang harus dia lakuin adalah membekukan semua rekening bank milik nya agar cek semalam tidak bisa di cair kan,


setelah itu dia baru akan mendatangi tempat semalam dia menyewah ayunda,


***

__ADS_1


tepat pukul delapan pagi mereka semua sampai di ibu kota, ayunda dan Alisa berada di mobil ambulance yang di sewa Bara untuk membawa alisa ke ibu kota,


mereka semua langsung menuju RS tempat dimana kakek di rawat,


Ayunda tidak sendirian dalam mobil ambulance itu, Bara juga ikut menemaninya, itu semua Bara lakukan demi kakek,


" tuan berapa jam lagi kita akan sampai," tanya ayunda entah itu sudah pertanyaan ke berapa nya,


Bara kadang menjawab pertanyaan ayunda itu, kadang juga dia berpura-pura tidak mendengar pertanyaan nya,


yah begitulah Bara dia sangat jarang berbicara,


jika berbicara pun hanya seperlunya saja,


" Hem sekitar dua jam lagi," kata Bara,


" tadi juga tuan bilang dua jam lagi, ini sudah hampir dua jam dari tadi saat saya bertanya pada tuan," ayunda yang menurut Bara sangat cerewet sengaja di buat kesel oleh Bara,


Bara tidak menjawab lagi dia hanya memainkan ponsel miliknya,


tak lama kemudian mobil ambulance yang mereka tumpangi berhenti,


" apa sudah sampai," tanya ayunda berbinar,


petugas rumah sakit berlari untuk membantu menurun kan dan memindahkan Alisa pada bed pasien lalu mendorong brankar itu masuk kedalam rumah sakit,


Bara lebih dulu masuk ke untuk melihat keadaan kakeknya, setelah memastikan kakek baik-baik saja,


Bara keluar untuk mencari Brayan di ruangan nya tadi dia sudah mengabari Brayan sebelum melangkah ke ruangan sahabatnya itu,


Tampa mengetuk pintu bara langsung menyelonong masuk,


" hey bro, bisa gak kalau masuk kedalam ruangan orang tu ketuk pintu dulu, bagai mana coba seadanya gue sedang enak-enakan gitu, Lo langsung masuk, kan ga enak di gue," perotes Brayan,


" Lo gak usah basa-basi, bagai mana keadaan kakek gue," tanya bara langsung to the point,


" yah kakek baik-baik aja, sekarang di mana orang itu dan adiknya," tanya Brayan,


" entah mungkin perawat membawa nya ke UGD tadi gue langsung masuk aja," yah begitu lah bara,


" bego banget sih Lo jadi orang, masak mereka Lo tinggal begitu aja," omel Brayan


" yah mau gimana lagi gue khawatir banget ma kakek," kata bara seenaknya

__ADS_1


" sekarang Lo keluar dan cari dia bawa dia ke hadapan gue sekarang," perintah Brayan ini saatnya dia bisa balas dendam pada sahabat nya itu yang sering nyuruh dia seenaknya jidat,


" Lo merintah siapa gue," tanya bara nyolot


" ya iya lah siapa lagi," tantang Brayan,


" berani Lo merintah gue," tanya bara pasang badan


" yah udah kalau gak mau, Lo sendiri aja yang ngobatin kakek, gue masih banyak pasien lain yang mau gue tanganin," Brayan berdiri siap untuk melangkah,


" oke,oke, kali ini Lo menang, tapi awas Lo nanti," ancam bara,


Bara keluar untuk mencari keberadaan ayunda, bodohnya dia kenapa juga tadi dia tidak mastiin dulu dimana Alisa di rawat,


nah kan sekarang dia sibuk sendiri,


" di mana ayunda dan adiknya," tanya bara pada Agus anak buah nya yang masih menunggu di mobil di parkiran,


" loh bukannya masuk kedalam bersama tuan tadi," jawab Agus,


" syitt, kenapa aku bisa seceroboh ini sih," katanya lalu kembali masuk kedalam,


bara berjalan ke resepsionis dan bertanya di sana, setelah mendapat petunjuk bara langsung menghampiri ayunda yang sedang duduk di kursi tunggu depan ruangan tempat Alisa di rawat,


sepertinya ayunda sedang menangis, Bara langsung duduk di samping ayunda,


" tuan," ayunda langsung mendongak melihat pada bara, tadi dia sempat ketakutan karena di tinggal sendiri,


" hemm bagai mana keadaan Alisa," tanya Bara


" masih belum ada perubahan tuan," terang ayunda,


Bara mengambil hpnya lalu menghubungi nomor Brayan,


" Lo kesini, sekarang di depan ruang UGD, gue tunggu Lo sekarang," setelah mengatakan itu bara langsung mematikan telfon nya,


" gila tu orang gue kan suru dia bawa orang itu ke ruangan gue," kata Brayan, mau tak mau Brayan mengalah juga keluar untuk menemui orang yang bernama ayunda,


dari jauh Brayan melihat bara duduk di samping seorang wanita cantik, membuat Brayan susah untuk menelan air liur nya,


🌻🌻🌻🌻🌻


mohon dukungan dari kalian semua

__ADS_1


jangan lupa like like komen komen dan lihat juga kuis hadiah nya, terima kasih


__ADS_2