Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
kasihan


__ADS_3

" kak," David meraih tangan kakaknya dan mencium tangan kakak dengan takzim,


" vid dari mana kamu dapat semua makan ini," tanya Ayunda, heran soalnya selama ini dia sendiri yang melarang adiknya itu untuk bekerja walaupun David sering bekerja secara sembunyi sembunyi,


" aku tadi di ajak teman buat bantuin angkat-angkat barang di pasar kak," kata jujur karna dia tak mau kakaknya berpikir yang tidak-tidak tentang nya,


" David kan kakak dah bilang kamu tidak perlu bekerja de, semua ini tu tugas kakak," kata Ayunda


" gak papa ko kak aku janji, pelajaran aku gak akan terganggu sure," kata David menaikan dua jarinya berbentuk V,


" hmm baik lah tapi janji sama kakak pelajaran kamu tidak boleh terganggu," kata Ayunda mengalah, biar lah David ikut membantu nya toh David juga sudah besar sekarang,


" ayo kak aku dah lapar banget dari pagi belum makan apa-apa, cuman minum air putih doang," kata Alisa menarik tangan kakaknya


" kakak jadi tidak perlu memasak lagi, aku yakin kok kalau kita makan sekarang pasti bisa tahan sampai besok pagi," kata Alisa lagi,


" ahh iya de maaf kakak jadi lupa," kata Ayunda lalu mengambil makan yang di bawa oleh adik nya David,


Ayunda mengambil tiga piring dan meletakan tiga bungkus makan ke dalam tiga piring tersebut, lalu membagikan pada adik-adik nya,


" enak yah kak makanan nya coba Alisa bisa sering-sering makan kaya gini sebelum Alisa per," kata Alisa tergantung karena telunjuk tangan Ayunda sudah menutup bibirnya,


" insya Allah yah de, mudah-mudahan besok kakak dapat mengangkat barang lebih banyak lagi," kata David,


" oh iya kak ini masih ada lebih uang nya sedikit," kata David menyerahkan uang dua puluh ribu pada kakaknya,


" gak usa de biar kamu simpan aja buat pegangan kamu," tolak Ayunda


" kakak simpan aja insya Allah perlengkapan sekolah aku masih kok kak," kata David lalu masuk kedalam kamarnya,


Ayunda menatap uang pemberian adiknya itu namun tiba-tiba uang itu melayang dari hadapan nya, tapi bukan tertiup angin melainkan di ambil oleh bibi Ayunda,

__ADS_1


" bibi, tolong bi itu uang David bi tolong jangan diambil BI," kata Ayunda berusaha merebut kembali uang tersebut,


" enak aja, kamu itu harusnya tau diri dong, adik kamu seharian kamu tinggal siapa yang jaga bibi kan," kata bibi Ayunda


padahal Ayunda tau kalau Alisa tidak pernah kerumah bibinya itu sebab dia sering di marahi dan di suruh suruh mengerjakan sesuatu yang dia tidak bisa , tapi walau bagai mana pun bibi Rima satu-satunya keluarga Ayunda yang dia kenal,


bi Rima keluar dengan membawa uang pemberian dari David tadi dia sudah berencana untuk pergi ke warung membeli bahan makan, tapi sekarang rencana itu hanya tinggal rencana,


" kak ayu kenapa kak," tanya David tadi saat dia sedang mandi dia berasa seperti mendengar suara ribut-ribut,


" gak papa mata kakak cuma kelilipan debu," kata Ayunda berbohong


" jangan bohong deh kak tadi aku dengar suara ribut-ribut pas lagi mandi," kata David


" bi Rima mengambil uang yang kamu kasi ke kakak tadi," tadinya Ayunda tidak ingin David mengetahui tapi karna dia juga sudah denger langsung jadi buat apa Ayunda menutup-nutupi nya,


" bi Rima memang sudah keterlaluan, aku harus bicara padanya," kata David dan hendak keluar untuk menemui bibinya tapi di halangi oleh Ayunda,


" tapi kak kita cuma punya uang dua puluh ribu itu, dan aku juga tau stok makan kita sudah habis, itu juga karena bi Rima yang sering ambil setelah kakak dan aku keluar dari rumah," kata David,


" ikhlas kan aja de yakin lah Allah maha kaya, dia akan menggantikan dengan yang lebih banyak lagi," kata Ayunda


,aku juga tau kak Allah itu maha kaya tapi bagai mana aku bisa ikhlas kalau pikiran ku masih tercampur begini, kata David dalam hati,


" udah sekarang kami istirahat sana kamu pasti cape kerja seharian setelah pulang dari sekolah," kata Ayunda


David tidak menjawab dia hanya mengangguk kan kepala nya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar nya,


tinggal lah Ayunda seorang diri termenung merenungi nasibnya dan adik-adiknya sekarang dia sudah tidak bekerja lagi terus dari mana dia akan mendapatkan penghasilan,


apa dia cari kerja juga di malam hari ya tapi kerja apa, cari kerjadiai siang hari saja susah nya minta ampun apalagi kalau malam hari,

__ADS_1


hmm Ayunda menghela nafas panjang, berjalan keluar, mungkin dengan keluar berjalan-jalan akan menghilangkan kesedihannya, dan kegelisahan di hati dan pikiran nya,


" ayunda," teriak teman Ayunda,


Ayunda menoleh kearah suara tersebut


" Riri, kamu Riri kan," tanya Ayunda mengingat-ingat kembali nama temannya itu,


" iya Yun aku Riri, dah lama banget kita tidak ketemu yah, kamu tinggal di bagian sini Yun," kata Riri, Riri adalah temannya saat mereka masih sekolah dulu,


" kamu buat apa di sini ri'," tanya Ayunda heran soalnya yang dia tau Riri tidak tinggal di bagian sini, bahkan tempat tinggal Riri lumayan agak jauh dari sini,


" ooh aku kerja di sini, ya udah Yun aku balik kerja lagi yah soalnya takut di marahin bos mami," kata Riri pergi dari sana dengan melambaikan tangannya,


Ayunda merasakan heran dan penasaran dengan Riri, kalau di lihat dari penampilan dan dandanan Riri seperti orang mau pergi kondangan cantik dan modis pakaian yang dia kenakan juga bukan pakaian kerja,


hmm Ayunda menghela nafas lagi sebelum pergi dari sana, buat apa sibuk-sibuk pikirin orang, pikirkan tentang diri sendiri saja belum bisa,


Ayunda kembali berjalan menyusuri jalanan, hingga dia bertemu dengan kakek-kakek sedang berjalan sendirian kelihatannya kakek itu sedang tersesat, Ayunda berjalan mendekati kakek tersebut,


" kek kakek kenapa, apa yang kakek lakukan disini," tanya Ayunda pada kakek tersebut


" jangan, jangan buang kakek nak kakek cuma mau tinggal bersama cucu kakek," kata kakek tersebut ketakutan


" kek saya Ayunda bukan cucu kakek, kakek tinggal di mana biar saya antar kakek pulang," tanya Ayunda lagi berusaha memegang tangan kakek tersebut,


" tidak, jangan pukul kakek nak kakek janji tidak akan pup dan ngompol di tempat tidur lagi," kata kakek tersebut


" kek saya tidak akan pukul kakek sekarang kita duduk dulu yah," kata Ayunda menuntun kakek tersebut untuk duduk di bangku-bangku yang kebetulan ada di pinggir jalan itu,


🌻🌻🌻

__ADS_1


mohon doa dan dukungan kalian🙏


__ADS_2