
dreett dreett dreett
hp nya bergetar mengganggu tidur nyenyak nya dengan rasa kesal dia membuka matanya yang masih mengantuk semalam dia berpesta sendiri dengan minuman-minuman keras, di villa peninggalan almarhum orang tua nya,
ya villa itu satu-satunya yang tersisa dan untungnya lagi dulu saat dia bersama Bara dia sudah menyiapkan rekening sendiri yang tidak diketahui oleh Bara,
ya dia memang sudah menyiapkan diri dari jauh, karna dia tau suatu saat nanti kebusukan nya akan terbongkar tapi yang dia sesali adalah kenapa harus sekarang baginya ini baru awal permulaan,
" hmm ada apa, ini masih terlalu pagi, hubungi aku nanti saja aku masih ngantuk," katanya ingin mematikan sambungan telfon,
" bos ini tentang bos Gilang," kata anak buah nya
Elsa yang masih sangat mengantuk ingin mematikan sambungan telepon tapi mendengar nama Gilang di sebut, Elsa jadi semangat dan langsung bangun dan duduk di tempat tidur,
" ada dengan Gilang apa kalian udah menemukan Gilang," tanya nya tak sabar
" iya kami sudah menemukan markas tempat mereka menyembunyikan bos Gilang," kata anak buahnya
" dan sekarang kami siap menyerang tinggal tunggu aba-aba dari Bu bos," katanya
" ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang mereka, karna dari informasi yang saya dapat mereka hanya sedikit sebagian dari mereka sedang mengawal bos mereka," katanya lagi,
" oke aku ke sana sekarang, Sherlock lokasinya," kata Elsa berdiri memasang celana hitam miliknya, hp masih berada di antara telinga dan di jepit ke bahunya,
dengan cepat dia mengganti bajunya dengan pakaian yang sebar hitam tak lupa kaca mata hitam juga dia kenakan di mata,
dengan berlari dia menuruni anak tangga dia harus sampai di lokasi sebelum mata hari terbit,
* * *
" bibi ada apa," kata Ayunda yang sudah berdiri di samping David,
" Ayunda cepat kata kan siapa mereka semua, jangan mentang-mentang kakak ku sudah meninggal jadi kamu bisa berlaku enak dengkul mu," omel bi Rima di depan mereka semua,
" bi masuk dulu kita bisa bicara baik-baik di dalam," kata ayunda
__ADS_1
" gak perlu aku tidak sudi masuk kedalam rumah yang sudah kotor almarhum kakak ku pasti, menyesal dan menangis di atas sana melihat tingkah anak nya kaya gini," bi Rima terus saja mengomel
" astaghfirullah hal azim, Bu, Rima sadar kah ibu dengan ucapan ibu barusan, ibu sudah mengfitnah orang Tampa bukti," kata pak RT
" pak RT mau bukti apa lagi, mereka semua ini belum cukup jadi bukti," kata bi Rima menunjuk pada semua anak buah Bara
" iya pak RT mereka semua ini bermalam di rumah ayunda ya walaupun masih ada David di dalam rumah ini tapi mungkin saja David takut sama kakak nya," tambah Tika dia masih mepet dan menempel pada Ramon,
karna mendengar ribut-ribut para tetangga yang dekat berdatangan ke rumah ayunda mereka juga sedikit kaget melihat ada banyak orang asing di sana apa lagi anak buah Bara menggunakan pakaian serba hitam
keributan yang di ciptakan oleh Bu Rima dan Kartika dapat di aman kan oleh pak RT selaku ketua dan anak buah Bara
" tuan maaf atas keributan tadi," kata pak RT, Ramon sudah banyak bercerita jadi sedikit banyak nya pak RT tau tentang Bara,
Bara di tuntun masuk kedalam rumah ayunda
" tuan maaf tapi apa yang terjadi pada tuan," tanya Ramon sebenarnya tadi tadi dia ingin menanyakan ini tapi karena keributan tadi dia tidak sempat bertanya
" anggap saja ini sebuah kecelakaan," kata bara masih di tuntun oleh Anton
" tidak terima kasih saya berdiri saja," kening pak RT dan Ramon berkerut mendengar penolakan Bara
ayunda keluar membawa minuman dan kue yang sempat dibuatnya tadi, dan meletakan di atas meja,
Ayunda melihat kearah Bara ' apa dia teroma dengan kejadian tadi subuh " kata ayunda dalam hati,
" kak ayu," teriak alisa sebenarnya Alisa agak takut melihat banyak orang yang berkaian serba hitam di rumah nya,
Ayunda berjalan mendekati adik, Alisa memeluk pinggang Ayunda
" kak mereka semua siapa," tanya Alisa
" ooh mereka semua datang untuk menjemput kakek bara yah," kata-kata Alisa dapat di dengar dengan jelas oleh Bara,
" kakek Bara,? eh nama saya Bara bukan kakek bara, saya tidak setua itu untuk di panggil kakek," kata bara sedikit sewot
__ADS_1
" maaf sebenarnya kami yang memberikan nama kakek bara pada kakek karna kami tidak tau nama kakek, dan kakek hanya menyebut nama bara saja,"jelas Ayunda
" Alisa di sini aja yah soalnya kakak mau ke pasar dulu sebentar," kata ayunda
tadi dia sudah memeriksa sisa uang yang di sumbangkan untuk kakek masih ada dua ratus ribu, cukup untuk belanja makanan hari ini,
" Anton telfon Agus suruh dia antar perempuan itu," kata bara, dan langsung di laksanakan oleh Anton,
Ayunda berjalan keluar untuk pergi ke pasar melihat itu Agus langsung menyalakan mobilnya dan mendekat pada ayunda
" silahkan naik non," kata Anton membukakan pintu mobil
" gak usah pak biar saya naik ojek saja," tolak ayunda
" maaf tapi ini perintah dari tuan Bara, kami bisa di marahi bila menolak," katanya, ayunda tidak berkata lagi dia masuk kedalam mobil,
sesampainya di pasar Agus memberikan amplop pada ayunda yang ayunda tak tau berapa jumlah isinya yang pasti amplop itu tebal bahkan lebih tebal dari amplop gaji ayunda saat dia masih bekerja,
" apa ini pak," tanya Ayunda
" kami juga tidak tau non yang pasti tuan menyuruh ku memberikan ini pada non," kata Agus,
" tapi saya tidak bisa terima ini pak," kata ayunda
" tapi non nanti saya di," Agus belum menyelesaikan kata-katanya ayunda sudah Mengambil amplop tersebut dan menyimpannya ke dalam tas yang dia bawa,
Ayunda masuk kedalam pasar untuk membeli yang dia perlukan, tadinya Ayunda tidak ingin mengurangi uang yang di berikan oleh Bara tapi mengingat Bara dan anak buah nya berjumlah banyak jadi terpaksa ayunda menggunakan sebagian uang yang di berikan oleh Bara
Ayunda membeli dua ekor ayam yang berukuran besar dia juga membeli beberapa kilo ikan dan sayuran lain, setelah merasa belanjaan nya cukup Ayunda keluar dari pasar
ternyata anak buah Bara yang bernama Agus Masi setia menunggu ayunda di samping mobilnya, saat melihat Ayunda berjalan kesusahan karena membawa belanjaan nya, Agus dengan sigap berlari dan membantu ayunda,
semua belanjaan yang ayunda beli di bawa oleh Agus dan di masukan kedalam bagasi mobil,
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1