
" eh ayunda bagi dong komisi nya," kata Tika padahal usia ayunda jauh lebih tua dari nya tapi dia sama sekali tak ada sopan santun nya pada Ayunda,
Ayunda sedikit bingung dengan ucapan Tika,
komisi apa yang di maksud oleh Tika,
" komisi, komisi apa Tika, aku tidak mengerti," tanya ayunda bingung
" alah ga usah pura-pura bodoh de Yun, kami semua tau kalau mereka semua itu orang-orang kaya, tidak mungkin mereka tidak memberikan komisi pada mu," kata Tika
" tapi memang benar saya tidak mengambil komisi apa pun dari mereka," kata ayunda
" dasar pembohong besar, lalu dari mana kau dapat uang untuk bisa membeli sofa secantik dan sebagus ini haa," Bu Rima mulai tersulut emosi,
" tapi memang benar bi saya tidak menerima uang sepersen pun dari mereka, dan ya sofa ini di beli saat saya tidak berada di rumah," tegas ayunda
Alisa berlari dari belakang saat mendengar suara ribut-ribut di ruang tamu,
Alisa langsung terlihat takut saat melihat BI Rima dan Tika berada di dalam rumah nya,
bi Rima berdiri lalu berjalan ke dekat ayunda,
" jangan bohong kamu, karena aku tau semua nya, bahkan tadi pagi pun kamu menerima uang dari salah satu dari mereka setelah melayani nya pasti, iya kan," kata bi Rima sambil menunjuk-nunjuk ayunda,
" bibi bicara apa sih, tadi pagi saya memang menerima uang dari mas Agus tapi saya tidak melakukan apa-apa dengan mas Agus bi," ayunda berusaha membela dirinya
" dasar wanita murahan wanita penghibur, pembawa sial, pantas kakak ku cepat mati ternyata dia tidak ingin melihat kelakuan anaknya," bi Rima terus saja mengomel
" bi jaga bicara bibi, kalau bibi datang hanya untuk membuat keributan di rumah ku silahkan bibi pergi dari sini," ayunda pun sedikit terpancing emosi
" apa,,berani kamu yah, berani kamu mengusirku dasar keponakan durhaka kamu haa," Bu Rima maju dan menjabat rambut ayunda dan menariknya, Alisa sudah menangis ketakutan di belakang ayunda, Tika juga maju untuk membatu ibu,
David yang baru sampai belum sempat membuka sepatutnya, langsung berlari saat melihat kakaknya di keroyok
" apa-apaan ini," David berusaha melepaskan tangan bi Rima dari rambut ayunda kakaknya
" kalian apa-apaan, pergi kalian dari sini sebelum saya laporkan kalian pada pak RT," ancam David,
Tampa berkata-kata lagi Bu Rima dan Tika keluar dari rumah ayunda,
" kenapa bisa begini kak, ada apa," tanya David
__ADS_1
" mereka menuduh kakak menerima komisi dari pak Bara," kata ayunda,
" tapi kakak beneran gak terima apa-apa kan dari mereka," tanya David,
" kamu gak percaya pada kakak," tanya balik Ayunda
" aku percaya pada kakak tapi, dari mana datangnya sofa-sofa ini kak," tanya David juga heran,
" pak bara membeli sofa dan spring bed yang ada di dalam kamar mu itu saat kakak ke pasar tadi pagi," jelas ayunda,
" tapi kakak sudah mengatakan padanya bahwa kakak akan segera menggantikan uang yang dia pake beli barang-barang ini," kata ayunda lagi,
" aku percaya pada kakak, sekarang kakak sama Alisa masuk yah istirahat, sebentar lagi aku akan ke pasar untuk membatu teman ku," kata David membantu meluruskan rambut ayunda yang acak-acakan akibat di Jambak oleh bibi dan sepupunya tadi,
Ayunda menggandeng tangan Alisa masuk ke dalam kamar, Alisa masih sesenggukan akibat tadi,
" udah ya de sekarang kamu istirahat nanti kamu sakit lagi," bujuk ayunda,
Alisa berbaring di atas tempat tidur masih terdengar sesenggukan keluar dari mulut nya,
Ayunda mengusap kepala ayunda anak malang yang di tinggal oleh ibu dan ayah nya saat dia masih sangat membutuhkan kasih sayang,
mata Alisa sudah terpejam ayunda yakin sekarang Alisa sudah mulai tidur tapi sesenggukan nya masih terdengar sesekali,
* * *
" sayang bangun sudah sore," suara Gilang terdengar merdu di telinga Elsa, Elsa membuka matanya dan tersenyum pada Gilang,
" aku lapar sayang keluar cari makan yuk," ajak Gilang, jari telunjuk Gilang bermain-main di wajah cantik Elsa,
" hemm bentar lagi sayang aku masih mengantuk," kata Elsa manja
" ya udah kalau kamu tidak mau aku keluar sendiri aja," ancam Gilang lalu berdiri hendak pergi,
" sayang tunggu aku juga lapar, tadi aku cuma bercanda," Elsa bangun, dengan cepat dia mengganti baju dan memakai lipstik di bibir nya lalu berlari menuruni anak tangga sambil merapikan rambut dengan tangan nya,
melihat Gilang sudah membuka pintu mobil Elsa semakin mempercepat langkahnya, hampir saja Gilang meninggalkan nya,
* * *
sesudah melaksanakan shalat Maghrib, ayunda berniat untuk keluar jalan-jalan mana tau dia dapat informasi pekerjaan,
__ADS_1
" vid, kakak mau keluar jalan-jalan sebentar yah," teriak ayunda dari depan kamar David
" iya kak," katanya,
alisa termasuk anak yang pintar dan tidak menyusah kan jadi ayunda tidak pusing tentang nya,
Ayunda berjalan keluar sendiri sambil menyapa orang yang di temui nya, tapi aneh semua orang yang di sapa seakan cuek dan acuh padanya,
Ayunda sudah berjalan agak jauh dari kawasan rumahnya, tidak sengaja dia melihat segerombolan anak muda sedang menggoda perempuan,
Ayunda mempercepat langkahnya dia ingin menyelamatkan perempuan itu, tak sengaja kaki Ayunda menginjak kayu, ayunda mengambil kayu tersebut,
" ehh lepas kan dia, atau saya pukul kalian dengan kayu ini," ancam ayunda, bukan nya takut mereka malah tertawa menertawakan Ayunda,
" hahahah adu aku Atut, hahaha," ejek salah satu dari mereka,
" Ririi," ayunda kaget saat melihat ternya Riri temannya yang sedang di ganggu oleh pereman pereman tadi,
" Ayunda,, ayunda cepat pergi dari sini,!" teriak Riri dia tidak mau ayunda terlibat seperti dirinya,
" gak Rii saya tidak akan meninggalkan mu sediri disini," kata ayunda,
" hahaha ternya dia teman mu juga, kalau begitu kita bagi dua saja dua orang Sama dia dua orang lagi sama yang ini," tunjuk pereman yang mungkin saja ketua pereman tersebut,
" tidak kalian tidak boleh menyentuh nya, kalau kalian mau biar aku saja, tapi aku mohon lepas kan dia," kata Riri
hahahha pereman-pereman tadi malah tertawa terbahak bahak,
Ayunda mengayun kayu yang di pegang nya lalu memukul salah satu dari mereka dengan sekuat tenaga, pereman itu jatuh tersungkur ke tanah lalu memukul yang satu lagi
melihat ayunda memukuli pereman-pereman itu Riri pun berusaha melepas kan diri dengan menggigit tangan pereman yang memegang tangannya,
🌻🌻🌻🌻
Hay Hay Hay
yang masih setia dengan "aku bukan wanita penghibur,"
jangan lupa dukungan kalian semua,
like like like komen komen komen vote vote vote juga gift hadiah nya,,
__ADS_1
agar otak author bisa lancar terus untuk berkarya,,🙏🙏🙏