
" Bu itu si Ayunda ngutang apa aja, heran saya belum gajian aja sok-doan mau makan enak," kata bi Rima
" ga ngutang apa-apa, semua yang dia ambil dia bayar kes, pake uang merah lagi, emang situ bisa nya cuma ngutang aja," kata Bu Iin
" haa dapat duit dari mana tu anak, ni kan belum waktunya dia gajian, saya jadi curiga," kata bi Rima terus saja mau menjatuhkan keponakannya,
" mana saya tau, eh tapi tadi dia beli deapers dewasa kira-kira untuk siapa yah," kata Bu Iin juga sudah mulai terpancing,
" haa deapers untuk orang dewasa, untuk siapa mereka kan cuma tinggal bertiga masa Alisa mau di pakein deapers," kata bi Rima bingung
tapi semakin menjadi-jadi untuk menjelekkan Ayunda
" kita samperin aja Bu di rumahnya," kata kartika,
" iya juga yah ayo tik, " kata nya pada Tika Tampa Pamit sama yang empunya warung
Bu Iin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang itu, bukannya membatu keluarga nya dia malah suka memojokkan keluarga sendiri,
" ibu curiga gak sama si Ayunda masa dia punya uang merah, dapat dari mana coba, terus lagi beli deapers untuk orang dewasa, siapa coba yang mau pake," kata Tika ngopor-ngomporin ibunya,
Bu Rima tidak menjawab dia cuma mempercepat langkahnya menuju rumah Ayunda, dia harus memastikan apa yang sedang terjadi,
Tampa memberi salam Bu Rima dan Kartika masuk ke dalam rumah peninggalan kakaknya itu,
betapa terkejutnya dia melihat Ayunda sedang memeluk kakek-kakek tua itu,
" Ayunda apa yang sedang kau lakukan, orang tak tau diri begini yah tingkah laku mu yang sebenarnya," omel Bu Rima, sebenarnya tadi Ayunda sedang menggantikan baju kakek itu sebab tertumpah makanan saat sedang di suap oleh Ayunda,
" bi Rima," kata ayunda sedikit kaget karena jeritan dari bibirnya itu,
" apa,, ketahuan kau sekarang yah, tik cepat panggil pak RT kesini, bikin malu keluarga saja," BI Rima terus saja mengomel
" assalamualaikum ", terdengar suara orang memberi salam dari luar,
" haa panjang umur dia, itu pak RT nya Bu, " kata Tika
__ADS_1
" ada apa ini," tanya pak RT heran soalnya tadi dari luar dia mendengar suara orang marah-marah,
" ini pak RT kelakuan si Ayunda sudah di luar batas, masa kakek-kakek gini juga mau di embatnya," kata Kartika sepupu Ayunda, ayunda hanya diam saja di tuduh sedemikian rupa oleh keluarganya sendiri,
" iya pak RT saya melihat dengan mata kepala saya sendiri," kata Bu Rima juga
" apa sih yang kalian bicarakan ini, tidak baik mengfitnah orang Tampa bukti apa lagi kalian ini kan keluarga," kata pak RT
" Ayunda apa sebenarnya yang terjadi," tanya pak RT,
" gak ada apa-apa pak RT cuma tadi saat saya sedang menyuapi makan pada kakek itu makanan nya tertumpah di baju kakek itu jadi saya berniat mengganti bajunya itu aja pak RT," kata Ayunda
" kalian dengar itu," kata pak RT
" haa jadi pak RT sudah tau tentang kakek tua itu," tanya Bu Rima
" Yun maaf yah bapak agak terlambat sedikit soalnya tadi di rumah ada tamu, mana ibu juga belum pulang dari pasar," kata pak RT yang membuat mata mereka berdua tambah melotot karna pak RT sama sekali tidak memperdulikan mereka,
" iya pak gak papa, " kata ayunda
" oh iya Yun tadi bapak juga sudah menelfon Ramon katanya bosnya sedang keluar kota sekarang ini jadi nanti kalau bosnya sudah datang baru dia akan kasi tau langsung," kata pak RT lagi
" ehh Yun kamu itu jangan sok-sok an mau menampung orang lain di rumah ini, kaya mampu aja kamu kasi dia makan tiap hari, kalian bertiga aja masih sering kelaparan apa lagi nambah satu," kata bi Rima karena sebenarnya dia ingin mengambil alih kakek itu agar bis meminta tebusan yang banyak
" assalamualaikum," suara Bu RT terdengar dari luar rumah Ayunda
" waalaqumsalm Bu silahkan masuk," kata Ayunda
" Yun ini perlengkapan yang bisa membatu mu mengurus orang tua itu," kata Bu RT
"pak tolong di angkat masuk semua barang-barang nya," sambung Bu RT lagi,
mata Bu Rima semakin melotot tak kala melihat Bu RT datang dengan membawa banyak barang, beras, telur, minyak, dan banyak lagi
dengan begini tidak ada lagi alasan baginya untuk mengambil alih merawat kakek tua itu, hilang sudah peluangnya mendapat uang yang banyak, dengan muka masam dia menarik tangan anaknya pergi dari sana,
__ADS_1
" Bu ini kenapa banyak sekali," tanya Ayunda heran,
" ini sekalian untuk mu dan adik-adik kamu Yun mohon di terima yah," kata Bu RT bila dulu dia selalu menolak tapi tidak sekarang karna dengan adanya kakek itu dia sementara tidak bisa pergi bekerja dulu,
" terima kasih Bu, Ayunda tak tau mau balas dengan apa nantinya, semoga kebaikan ibu akan di balas berlipat-lipat ganda oleh Allah," kata ayunda tulus,
Bu RT menyentuh wajah ayu Ayunda, betapa beruntungnya dia seandainya mau menjadi menantunya, tapi sayang dari dulu ayunda selalu menghindar dari Ramon,
* * *
di ibu kota besar Jakarta,
dalam rumah megah dan mewah seorang wanita cantik sedang duduk di atas pangkuan lelaki lain dan bercumbu mesra, yah dia adalah istri dari Bara cucu kakek yang sedang di rawat Ayunda,
" sayang kamu yakin tak meninggalkan jejak sama sekali," kata nya pada kekasih gelapnya,
" iya dong sayang, pasti sekarang kakek tua Bangka itu sudah mati kelaparan di pinggir jalan," kata lelaki yang sedang mencium bibir kekasihnya, mereka bercumbu seakan mereka itu pasangan suami istri,
" bagus sekarang kita tinggal cari cara agar bisa mendapatkan seluruh harta nya dan membuat hidup cucunya juga melarat, bahkan kalau bisa dia juga harus merasakan yang di rasakan ibu dan ayahku," katanya lagi,
yah orang tua Bara dan tua Elsa dulu punya cerita yang sangat buruk, bahkan mereka adalah saingan yang berat,
" sabar sayang kita harus main cantik agar tak ketahuan sama mereka," kata lelaki itu, sambil terus menciumi leher dan seluruh wajah Elsa,
hingga membangun kan hasrat Elsa, Elsa menarik tangan lelaki itu masuk kedalam kamar
🌻🌻🌻
jangan berfikir macam-macam yah
gak kok paling satu macam saja,😁🤭🤭✌️
author sangat sangat membutuhkan
dukungan kalian,
__ADS_1
like komen dan vote kalian sangat di butuhkan
terima kasih 🙏🙏🙏