Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
Draft


__ADS_3

Bara sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman ayunda, bagai mana pun dia tidak akan tega melihat kakeknya terus-menerus berbaring di ranjang rumah sakit,


dan kata Brayan satu-satunya obat yang ampuh untuk menyembuhkan kakek yah hanya dengan mendatangkan ayunda, bara berangkat dengan Roy dan Agus dan dua lagi anak buah Bara lain nya, karna Anton dia tugas kan untuk menjaga kakek,


dan yang lain nya lagi berada di markas menjaga mereka yang masih cedera,


perjalanan menuju kampung ayunda memang sangat melelahkan itu salah satu alasan kenapa Bara awalnya menolak untuk pergi menjemput ayunda,


* * *


di rumah sakit David kebingungan karna sudah sore tapi kakaknya samasekali belum pulang juga,


" di mana kakak mu yang biasa menemani mu di sini," sapa dokter Hendrik duduk di sebelah David,


" aku tidak tau dok dari pagi kakak ku keluar katanya ada urusan sedikit, tapi hingga sekarang belum datang juga," jelas David,


" ini buat mu," dokter Hendrik ternyata sudah memesan makan untuk David dan ayunda tapi ayunda tidak ada di sana,


" dan ini simpan kan buat kakak mu juga," dia menyerahkan satu lagi kotak makanan pada David,


" terima kasih banyak dokter," kata David menerima pemberian dari dokter Hendrik,


sejak saat dia melihat David dan ayunda di ruangan nya saat itu hati dokter Hendrik jadi tersentuh,


dia bahkan berusaha memnbatu untuk ayunda mendapatkan pengobatan gratis untuk Alisa,


" iya sama-sama," katanya lalu menepuk-nepuk pundak David


" makan lah aku masih ada pasien, berikan ini pada kakak kamu kalau dia datang," katanya lagi lalu pergi dari sana,


***


"rii saya takut rii, bagai mana kalau saya tidak berhasil," ayunda terus saja risau,


" gak ada cara lain kamu harus yakin kalau tujuan kita akan berhasil," Riri terus saja mencoba untuk meyakinkan ayunda,

__ADS_1


" ambil ini dan pakai," Riri memberikan gaun malam berwarna hitam pada ayunda,


" rii apa ini saya tidak bisa pakai baju kaya' gini," kata ayunda membuang baju yang di berikan Riri


" lalu apa yang harus kau pakai Yun," tanya Riri


" tolong berikan yang lebih sopan," pinta ayunda,


" baiklah," Riri berjalan kembali ke lemari tempat penyimpanan pakaiannya,


" kalau yang ini," Riri menunjukkan satu persatu baju yang biasa dia palai untuk mencari pelanggan,


dan setiap baju yang di tunjuk kan oleh Riri di tolak dengan gelengan kepala oleh ayunda,


" lalu kau mau pakai apa Yun, semua baju ku sudah ku tunjuk kan pada mu dan yang di hadapan mu itu lah yang paling sopan di antara baju-baju ku yang ini," kata Riri pusing di buatnya,


Ayunda memungut kembali gaun hitam yang sempat di lemparnya tadi, ayunda bergidik geli melihat gaun itu,


" tapi rii saya belum pernah pakai baju kaya' gini," kata ayunda lemas


Ayunda tampak berfikir mendengar ucapan Riri, yah mungkin memang benar dia harus sedikit berkorban untuk bebas dari sini, ayunda mengeluh lalu berkata


" baiklah," katanya, lalu mengambil gaun itu dan mengenakan nya,


David pasti menghawatirkan saya tapi tapi bagai mana cara mengabari nya, pikir ayunda


" ehh kenapa melamun lagi," tanya Riri yang melihat ayunda melamun di depan nya,


" saya memikirkan David dan Alisa, David pasti cemas memikirkan saya, tapi saya tidak tau pada siapa harus mengabari kalau saya baik-baik saja," kata ayunda


" kau yang sabar yah Yun," riri menyemangati nya, Ayunda mengangguk lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya,


ayunda keluar dengan mengenakan gaun malam di atas lutut nya,


" sekarang duduk lah aku akan mendandani mu," Riri menarik tangan ayunda lalu menduduk kan ayunda di kursi depan meja rias,

__ADS_1


Riri yang berprofesi sebagai wanita penghibur, pasti tau cara merias wajah orang karena setiap hari dia melakukan itu untuk dirinya sendiri,


ayunda yang memang sudah cantik Tampa harus menunggu lama, ayunda sudah terlihat sangat cantik padahal Riri hanya memakan mak up tipis-tipis saja,"


" selesai sekarang kau sudah terlihat sangat cantik, aku yakin semua mata nanti pasti mengarah pada mu," puji Riri tapi ketahuilah pujian Riri bagai kan hinaan bagi ayunda,


" tunggu di sini aku juga akan bersiap-siap," katanya lagi lalu berjalan menuju kamar mandi,


tok tok tok


pintu kamar di ketuk dari luar, dengan malas ayunda berdiri dan membuka pintu kamar yang di tempati oleh Riri,


" waw,, amazing," kata mami sambil bertepuk tangan,


" kau sangat cantik, kau akan menjadi primadona ku," katanya lagi


sungguh dia sangat bahagia sekarang ini karena ayunda akan menjadi pencetak uang yang banyak bagi nya,"


Tampa berkata lagi dia pergi dari sana di ikuti anak buahnya dari belakang,


" siapa yang datang Yun," tanya Riri sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil di tangannya, yah sebelum menggunakan hair dryer dia biasa mengeringkan rambut dengan handuk kecil di tangannya,


" mami," kata ayunda singkat,


Riri tersenyum lalu berkata,


" mami pasti datang untuk memastikan kau siap atau tidak,"


hemmm


Ayunda cuma bisa mengeluh mengeluh dan mengeluh, maksud nya datang mencari Riri ke tempat ini, cuma untuk meminta tolong agar masalah bisa berkurang,


tapi bukannya berkurang malah masalah nya makin bertambah,


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2