Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
pertempuran yang dasyat


__ADS_3

mata ayunda melotot saat memasuki rumah nya, dari mana datangnya sofa-sofa baru itu apa dia salah masuk rumah tapi itu tidak mungkin,


Alisa berlari dari kamar David dan langsung memeluk pinggang ayunda,


" kakak lihat mas Bara yang beli semua itu," kata Alisa menunjuk sofa baru di ruang tamu nya, pak RT dan Ramon sudah tak terlihat itu artinya mereka sudah pulang,


Alisa menarik tangan ayunda masuk kedalam kamar David, kembali ayunda di kejutkan dengan sepring bed baru yang di tempati oleh kakek dan ada Bara juga yang baring di sebelah kakeknya,


" Ayunda kamu sudah pulang," tanya kakek dengan suara terbata-bata


" iya kek," sumpah ayunda jadi tidak tau mau bicara atau berkomentar apa,


semua terjadi begitu saja, dan dia tidak tau harus berterima kasih atau marah pada Bara yang berlaku seenaknya saja di rumah nya


* * *


Elsa sampai di tempat lokasi tepat jam tujuh pagi, semua anak buah Elsa sudah siap dengan senjata di tangan mereka,


" bos biar kami saja yang menyerang mereka lagi pula mereka pasti tidak akan menyangka kita akan menyerang mereka," kata ketua anak buah Elsa yang bernama Jeki


" tidak jek aku harus ikut, kalian bisa melindungi aku bila di perlukan," kata Elsa dia sudah lengkap dengan pakaian dan senjata di pinggangnya


dulu saat dia di tinggal oleh ayahnya dia duduk di bangku SMA, sejak itu dia memendam dendam kepada Bara dan keluarga nya, dan sejak saat itu pula dia belajar bela diri, berbagai bela diri di kuasai oleh Elsa,


tapi Bara sama sekali tidak tau itu semua yang Bara tau Elsa hanyalah wanita feminim yang lema,


" oke semua sudah siap," tanya Elsa


" siap," teriak mereka semua

__ADS_1


" serannggg,,," teriak Elsa


Elsa dan anak buahnya menyerang markas anak buah Bara, anak buah Bara tidak siap dengan penyerangan itu kalang kabut, salah satu dari mereka yang berjaga di bagian luar berteriak keras memberi aba-aba bila ada musuh,


dengan sigap anak buah Bara mengambil senjata yang ada di dekat mereka dan melawan semua musuh yang datang secara tiba-tiba,


pertempuran hebat pun terjadi antara anak buah Bara dan Elsa, Elsa tak tinggal diam dia menghajar musuh yang menghalangi jalannya untuk masuk kedalam markas,


perkelahian berlangsung hingga pertahanan anak buah Bara melemah, serangan yang datang tiba-tiba di pagi hari membuat kekuatan mereka berkurang itu karna mereka semua belum sempat untuk mengisi perut mereka,


beda dengan anak buah Elsa mereka memang sudah mengisi staminanya,


akhirnya anak buah Bara tumbang semua, Elsa berlari masuk kedalam markas di mana mereka menyembunyikan Gilang,


" Gilang,, Gilang,," teriak Elsa


tembak menembak pun terjadi antara salah satu anak buah Bara dan Elsa, hingga peluru senjata mereka habis,


salah satu anak buah Bara yang di tugas kan untuk menjaga pintu kamar Gilang menyerang Elsa, perkelahian antara Elsa dan Rio anak buah Bara pun terjadi lagi, Elsa yang sudah mulai kelelahan melawan sedikit kewalahan Elsa terlempar ke tembok oleh tendangan kaki Rio,


Rio berjalan kearah Elsa dan mengangkat leher baju yang di pakai Elsa,


bukk


pegangan tangan Rio terlepas dari leher baju Elsa, Jeki datang tepat waktu dan langsung menendang Tio, sekarang perkelahian antara Rio dan jek pun terjadi kembali dua orang yang sama-sama handal dalam berkelahi berhadapan, tendang-menendang pukul memukul tangkis menangkis pun terjadi,


Elsa berjalan terpincang-pincang ke arah pintu tempat Gilang di sekap,


" ah sial ternyata pintunya terkunci aku harus cari cara agar bisa menyelamatkan Gilang," Elsa berusaha mencari kunci di sekita pintu tapi tak menemukan kunci tersebut

__ADS_1


jek pun hampir di lumpuh kan oleh Rio tapi dua anak buah jek datang membatu dan mengalahkan Rio,


" jek periksa semua kantongnya cari kunci kamar ini aku yakin Gilang pasti di sekap di dalam," kata Elsa


jaki memeriksa seluruh kantong baju dan celana Rio tapi tidak ketemu


" kata kan di mana kau menyembunyikan kunci kamar itu," tanya Jeki sambil melayangkan pukulan di perut Rio,


" hehe aku tidak tau," Rio kekeh tak mau mengatakan,


bukk jek kembali meninju muka Rio hingga mengeluarkan darah segar


" cepat,, kata kan di mana kau menyimpan kunci itu," kata jeki lagi


" cuh," Rio meluda tepat di muka jek, membuat Jeki semakin marah, dia menghajar Rio hingga tak berdaya dan jatuh kelantai,


" bos kita dobrak aja pintunya," kata salah satu anak buah Jeki


mereka bertiga bersamaan mendobrak pintu kamar tempat Gilang di sekap hingga pintu kamar itu terbuka,


Gilang di ikat di kursi mulutnya di latban sehingga dia tidak bisa berteriak


Elsa berlari menghampiri Gilang, dengan di bantu jek mereka melepas kan tali pengikat di tangan dan kaki Gilang,


Elsa memeluk tubuh lemas Gilang, rasa marah dan dendam nya bertambah besar pada Bara


dengan di bantu oleh Jeki dan anak buah nya mereka bersama-sama mengeluarkan Gilang dari sana,


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2