
Dilla melihat anak bermain dengan tenaganya.
"Qil, Bunda nyuci dulu.
tolong dijaga adik yaa"
"iya,ucap bocah 5 tahun itu yang masih asik dengan mainan ya..
tak berapa lama
aaaaaa
teriakan si kecil yang sangat keras
dengan berlari dan berteriak sisulung memanggil Dilla,
"Ndaa,,adik nangis!"
ujar bocah lima tahun itu memangil Bundanya
tak butuh lama
Dilla sudah berhasil menenangkan bocah itu
setelah anaknya tidur
Dilla melanjutkan menjemur pakain dan membersihkan dapur..
disela sela istirahat nya yang lelah setelah berkutat dengan perkejaan rumah
Dilla yang sedang berbaring diantara kedua anak nya,
"jangan keman mana?
emang nya aku kemana selama ini..
main juga gak pernah!"
gumam Dilla dengan dahi yang berkerut teringat perkataan Ferry..
Dilla kembali merapikan mainan anak nya yang berserakan di tengah rumah
tiba tiba Dilla
mendengar pangilan anaknya
"Bunda!"
seru anak sulung Dilla yang telah berjalan keluar dengan mengucek matanya..
"anak Bunda udah bangun?"
ucap Dilla menghampiri dan memeluk anak sulung nya
Dilla asik bermain dengan anak sulung dengan canda dan tawa
"hahaha ,geli nda.
ampun nda"
seru anak sulung nya saat di kelitiki Dilla
__ADS_1
"ehh ehh"
"nda adik bangun"
ucap anak sulung nya mendengar suara adiknya dan berlari kedalam kamar
"adik Abang udah bangun"
ucapnya menirukan ucapan Dilla padanya..
"ee adik Babang udah bangun"
ujar Dilla yang mengikuti anak sulung masuk dalam kamar
mereka duduk diatas kasur
bertiga dan tidur tiduran malas dengan kedua anak nya menindih tubuh Dilla bergantian seperti main perosotan..
Dilla yang melihat jam dinding telah tepat jam 4 sore..
"tunggu bentar ya,
Bunda rebus air mandi dulu!"
ucap Dilla pada kedua anaknya yang telah duduk ditepi ranjang.
tak lama Dilla sudah kembali menghampiri kedua anak nya.
"nda lapar "
ujar sisulung yang terus berlari membuka tudung saji
"nda mau telur dadar"
"Hahaha"
Dilla tertawa melihat kelucuan anak nya
"ayuk ikut Bunda kedapur"
ajak Dilla pada sisulung dengan mengendong yang satunya lagi..
"Qil!
ini apa?"
tanya Dilla pada anak nya saat lelah sampai di dapur dan mengambil tiga buah telur ayam ras.
"terur,
satu...
dua....
tiga ..."
jawab sisulung dengan menghitung telur yang ditunjukan Dilla pada nya
"ini bawang"
lanjut Dilla berucap sembari mengupas bawang
__ADS_1
"digoreng pakai miinnyaak"
lanjut Dilla melihat anak nya memperhatikan setiap pergerakan Dilla..
"goreng Nda!"
kembali bocah itu bersuara.
"iyaa
pintar anak Bunda!"
ucap Dilla sembari mencium puncak kepala anak sulung nya dengan lembut
"udah matang telurnya"
ujar Dilla yang membawa piring berisi telur menuju ruangan tengah
"hooree"
"udah matang
makan suap Bunda"
ujar anak sulungnya dengan melompat lompat kegirangan
"tunggu sini yaa, Bunda ambil nasinya!"
ujar Dilla yang menurunkan anak nya dari gendongan
sembari melangkah kembali kedapur...
"Dik sini"
ujar sisulung memangil adik nya yang tertatih-tatih melangkah kan kaki menuju Bunda mereka kedapur
tanpa digubris oleh bocah 2,5 tahun itu
"Ndaaaa
adik kedapur!"
teriak anak sulung nya yang mengikuti langkah kaki bocah 2,5 tahun dengan memegang tangan nya.
"ayo ,kita sana lagi"
ujar Dilla melangkah dengan satu tangan memegang sepiring nasi dan yang satu tangan lagi memapah bocah 2,5 tahun itu berjalan.
"aaaa,
buka mulut nya !"
ucap Dilla saat menyodorkan makanan pada kedua anak nya bergantian.
......................
...😉😉...
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
__ADS_1
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏