AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:8


__ADS_3

"Bunda itu ayah!"


Lanjut putra sulung kepada Dilla sembari mengarah telunjuknya kepada orang yang sangat dikenalnya..


Dilla membayar semua jajanan yang telah di ambil anak nya.


setelah membayar Dilla mengurai langkah dengan anak nya ingin menemui Ferry yang sudah berada kembali di depan toko elektronik.


Dilla tidak melihat ada niat dari Ferry tuk mencari keberadaan nya dengan anaknya yang tadi ditinggalkan di depan toko..


malah asik berbicara dengan teman nya


saat itu terukir kesedihan dan kekecewan dari wajah Dilla yang masih membimbing tangan anak nya berjalan.


"ternyata kamu tidak menghawatirkan aku dan anak anak mu "Ferry!"


lirih Dilla dalam hati.


Dilla yang masih menggendong anak nya berumur dua setengah tahun


mengikuti langkah anak sulungnya yana berumur 5 tahun dengan pelan hingga sampai didekat Ferry.


Ferry hanya melihat tiga orang itu sekilas dan meneruskan perbincangan dan candaan dengan temanya tampa memperhatikan anak sulungnya yang memangil


"Ayah"


dan Dilla istrinya.


Dilla mersakan kehadiran nya dengan anaknya tidak diharapkan


"Ferry ,kami balik dulu yaa"


seru Dilla yang masih memegangi tangan anak sulungnya


dengan entengnya Ferry berkat


"iya,


udah puas mainnya?


hati hati!"


seru Ferry dengan melangkah dan memegang kepala putra sulungnya


"pulang dulu ya sama Bunda nantik Ayah pulang"


lanjut Ferry dan mencium kepala anaknya yang sedari tadi dalam gendong kain di badan Dilla.

__ADS_1


Dilla memutuskan tuk kembali pulang Dengan angkot bersama anak nya..


"sungguh tidak ada sedikitpun perhatian nya"


ujar Dilla dalam hati


dengan mata yang berkaca kaca memperhatikan kedua anaknya..


"Bunda,tolong bukakan!"


ujar putra sulung nya menyodorkan


makana yang dibelinya tadi


Dilla membantu putranya yang masih menatap kearah putranya


"kasihan kamu nak,


kamu masih kecil belum memahami apa apa...!


kembali hati Dilla berbisik perih yang tertahan saat melihat putra yang sedang memakan Snack kesukaan nya.


tak lama Dilla telah berada kembali dirumah semi permanen miliknya bersama kedua buah hatinya..


kedua anaknya kini tertidur karean marasa lelah..


"sebenarnya apa yang terjadi?


bukan kah kata Ferry dia yang menjalankan toko itu setelah aku memberikan uang?"


gumam Dilla dengan suara yang berbisik


sembari memijat kepalanya yang tidak sakit.


"aku harus bertanya pada Ferry..


uang segitu tidak sedikit!


klo hanya akan tetap menjadi bawahan adik nya tuk apa aku memberikan bantuan segitu banyak tanpa ada titik terang!"


Dilla sangat kesal dan memendam kekecewan pada Ferry


karena merasa telah dicurangi.


kembali ingatan Dilla melayang saat Ferry manggadai kan dua buah angkot tambangan kota yang Dulu diberikannya tuk Ferry..


tanpa sepengetahuan nya ..

__ADS_1


kini Dilla mulai mersakan kecurigaan atas sikap dan sifat Ferry yang tidak jujur dan terbuka padanya..


bukanya Dilla hitungan hitungan..


tapi Dilla mau memodali Ferry karena beranggapan


kalo Ferry berdiri sendiri tanpa dibawah tekanan orang


maka anak anaknya juga yang menikmatinya.


lagian Dilla tak ingin suaminya selalu direndahkan..


dan mersa rendah diri.


tapi Ferry lebih mementingkan saudara dan orang tuanya


tanpa melihat dan mempedulikan semua maksud dan tujuan dari Dilla selama ini..


karena dalam pikiran Ferry apa yang dibutuhkan sekarang terpenuhi dan baru dipikir untuk esok.


tanpa sadar Dilla telah meneteskan air mata nya


karena begitu banyak luka yang menyeruak dari dalam hati nya.


Dilla yang berurai air mata mentap kedua anak nya dengan sangat sedih.


"kamu pembohong dan penipu Ferry"


ucap itu terlontar dari mulut Dilla.


Dilla yang sangat lelah memilih berbaring diantar kedua anak nya.


......................


...😉😉...


𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑽𝑶𝑻𝑬, 𝑷𝑶𝑰𝑵, 𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 😉😍🤩


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝑳𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝑬𝑹𝑰 𝑹𝑨𝑵𝑻𝑰𝑵𝑮 𝒚𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒌𝒖


🙏🙏🙏


𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑶𝑴𝑬𝑵 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒔𝒐𝒑𝒂𝒏 😘😘😘


𝑨𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈.


🤭🥰🤗🥳🌞

__ADS_1


__ADS_2