AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:29


__ADS_3

Saat ini Dilla dengan bayi perempuan nya telah berada dirumah semi permanan,


setelah 30 menit menyelusuri jalan raya dengan mobil Hijet 1000 warna merah,


Tapi sebelum sampai dirumah dirumah,


Diseparoh perjalana,


"Ferry tolong kamu antar Ibu pulang dulu!"


Seru Buk Ida yang tak lain adalah mertua Dilla.


Buk Ida melirik Dilla yang duduk dibelakang melalui kaca spion dengan tatapan yang tidak menyenangkan.


Dilla yang menyadari sedari tadi diperhatikan oleh mertuanya,


tidak mau ambil pusing.


Dilla malah menyibukan dirinya dengan ketiga anaknya yang duduk satu bangku panjang di bagian belakang.


Dilla lebih memilih tuk menyusui putri kecilnya yang masih hitungan hari lahir ke dunia penuh tipu daya.


"Ferry, kamu tidak mampir dulu?"


tanya Buk Ida pada anaknya,


saat mobil Hijet merah telah berhenti di depan rumah orang tua Ferry.


"Nanti aku kesini,


Aku antar mereka pulang dulu."


balas Ferry sembari melirik melihat ke bangku belakang.


Dilla yang mendengar pembicaraan Ibu dan anak itu tidak mau ikut campur dan sangat malas.


Setelah Ibu Ida turun,


"pindah depan Quil,sempit dibelakang."


Panggil Ferry pada putra sulungnya,


Mobil melaju menuju rumah semi permanen.


Sekarang Dilla dan ketiga anaknya telah berada dalam rumah.


Dilla membaringkan bayi perempuannya diatas kasur kecil yang dulu pernah bergiliran Quil dan Eno memakainya sewaktu bayi.


Ferry tengah sibuk menurunkan barang bawaan dari rumah sakit.


Ferry yang baru masuk melihat Dilla yang ikut berbaring disamping Bayi perempuan itu,


Dengan raut wajah kesal dan mata menyipit Ferry melihat Dilla.


"Tolong lah kamu bawa kedalam yang telah aku turunkan itu!"


ujar Ferry dengan ketus.


Dilla tidak menggubrisnya,


Dilla memilih untuk tetap berada disamping putrinya.


karena sesungguhnya Dilla saat ini sedang menahan rasa ngilu di bekas jahit paska melahirkan Cesar,


Tapi Dilla tidak menunjukkannya pada Ferry.


"percuma aku cerita sama kamu,toh akhirnya kamu juga tidak akan percaya!"


Gumam Dilla dalam hati dan melihat pada putra sulungnya.


"Quil, tolong bawa perlengkapan Adik kedalam.


Bantu Bunda ya Nak!"


Ucap Dilla lembut pada anak sulungnya sembari memohon dan mersa iba serta kasihan pada putra sulungnya karean telah banyak menanggung beban yang tidak seharusnya diumur yang masih anak anak.


Selama dirumah Quil yang sering membantu Dilla dalam mengurus adik perempuannya.


terkadang tengah malam Quil terbangun melihat Dilla yang meringis menahan perih bekas operasi Caesar,

__ADS_1


"Bunda kenapa?"


tanya bocah laki laki itu dengan suara serak melihat Bundanya yang seperti menahan tangis.


"Bunda tidak kenapa napa.


Kenapa bangun?


tidur lah lagi!"


ucap Dilla sembari mengusap kepala anak sulungnya.


Melihat Dilla yang berinsut,hendak kekamar madi tuk mengganti pakaian,


"Bunda kemana?"


kembali Quil duduk dan bertanya melihat Bunda nya yang telah duduk ditepi ranjang


"Bunda kekamar madi ,Tolong lihat kan adik sebentar."


titah Dilla pada anaknya.


karena kebiasaan Ferry yang lebih memilih dirumah Ibunya semakin menjadi jadi,


malah Ferry kadang tidak pulang malam semenjak Dilla melahirkan anak ketiga,


terkadang Ferry pulang pagi saja dan itu hanya sebentar.


"Fer, tolong bantu mencuci,


pakaian banyak yang kotor!"


ucap Dilla dengan hati hati setelah melihat Ferry yang duduk santai setelah pulang dari rumah Ibunya. saat ini Ferry sedang bercanda dengan kedua anak laki lakinya sembari menghisap rokoknya.


Ferry meangkat kepalanya saat dengar ucapan Dilla.


"mmm,


nanti!"


balas Ferry singkat dengan raut wajah kesal.


Hari hari Ferry semakin menunjukan kesalahannya,


Ferry yang mersa Dilla bisa sendiri, semakin bersikap cuek dan terkesan tidak peduli.


Terkadang Ferry tidak mempedulikan makanan untuk Dilla dan anak anaknya,


Dilla yang sudah mulai jengah dengan sikap Ferry,


mencoba meminta modal tuk membuka warung kecil di samping rumah,Agar bisa berusaha sembari menjaga anak anak.


Semenjak Dilla melahirkan,


Setiap hari Ferry yang mengantar Quil kesekolah.


Terkadang Ferry sangat kesal jika pagi pagi sudah harus bangun mengantar Quil sekolah.


"Pan....k"


Umpat Ferry saat dibangunkan oleh Dilla Karana Quil telah siap dan rapi.


"An....g,


menyusahkan saja."


kata kata Ferry sembari menyalakan motor.


Quil,yang mersa malu saat Ferry berteriak sumpah serapah di lampu merah hanya bisa mengais menahan malu..


Saat ini warung kecil Dilla sudah mulai rame,


Dengan entengnya Ferry berkoar,


kalo dialah yang telah memodali Dilla tuk buka warung.


"coba pikir kurang apa Aku,


Aku modali dia bukak warung."

__ADS_1


cerita Ferry pada orang tuanya dengan sangat bangga,


Bagi orang tuanya malah disampaikan pada orang orang sekampung kalo anak nya sangat bertanggung jawab.


Hari hari berikutnya Ferry 5idak lagi memberi uang jajan pada kedua anaknya.


"makan saja yang ada di warung itu,tuk apa jajan jajan!"


seru Ferry pada anaknya saat mintak uang jajan.


"Kamu bikin saja yang ada di warung itu tuk makan sehari hari.


lanjut Ferry pada Dilla,


"Tanpa kamu suruh,toh selama ini,


kan memang seperti itu!"


saut Dilla yang tidak pernah mendapat nafkah lahir.


"kurang ajar kamu,menjawab perkataan ku!"


umpat Ferry yang tersulut emosi.


"Dadar An...g,tidak berguna!"


lanjut Ferry mengumpat Dilla.


"kalo Aku An...g,


bararti kamu juga An....g."


timpal Dilla yang tidak mau disamakan dengan hewan kaki empat.


Hari hari terus berlalu dengan segala perselisihan dan percekcokan,


Ferry yang telah hampir tidak pernah lagi memberikan nafkah lahir dan batin pada Dilla,


hanya sering memberikan penderitaan dan luka yang tidak berdarah dari setiap umpatan dan perkataan kasar yang dilontarkannya pada Dilla.


Dilla yang telah semakin kecewa dan hancur dengan rumah tangga yang tidak harmonis,


mencoba bertahan demi anak anak.


...****************...


......................


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2