
Ferry terus datang menemui anak anaknya.
Ferry pun kembali menunjukan sikap yang baik serta mengajak Dilla untuk rujuk.
Semula Dilla tidak bergeming,
Tapi mendengar permohonan ketiga anaknya Dilla luluh.
Dilla memaafkan dan menerima Ferry kembali.
Selama bersama Dilla tidak ada niat untuk satu ranjang dengan Ferry,
Dilla memilih bersama hanya demi anak anak.
Saat Ferry mendekat dan ingin meminta haknya Dilla selalu mengelak karena teringat akan sikap Ferry yang terdahulu selalu membandingkan ya dengan wanita wanita di luaran yang bisa memberikan Ferry ke bahagian terlebih Dilla teringat akan penyakit Ferry yang pernah mengudap penyakit raja singa kalo di istilah medis sifilis.
Laki laki yang mengidap sifilis, biasanya karena sering Gonta ganti pasangan dalam berhubungan intim dan tidak bersih.
Ferry yang sering menerima penolakan kembali berlaku kasar pada Dilla,
terlebih Dilla tidak mau sedikit pun membatu perekonomian Ferry.
Hingga Ferry semakin frustasi dan menyimpan kebencian yang mendalam pada Dilla.
Selama enam bulan mereka kembali bersama,
tapi Ferry kembali sifatnya yang kasar dan selalu menilai semuanya dengan uang.
Selama enam bulan Ferry bertanya masalah uang kepada Dilla,
Ferry kembali malas malas jika Dilla telah melampaukan semua beban Ferry.
Dilla yang sudah faham dengan watak Ferry tidak sedikit pun mau berbagi,
malah Dilla juga menuntut kebutuhan tuk anak anak.
Hingga Ferry mersa terbebani kembali bersikap kasar.
"kamu itu tidak berguna,
hanya membawa kesialan."
ucap Ferry pada Dilla dengan kasar yang disaksikan kembali oleh ke-tiga anaknya.
"Kamu itu tidak ada artinya bagiku,
Ibu ku yang utama,kamu dan anak anak mu hanyalah beban!"
kembali Ferry berkata hingga membuat Dilla geram.
"Ya sudah pergilah kamu pada Ibu mu!"
usir Dilla dengan tegas
"Iya, karena Ibu ku segalanya.
Timpal Ferry membalas Dilla
"sekarang kamu sudah aku talak,
tidak ada lagi kepentingan diantara kita."
ucap Ferry dengan emosi yang meledak.
"memang tidak bisa kita terus bersama kali kamu terus dibawah bayang bayang ibumu.
Lebih baik kamu berbakti pada Ibu mu.
karena aku bisa jadi mantan.
__ADS_1
tapi mantan Ibu tidak akan pernah ada."
ucap Dilla panjang lebar yang sudah jengah terus berada diantara mertuanya yang tak lain Ibu Ferry.
terlebih Ferry yang tidak bisa mengambil sikap Yang adil.
"kalo kita terus bersama,maka akan sering menyakiti diantara kita.
sekarang hanya masalah anak yang ada diantara kita."
lanjut Dilla yang telah mantap untuk berpisah
dengan Ferry.
"Ya Aku terima semua talak mu hingga putuslah semua ijab-kabul yang pernah kamu ucap sebagai halalnya aku bagi mu dulu, dan pergilah kamu dari sini!"
Terima Dilla sembari mengusir Ferry.
Ferry yang saat itu, tidak menyngka akan mendengar kata-kata itu dari mulut Dilla, sangat merasakan kecewa.
"Quil, lihat aku di usir oleh ibu mu!"
teriak Ferry pada anak nya sembari mengemasi semua pakainya yang tersusun rapi dalam lemari.
Dilla walau diperlakukan kasar oleh Ferry, Dilla masih ikhlas merapikan semua pakaian kotor yang Ferry tinggalkan setelah mandi.
Dilla malah tidak memperdulikan teriakan Ferry pada anak anak nya yang seolah-olah dia sangat tersakiti.
malahan Dilla dengan senyum yang mengembang dibibirnya membantu mengambilkan pakaian Ferry yang masih terjemur sehabis dicuci Dilla.
Dengan wajah yang kesal, bercampur sedih Ferry melangkah keluar rumah dengan membawa semua pakainya.
Didalam hati Ferry berharap akan dipanggil dan Dilla memohon agar dia tida pergi.
Tapi harapannya pupus karena Dilla memilih tuk tidak memperdulikan dan melanjutkan pekerjaannya yang masih terbengkalai.
"Ayah, pergi Quil.
jaga lah adik adik mu"
ucap Ferry pada sisulung tapi matanya melirik Dilla.
Dilla tidak bergeming
setelah Ferry pergi, Dilla menutup pintu dan memeluk ketiga anaknya sembari tersenyum.
"sekarang kita hanya berempat,"
sembari mencium kepala anaknya secara bergantian.
"Ayo semangat, tidak akan ada yang berubah, karena ada TUHAN selalu bersama kita."
lanjut Dilla pada ketiga anaknya.
Hari terus berganti, Dilla dan ketiga anaknya menjalani hidup dengan semangat, ketiga anaknya tidak merasakan kehilangan Ferry sosok ayah mereka.
Semenjak itu tidak ada lagi hubungan antara Ferry dan Dilla.
Lenyap lah semua cinta diantar mereka,yang tersisa dari mereka berdua hanya ketiga anak mereka sebagai bukti kalau mereka pernah besama.
Sesekali Ferry memberi ketiga anaknya uang belanja hanya lima belas ribu tuk satu Minggu.
Dilla dan ketiga anaknya hidup bahagia,
mereka hidup tidak berlebih tapi mereka cukup dari usaha Dilla dan bantuan dari saudara Dilla beserta teman teman Dilla yang prihatin dengan kondisi Dilla harus memenuhi kebutuhan anak anak yang masih kecil sendirian.
seiring waktu, banyak pria yang datang mendekat dan tertarik pada Dilla.
Dilla selalu menolak setiap pria yang datang tuk bisa dekat dengannya.
__ADS_1
Karena Dilla sudah mantap dan yakin akan membesarkan ketiga anaknya.
Dilla pun sudah lelah tuk berumah tangga karena merasa tidak akan ada yang tulus kelak pada anaknya.
Sedangkan Ferry Ayah kandung bagi ketiga anaknya malah menyia nyiakan anak nya.
Dilla lebih memilih mencurahkan suruh kasih sayang dan perhatian kepada anak yang telah dititipkan Tuhan padanya.
Hingga Quil lulus kelas 6 SD,
Dilla hidup bahagia berempat dengan anak nya.
Quil,Eno dan Adis yang santun dan patuh pada Dilla,membuat Dilla semakin bahagia menjalani semua takdir yang telah digariskan Tuhan dengan ikhlas.
Kini mereka berempat,Ibu dan anak itu hidup bahagia dan kegembiraan.
...****************...
......................
...πππ...
π»πππ.....
π ππππππ‘ ππππ...
ππ
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ.....
ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ
ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π......
ππ€©π
ππππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΌππ΄ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
π‘πππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’π πππ ππππππππ π πππ‘π π ππππ!
πππ
ππππππ ππ’ππ ππππππππ¦π
π€π€π€π€π€
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ.
π₯°π€π₯³π
πππππππππ ππ ππππ π¦πππ π‘ππππ ππππππππ π ππππππ
ππ
β’
...TAMAT...
β’
***Terimaksih bagi sahabat yang telah setia membaca karya saya,
jangan lupa mampir pada karya saya yang lain.
Mohon maaf jika ada dari kalimat kalimat saya yang tidak berkenan.
ππππ***
__ADS_1