AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:20


__ADS_3

Dilla yang merasa tidak enak bandan memilih untuk tiduran, sembari menemani kedua bocah laki laki yang asik didepan televisi menonton film kartun.


Tak terasa semburan warna jingga mulai menampakan pancaran matahari yang sangat indah,


Sebagai tanda berpamitan dengan penduduk bumi untuk kembali ke peraduannya.


Dilla yang menyadari pergerakan waktu telah merangkak petang,


"sudah mulai petang!"


tutur Dilla melihat jam yang menempel didinding rumah, sembari berusaha bangkit dari tidurnya,


karena merasakan tubuh yang sangat malas.


Dilla berusaha tuk bangun dengan segala kemalasan yang dirasakan tubuhnya, untuk menutup gorden jendela jendela kecil yang menjadi pemanis rumah semi permanen miliknya.


"Duh,tuk menutup gorden pun sangat malas rasanya!"


kembali Dilla bergumam sembari menyandarkan tubuhnya di Diding rumah.


Setelah shalat Maghrib,


Dilla kembali memberi makan kedua bocah laki laki yang selalu menjadi penyemangat dan sumber tenaga dalam hidupnya.


Setelah selesai makan,


Dilla mendampingi putra sulungnya mengerjakan pekerjaan rumah yang tadi diberikan oleh guru kelasnya.


"Quil,ayo kerjakan PR nya!"


ajak Dilla pada bocah laki laki yang sehabis makan telah kembali mendudukan tubuhnya didepan televisi.


Quil,yang mendengar panggilan wanita yang melahirkan nya,


Bocah laki laki itu bergegas berdiri dan menghampiri Dilla.


"Bun,tas sekolah Ku?"


tanya bocah laki laki itu saat berdiri didepan Dilla.


Dilla yang menyadari kalo tadi telah mengantungkan tas putra sulungnya disalah satu paku yang tertancap cukup tinggi.


"o iya, tas nya sangat tinggi!"


lirih Dilla sembari menatap putar sulungnya dengan senyum.


"Bentar, Bunda ambilkan."

__ADS_1


lanjut Dilla dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya yang terlihat pucat.


tak lupa Dilla mengusap kepala anaknya dengan lembut.


Tepat kumandang Adzan waktu isha,


perkerjaan rumah Quil juga tuntas.


"selesai!"


ucap Dilla pada putra sulungnya


"anak bunda pintar."


lanjut Dilla memuji anak nya,


sembari mencium puncak kepala bocah laki laki itu.


Setelah Dilla selesai melaksanakan Shalat isha dan membaca kitab suci Al-Qur'an.


"ayo sayang kita tidur!"


ajak Dilla pada kedua anaknya sembari mematikan televisi yang telah hidup seharian.


Dilla terus bergerak mematikan lampu yang menerangi tengah rumahnya.


Kedua bocah laki laki yang menyari Dilla Akan mematikan lampu tengah rumah dengan sigap berlari menuju kamar mereka,


kini telah tertidur pulas.


Dilla pun ikut menyusul kedua buah hatinya untuk mengarungi samudra mimpi.


Dilla yang sedari tadi mersa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya,


Dilla tidak bisa tidur dengan nyenyak.


tiba tiba terbangun karena merasa pengen buang air kecil.


"kenapa harus tiap sebentar kebangun tuk buang air kecil?"


Gumam Dilla dalam hatinya,


karena baru sebentar tidur dan terbangun lagi karena tuntutan kekamar mandi.


Tepat jam dua belas malam Dilla kembali terbangun setelah mendengar ketokan pintu rumah,


yang tak lain kalo itu petanda Ferry suaminya telah datang.

__ADS_1


Dilla yang telah paham,


kalo Ferry pulang jam segini pasti sudah makan malam ditempat ibunya,


Dilla yang juga mersa tubuhnya tidak nyam memilih tuk kembali kedalam kamar.


"Ferry,aku mersa tidak enak bandan."


ujar Dilla sembari membaringkan tubuhnya diatas kasur dan tak lama juga disusul oleh Ferry yang juga telah mengantuk.


Melihat Dilla yang sedari tadi bolak balik kekamar mandi,


"Kamu kenapa sih?


dari tadi mondar mandi!"


tanya Ferry yang merasa terganggu dengan pergerakan Dilla.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2