
malam semakin larut
Ferry kembali pulang kerumah semi permanen yang ditempatinya bersama Dilla
tok..tok..tok...
Dilla tebangun dari tidur.
matanya yang masih terasa berat
Dilla duduk dipinggir tempat tidur
"kamu Fer?"
tanya Dilla yang melangkah ke depan pintu.
"iya!"
seru Ferry singkat
saat pintu terbuka.
"maaf membangun mu"
ujar Ferry melangkah masuk dan melihat anak anaknya..
"gak papa,
aku belum tidur benar"
ujar Dilla
"apa kamu udah makan Fer?
lanjut Dilla
"udah ditempat Ibu"
jawab Ferry
"oo,"
ucap Dilla singkat.
"ya udah ayok tidur!"
ajak Ferry melangkah kedalam kamar yang diikuti Dilla dari belakang..
Ferry mengambil baju tidur dalam lemari kayu dan menggantinya.
mereka tidur berempat
tak butuh waktu lama Ferry sudah tertidur dengan pulas.
Dilla masih belum bisa tuk tidur kembali dan melihat Ferry seta anaknya secara bergantian..
tak lama Dilla juga menyusul ketiga cowok disebelah nya tidur menyusuri alam mimpi..
tepat pukul 6.00
dilla terbangun bersama anak anak nya
Ferry masih tidur.
"Bunda mamam"
ujar si sulung yang berlari menghampiri Dilla yang sedang memasak di dapur..
__ADS_1
"iya,bentar ya
dikit lagi matang!"
ujar Dilla pada putra sulungnya dengan jongkok mensejajarkan tinggi dengan putranya..
"ma..ma..mam"
oceh anak yang baru berumur 2,5 tahun
"bentar dek,,ntar lagi Bunda siap"
ucap putra sulung yang asik main dengan adik nya..
pagi ini Dilla membuat tumis bayam dan telur ceplok..
"ayok makan sayang"
ujar Dilla pada kedua anak nya dengan membawa satu piring penuh nasi dan sayur bayam serta telur ceplok..
silih berganti Dilla menyuapi anaknya makan,,
mereka makan satu piring bertiga..
"enaak?"
seru Dilla disela sela makan anaknya
"enak Nda"
balas sisulung yang meanggukan kepala masih asik dengan mainan nya
"nak nak"
lanjut putranya yang masih kecil dengan nasi yang berserak keluar dari mulutnya
"mpah"
ocreh nya
Dilla tertawa
hahaha
saat mendengar perdebatan dari kedua anak laki lakinya.
tepat jam 9 Ferry bangun dan memeluk kedua anak nya
dan mencium kedua anaknya.
"Ayah, tidurnya lama!"
ucap sisulung yang berada diatas paha Ferry katena ingin di peluk..
"Ayah mandi dulu,"
ujar Ferry mendirikan anak nya,
sesampai dikamar mandi
"Dil tolong handuk!"
teriak Ferry karena lupa membawa handuk
"ini "
ucap Dilla yang membawa handuk berdiri di depan pintu kamar mandi..
__ADS_1
setelah Ferry berpakaian rapi
"makan Ferry?"
tanya Dilla karena Ferry jarang makan dirumah dan lebih sering makan dirumah Ibunya..
"ngak kasian Ibu sudah masak.
makan ditempat Ibu saja!"
jawab Ferry santai.
Dilla yang telah terbiasa tidak masalah baginya..
melihat Ferry yang masih duduk dengan mengisap rokoknya
Dilla menghampiri
"Ferry,jangan marah ya!
"kenapa toko itu masih Noril yang duduk disana, bukankah sudah jadi punya kita?
tanya Dilla dengan hati hati
berhasi membuat Ferry membuat Ferry mengerutkan dahinya.
"Dia cuma duduk aja disitu,karena
tokonya sepi"
ujar Ferry tanpa melihat Dilla yang masih melihatnya.
"kamu percaya saja lah sama aku!"
lanjut Ferry
"mobil pickup komando itu.
yang kamu bilang kemarin itu ya!".
lanjut Dilla pelan
"iya,tapi aku parkir ditempat Ibu"
balas Ferry yang sudah kesal karena tidak nyaman dengan pertanyaan Dilla.
"kamu kayak gak percaya,
aku pergi dulu,,
jaga anak anak dirumah ngak usah kemana!"
lanjut Ferry dengan raut wajah kesal keluar dari rumah semi permanen.
Melihat Ferry yang telah pergi tanpa berpamitan dengan kedua anaknya,Dilla merasa getir..
Dilla hanya mengajak anak main di tersa rumah semi permanan nya sebentar dan kembali masuk dalam rumah menghidupkan televisi.
......................
...😉😉...
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
__ADS_1