AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:26


__ADS_3

Dilla yang terisak menahan tangis,karean meras sangat takut atas kemarahan saudaranya.


Kembali Dilla teringat dengan semua ucapan saudaranya yang mersa kecewa atas sikap Ferry ayah dari anak anaknya.


Dilla semakin bingung bagai makan buah simalakama.


flashback on


Saat anak Dilla yang nomor dua sakit,


Dilla tidak memiliki biaya untuk sekedar memasukan anaknya kerumah sakit karean harus dirawat.


Malam itu Dilla menghubungi nomor kakaknya karean tertahan didepan rumah rumah sakit Karan tidak bisa membayar uang pangkal.


"kamu carilah pinjaman pada saudaramu,kareana aku tidak ada tempat meminjam"


ucap Ferry masih pada Dilla tanpa berusaha.


Dilla yang sangat mengesankan kondisi putranya menghubungi kakak nya.


πŸ“±Dilla.


"assalamualaikum kak,


Kak bisa Aku pinjam uang?


Eno sakit dan butuh biaya."


πŸ“±kakak.


"Bukan kah baru seminggu ini Aku mengirimkan belanja untuk kamu dan anak anak."


ucap kakak diseberang dengan segala kekagetannya saat mendengar kalo keponakanya tertahan didepan rumah sakit karena tidak memiliki biaya.


πŸ“±Dilla.


"iya kak, tapi...


maafkan saya kak!"


πŸ“±kakak.


"Ayahnya mana?


kenapa dibiarkannya Eno tertahan didepan rumah sakit?"


Dilla tidak bisa menjawab pertanyaan kakaknya,


Dilla hanya bisa terdiam dan sesekali terdengar Isak tangis.


karean uang yang selama 8ni dikirim saudaranya selalu diambil oleh Ferry.


saat ini Rul saudara laki laki Dilla berada di samping kakak yang tengah berbicara dengan Dilla.


Rul,segera Mentransfer uang melalui mobile banking.


πŸ“±kakak.


"Ya sudah.


Itu sudah ditransfer oleh Rul.


sekarang tolong urus ponakan ku."


sambungan terputus.


selang seminggu Eno dirawat dirumah sakit.


Kakak Dilla kembali menghubungi untuk mencari kabar kesehatan ponakanya.


πŸ“±kakak.

__ADS_1


"bagai mana kea


sehatkan Eno?"


πŸ“±Dilla.


"sudah Mulai membaik kak,


mungkin besok sudah bisa pulang."


πŸ“±kakak.


"sakit apa Eno kata Dokter?"


πŸ“±Dilla.


"sakit tepes"


πŸ“±kakak,


"setelah Eno pulang,


Aku tunggu penjelasan dari kamu Dilla."


ucap kakak dengan tegas yang membuat darah Dilla berdesir dan gugup.


πŸ“±Dilla.


"Iya kak"


pembicaraan berakhir,sambungan telpon terputus,


Dilla masih melihat layar HP meredup dengan perasaan yang campur aduk.


Setelah Eno sembuh.


Dilla menceritakan dan menjelaskan semuanya pada saudarNya,


"kenapa kamu sangat bodoh!


untuk kedepannya aku tidak akan Mentransfer 7ang lagi ke rekening bajing an itu."


Ucap saudara Dilla yang telah tersulut emosi.


"Untuk sementara,sebelum kamu punya rekening,


Aku akan memenuhkan isi kulkas,agar keponakan ku tidak kekurangan."


Lanjut saudara Dilla yang tidak lagi menaruh rasa percaya pada Ferry yang notebene nya suami Dilla.


sudah hampir tiga bulan Ferry tidak mendapatkan transfer uang,


"Dilla,kenapa Rul sudah tiga bulan tidak transfer,


Apa dia lupa?"


Tanya Ferry tidak tau malu.


Dilla yang tidak ada niat berbohong,menceritakan segalanya pada Ferry tanpa ada yang disembunyikan.


Semenjak itu Ferry berubah sangat dratis.


Ferry tidak lagi memberikan perhatian kepada Dilla dan anak anaknya.


Ferry selalu kesal jika berhadapan dengan Dilla,


Ferry akan bersikap manis saat dia akan meminta haknya saja.


flashback off.


πŸ“±saudara

__ADS_1


"Yasudah,nanti aku transfer.


sekarang aku lagi sedang di bengkel."


ucap saudara Dilla yang telah mulai melunak mendengar Isak Dilla yang sangat pilu menyayat hati.


πŸ“±Dilla.


"terimkasi"


Lirih Dilla dengan sangat pelan.


πŸ“±saudara.


"jaga Dirimu dan keponakan ku baik baik"


lanjut Saudara Dilla sebum sambungan telpon terputus.


Dilla yang sangat kecewa dengan Ferry.


"kamu laki laki yang tidak bertanggung jawab,


kecuali menanam benih di rahim ku."


Bisik Dilla sangat pelan yang bisa terdengar oleh Ferry tapi tidak begitu jelas.


"Bagai mana?"


tanya Ferry dengan Enteng tanpa tahu malu.


Dilla tidak menjawab, malah menatap Ferry dengan tatapan yang sulit diartikan.


Ferry hanya mendengus dan tersenyum licik dari sudut bibirnya.


...****************...


......................


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰

__ADS_1


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2