AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:27


__ADS_3

Setelah melunasi tunggakan BPJS.


Dilla mencoba menghubungi sahabat nya yang berkerja dirumah saki Γ—Γ—Γ—,


berniat mintak bantuan.


karean saat periksa kandungan dulu,


Dilla selalu bercerita semua kesedihan dan luka tak berdarah yang dialami oleh Dilla.


Rozi yang mersa prihatin mendengar curhat Dilla,


"Nanti kalo kamu mau bersalin jangan lupa menghubungi ku!"


ujar Rozi sebelum meninggalkan Dilla diruang periksa.


Karan Rozi akan melanjutkan pekerjaannya, dengan pasien pasien yang berada diruangan inap.


Dilla mencari kotak Rozi yang tersimpan di Hpnya.


πŸ“±Dilla.


"assalamualaikum Rozi."


πŸ“±Rozi.


"waalaikum salam.


apa sudah ada jadwal bersalin mu?"


tanya Rozi tanpa menunggu ucapan Dilla.


πŸ“±Dilla.


"Sudah Zi."


ucap Dilla dengan menyebutkan tanggal yang telah ditentukan oleh Dokter spesialis kandungan yang memerikasa Dilla selama sembilan bulan ini.


Rozi yang telah mengetahui kondisi dan kesulitan Dilla selama ini,


πŸ“±Rozi.


"Tenang saja,semuanya akan Aku persiapkan!"


ucap Rozi dengan tulus,


Dilla mersa terharu dengan suara yang sangat berat.


πŸ“±Dilla.


"terimakasih ya Zi."


ucap Dilla dengan suara yang bergetar.


πŸ“± Rozi.


"kamu jangan terlalu banyak pikiran,


persiapan semuanya,

__ADS_1


aku tunggu disini."


lanjut Rozi memberi semangat pada Dilla.


sambungan terputus,Dilla masih dengan mata yang berkaca-kaca menatap layar HP yang telah meredup.


stelah semuanya beres,


Dengan sombong dan congkak Ferry berujar kalo Dia lah yang telah melunasi semua tunggakan BPJS.


kepada Ibu dan Bapak nya.


Ferry juga mengatakan kalo dia telah menghubungi sahabatnya yang bertugas dirumah sakit xxx.


mendengar penuturan Ferry,


orang tuanya memandang sinis pada Dilla.


"Untung Ferry pandai bergaul,"


ujar bapak Ferry sembari melirik Dilla.


"kamu harus bersyukur,karean Ferry telah berhasil mengumpul uang tuk pelunasan BPJS."


Ucap Ibu Ferry yang meremehkan Dilla dengan tatapan yang sinis mata yang menukik tajam.


Dilla hanya diam,tanpa berniat menyelanya dan menceritakan kebenaran.


Karean Dilla masih menghargai Ferry sebagai ayah dari anak anaknya.


Dirumah sakit,Rozi sangat geram dengan sikap dan watak Ferry.


Malang nya saat dirumah sakit,


Dilla hanya didampingi oleh putra sulungnya yang bernama Quil.


Quil hanyalah bocah laki-laki yang baru naik kelas dua SD.


Sampai operasi berlangsung,


Ferry tidak kunjung menampakan batang hidungnya..


Quil hanya dititipkan pada teman Rozi yang saat ini dinas malam,


hingga Quil tertidur diatas korsi tunggu pasien.


Hingga anak ke tiga Dilla lahir, dan dibawa keluar ruangan operasi,


Ferry baru datang beriringan dengan Ibunya sembari menggendong Eno yang telah tertidur rapat Jam 12 malam.


para perawat menyerahkan bayi perempuan itu pada Ferry tuk bisa di khomatkan oleh Ayahnya.


Dilla yang menyari semuanya,sangat kecewa saat terbaring tidak berdaya diatas meja operasi,dengan segala sikap dan perbuatan Ferry.


Saat berada diruangan rawat,Dilla kembali merasakan kegetiran seta kecewa yang teramat pada suaminya.


Karena Ferry tidak membantunya.


Hanya teman teman Rozi yang datang membantu Dilla,karena tubuhnya masih sangat lemah setelah melakukan operasi Caesar.

__ADS_1


Dengan segala kesedihannya, Kondisi Dilla menurun,


hingga Dilla mengalami demam.


Rozi yang mengetahuinya


"kamu harus sembuh demi anak anak Dilla."


Tutur Rozi memberi semangat agar Dilla bisa bangkit dari keterpurukannya.


walau sebenarnya Rozi juga mersa marah pada Ferry yang lebih mementingkan Ibunya dari pada Dilla yang baru saja melahirkan anak mereka.


"Ferry tolong hantarkan Ibu pulang, karena Ibu tidak bisa berlama lama disini!"


sungut Ibu Ferry yang terdengar jelas oleh Rozi dan teman temanya saat mendorong ranjang pasien yang ditempati Dilla dari ruangan Operasi.


......................


...****************...


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


β€’


β€’


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2