
Dilla memilih menyimpan semua luka dan dukanya dari saudara saudaranya.
Saat ini Dilla memang hancur,terlebih warung yang dulu dimodali saudaranya juga hancur,
karena semua biaya dan makan sehari hari diambil dari warung kecil itu.
Hingga muncul keinginan bagi Dilla tuk menjahit sulam bayang.
Dilla mersa malu jika harus kembali membebani saudaranya dengan kebutuhannya dengan tiga anak.
Selama 6 bulan lamanya Dilla menjalani profesi sebagai penerima upah jahit sulam bayang,
karena sering bergadang mengerjakan jahitan kondisi Dilla drop dengan upah yang tidak sebanding.
Hingga Dilla melakukan perkerjaan menjahit kodian.
Menerima upah jahit kodian lumayan dibanding upah jahit sulam bayang,
walau kerjanya masih sama sama harus bergadang.
Tapi upah jahit kodian Dilla bisa mencukupi kebutuhan anak anaknya,
walau resikonya Dilla sering bergadang dan sakit pinggang dan tulang punggung.
Dilla tetap menjalani profesi nya dengan ikhlas demi ketiga buah hatinya.
Ferry menyadari upah yang Dilla terima cukup besar,
Dia semakin lepas tangan terhadap anak anak dan menyibukan diri dengan teman temanya diluar dengan hati senang tanpa mengetahui semua kesulitan yang dilalui Dilla tuk mencukupi ketiga anaknya.
Jika kedua bocah laki laki nya meminta uang jajan pada Ferry,
Ferry sering berkata kasar dan tidak pernah memberikan kasih sayang kepada ketiga anaknya.
Jika Ferry mengalami kesulitan atau masah dia akan melampiaskannya dirumah pada Dilla dengan kata-kata yang kasar dan menyakitkan.
"semua masalah yang menimpaku,itu gara gara kamu wanita sialan."
umpat Ferry pada Dilla yang telah tidak lagi dinafkahinya.
Ferry 6ang berkerja sebagai ojek online,selalu pulang dini hari.
saat sampai dirumah semi permanen selalu dengan hati Senanda wajah yang berseri seri.
Saat mandi dikamar mandi selalu bersenandung lagu lagu cinta.
Dilla tidak memperdulikan semua tingkah dan perilaku Ferry,
Tapi Ferry terus melirik dan memandang Dilla sangat jijik.
Terkadang Ferry sering melakukan obrolan mesra ditelpon entah dengan siapa.
Dilla yang sudah tidak peduli tidak terpengaruh,Dilla hanya menyibukkan
diri dengan ketiga anak anaknya saat istirahat menjahit.
suatu hari Ferry jatuh sakit.
__ADS_1
Sakit yang teramat hingga Ferry melenguh lenguh di kamarnya menahan rasa sakit.
Ada rasa iba dan kasihan di hati Dilla saat mendengar rintihan Ferry yang menyayat hati.
Tapi Dilla menepis semua saat ingatannya kembali bermunculan tentang perilaku Ferry padanya.
flashback on
Dilla yang sering bergadang siang makan demi membuat mainan serba,
karena mata yang lelah terkena 0antulan cahaya dari plastik membuat kesehatan mata Dilla menurun.
Tanpa sadar tumbuh lemak karena Dilla sering mengucek mata yang kering.
Saat mata Dilla semakin sakit dan tersa perih,
"Fer,mata ku sakit!"
Adu Dilla pada Ferry berharap bisa berobat.
"Itu bukan urusan ku.
Bagiku tidak ada biaya."
timpal Ferry yang membuat Dilla sedih dan menahan rasa sakit.
Saat teman temannya mengetahui Dilla yang sakit,
persatuan Alumni sekolah memberikan bantuan,
Dilla juga semakin kecewa saat Ferry mengatakan kalo hasil penjualan mainan serba tidak ada karena hilang tak berbekas.
Dilla semakin kecewa saat tau kalo Ferry tidak ada niat tuk berusaha menebus kembali sertifikasi tanah yang telah digadaikannya pada bank pundi terdahulu.
flashback off
Dilla membentengi hatinya dengan tidak mempedulikan setiap rintihan dari kamar Ferry.
Hingga orang tua Ferry datang melihat kondisi Ferry.
Ibu Ferry melihat Dilla dengan mata yang berapi dan menyala merah karena sikap Dilla yang tidak memperdulikan kondisi Ferry.
Malam harinya Ferry dibawa orang tuanya berobat.
ternyata prediksi bidan desa Ferry mengidap penyakit raja singa.
Dilla bertahan hidup satu rumah dengan Ferry tanpa nafkah lahir batin dengan kondisi pisah ranjang hingga Adia berusia tiga tahun.
Dilla yang sudah tidak tahan dengan semua sifat dan tingkah Ferry yang sering melecehkan serta mengusirnya.
Dilla memutuskan untuk pergi dari rumah semi permanen meninggalkan semuanya dengan ikhlas.
Terlebih rumah dan tanah yang dulu dibelinya dengan harta semasa gadis telah digadaikan oleh Ferry.
Setahun terpisah, Ferry menikmati semua kebebasannya Tanta ketiga anaknya.
Selama terpisah begitu banyak diantar teman Dilla semasa sekolah yang jatuh hati pada Dilla.
__ADS_1
Dilla yang tidak ada niat tuk mengulang berumah tangga,menolak semua pinangan dengan alasan akan membesarkan anak anaknya yang masih kecil kecil butuh perhatian.
Dari Adis masih embrio dalam rahim Dilla hingga Adis berumur 4mpat tahun,
tidak sedikit pun Ferry memberikan biaya untuk keperluan Adis,semuanya Dilla yang memenuhinya.
Saat Putri kecil yang bernama Adis,
Ferry datang kembali mengakui kalo itu putrinya Dia sangat merindukan Adis.
Saat itu Dilla sudah kembali berdiri dengan kuat diatas kakinya dengan segala kecukupan dan tubuh yang semakin cantik.
β’
...****************...
......................
...πππ...
β’
β’
π»πππ.....
π ππππππ‘ ππππ...
ππ
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ.....
ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ
ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π......
ππ€©π
ππππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΌππ΄ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
π‘πππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’π πππ ππππππππ π πππ‘π π ππππ!
πππ
ππππππ ππ’ππ ππππππππ¦π
π€π€π€π€π€
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ.
π₯°π€π₯³π
πππππππππ ππ ππππ π¦πππ π‘ππππ ππππππππ π ππππππ
ππ
__ADS_1