AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:6


__ADS_3

seiring waktu Ferry sudah bisa berdiri dikakinya sendiri berkat bantuan dari Dilla.


Noril yang selama ini menjalankan toko eletronik milik pamannya mengalmi kesulitan


pembayaran kreditnya macet


karena gaya hidup Istrinya,


Nida selalu membeli pakaian ,tas dan sepatu dengan model yang terbaru demi menunjang gaya hidupnya yang berkerja di bagian tata usaha disalah satu SMP Empat,


dan telah berstatus PNS yang bersuamikan Owner toko eletronik.


saat Noril jungkir balik mencari bantuan.


semua nya tutup mata dan telinga


termasuk pamannya


malah pamannya mulai menghitung pembagIan hasil kerja sama selama ini yang sudah mulai merugi semenjak Noril berumah tangga..


Ferry yang mengetahui


bercerita denga Dilla


semuanya tanpa ada yang ditutupi


mendengar cerita Ferry


Dilla menangkap ada peluang disana


otak cerdasnya mempunyai rencana untuk masa depan dan usaha untuk Ferry.


"Ferry,,coba lah bicara pada Noril..


bagai mana perjanjian kerja samanya jika ada suntikan dana!"


tiba tida Dilla mengeluarkan suara nya


setelah mendengar penuturan suaminya.


Ferry melihat Dilla cukup lama dalam keadaan binggung


"maksudnya Dil?"


tanya Ferry dengan sedikit mengerutkan keningnya


karena tidak menyangka kalo istrinya akan berkata seperti itu.


"Fer,


aku ada dana.


tapi aku ingin kejelasan.


tidak mau hanya janji di mulut saja


harus ada surat nya.


lagian.


aku tidak mengerti masalah elektronik..


seandainya itu bisa ......


maka kamulah yang akan mengelolanya.


kan kamu sudah lama juga kerja dengan Noril!"

__ADS_1


ujar Dilla panjang lebar menyampaikan apa yang terlintas dibenaknya


Ferry mendengar penjelasan Dilla tanpa menyela dan memahami setiap maksut dari perkataan istri nya.


"emang berapa yang dibutuhkan?"


lanjut Dilla mentap Ferry yang masih terdiam memahami maksut dari ucapan Dilla tadi.


Ferry melihat Dilla dengan sangat tajam mencari keseriusan dari ucapan istrinya.


karena uang dibutuhkan bukan sedikit.


"lima puluh juta!"


tiba tiba Ferry bersuara tanpa mengalihkan pandanganya dari Dilla.


"ya udah,,


cobalah kamu bicarakan Dengan Noril.."


lanjut Dilla dengan enteng.


"maksudnya"


ujar Ferry yang bingung


dan masih tidak bisa memahami dari ucapan istrinya


"Ferry ....


aku mau memiliki usaha yang pasti demi masa depan anak anak kita..


aku mersa ada peluang disini..


tolong kamu urus dengan Noril


ujar Dilla sembari bergelayut ditangan suaminya.


mendengar penuturan Dilla


exspresi Ferry tdak dapat di artikan .


selang dua hari


"Dil,,aku sudah bicara denga noril..


katanya klo ada dana segitu..


tidak ada kerja sama..


tapi satu buah toko itu bisa kita yang mengelola nya sendiri..


tanpa campur tangan nya lagi.


selanjutnya kita yang mengurus serta menyelesaikan semua dengan bos pemasok barang."


Dilla tersenyum bahagia dan memeluk Ferry dengan herat.


Ferry mendorong bahu Dilla yang masih memeluknya,


agar bisa melonggarkan pelukan.


"bagai mana?


apa uang nya ada?"


ujar Ferry dengan serius tampa membalas pelukan Dilla..

__ADS_1


Dilla meanggukan kepala


"besok aku ambil di bank"


yang terus memeluk Ferry


tapi kali ini Ferry membalas pelukan dan mencium kepala istri nya


senyum terukir dari bibir Ferry


"semua ini untuk kedua jagoan kita"


tiba tiba Ferry berujar menatap Dilla.


dengan senyum yang masih mengambang jelas.


perlahan Ferry memeluk dan mencium bibir Dilla,


Dilla membalas pelukan dan ciuman Ferry yang akhirnya sampai pada hubungan panas mereka..


Hari berlalu begitu cepat,setelah Dilla menyerahkan uang pada Ferry


semuanya berjalan dengan lancar dan kepemilikan telah berubah menjadi milik Ferry.


Toko elektronik yang kini telah menjadi milik Ferry maju dan berkembang..


Tidak lupa orang tua Ferry pun berkoar..


klo dialah yang telah menyokong Ferry hingga jadi seperti sekarang dan membanggakan keberhasilan Ferry..


Tak lupa selalu menekan istri Ferry dengan perkataan yang selalu merendahkan menantunya itu seolah olah Dilla bagaikan parasit Dimata mertuanya.


Dilla tidak ingin membuat masalah hanya membiarkan saja semua ulah ucapan mertuanya


"Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu."


bisik Dilla.


Hari berlalu,bulan berganti,


saat saudari perempuan Ferry akan wisuda.


Ibu Ferry datang menemui putranya dirumah semi permanen yang berukuran 10 ×10 meter, dengan gampang ibunya melontarkan permintaan


"Ferry kamu yang mengurus biaya tuk wisuda dan Carter mobil merayakan kelulusan Yuli."


didepan Dilla dengan nada yang menekan dan sangat sombong.


Dilla yang saat itu hanya diam karena tidak ingin mencampuri urusan Ferry dengan orang tuanya.


walau sebenarnya hati Dilla tidak bisa menerimanya..


Dilla tetap tenang dan menyibukan diri dengan kedua anak laki lakinya.


......................


...😉😉...


𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑽𝑶𝑻𝑬, 𝑷𝑶𝑰𝑵, 𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 😉😍🤩


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝑳𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝑬𝑹𝑰 𝑹𝑨𝑵𝑻𝑰𝑵𝑮 𝒚𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒌𝒖


🙏🙏🙏


𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑶𝑴𝑬𝑵 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒔𝒐𝒑𝒂𝒏 😘😘😘


𝑨𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈.

__ADS_1


🤭🥰🤗🥳🌞


__ADS_2