
Seharian Ibu Ferry berada dirumah semi permanen milik Dilla.
hingga malam,karana sudah larut malam Ferry mengantarkan Ibunya pulang.
"Dil,aku antar Ibu pulang!"
ujarnya
yang hanya diunggulkan Dilla yang sedang menidurkan anak nya yang kecil.
setelah kepergian Ferry dan Ibunya..
bayang masa lalu kembali menyeruak dari memori Dilla.
[saat dia dulu melunasi hutang hutang Ferry semasa bujangan]
[saat mertuanya selalu membanding bandingkan dirinya denga istri Noril yang PNS]
[saat Ferry diberhentikan jadi sopir angkot tambangan kota milik Noril]
semuanya menyeruak keluar dari ingatan Dilla.
"kemana saja ibu itu saat semuanya dulu?"
ujar Dilla lirih
sampai larut malam Ferry
tidak menunjukan batang hidungnya
Dilla hanya bertiga denga anaknya malam ini
tepat pukul 06:00 Ferry menunjukan
batang hidung
"Ibu mintak aku tidur dirumah..
karena sudah lama tidak tidur dirumah Ibu.".
Ferry berujar tanpa ditanya oleh Dilla
bergegas tuk mandi,setelah rapi bergegas pergi ketoko...
sarapan pagi telah terhidang
setelah memakai baju kaos berwarna abu abu dan celana jeans
Ferry makan bersama anak dan istrinya...
"nanti aku akan membelikan kamera terbaru tuk acara wisuda Yuli..
ibu meminta semalam."
ujar Ferry tanpa melihat wajah Dilla dan meneruskan makannya.
"kamera itu kan 3jutaan"
ujar Dilla melihat Ferry denga raut wajah membingungkan..
"apa salahnya"
__ADS_1
balas Ferry menatap Dilla dengan sorot mata yang tajam.
Dilla memilih diam dan tidak melanjukan pembicaraannya ..
Ferry bergegas tuk pergi ketoko elektronik.
"Ayah... Ayah"
tanpa menghiraukan pangilan kedua anak nya..
Dilla merasa kesal dengan sikap Ferry yang tidak menghiraukan pangilan anaknya, Dilla
memutuskan membawa anaknya pergi ke toko elektronik dan ingin melihat toko yang sudah hampir satu tahun ini menjadi milik nya dengan Ferry.
"ayo cepat kita mandi ,ikut Bunda!"
ajaknya pada duo bocah laki laki itu
menuju kamar mandi.
"aku yang memodali semuanya,
saudaranya yang mengambil hasil
anak anak ku abaikan nya!"
celotehan Dilla dengan emosi tanpa dihiraukan oleh dua bocah laki laki itu
setelah setengah jam perjalanan
Dilla sampai di toko..
melihat kalo Noril sedang duduk dimeja kasir dan menunjuk nunjuk dengan tangan kiri seperti bos,yang tidak mendengar apa yang dikatakannya.
Dilla yang melihat itu semua
mersa sudah dibohongi dan sangat kecewa,tetap memperhatikan dari kejauhan..
Ferry selesai menaikan pesanan pelanggan dan akan naik didepan stir..
"ayo panggil Ayah"
ucap Dilla pada anak anak nya
agar Ferry tidak pergi
mendengar teriakan anaknya Ferry menoleh dan berjalan menghampiri mereka bertiga..
"ngapain kesini?"
tanya Ferry melihat kearah Dilla, Ferry telah menggendong anak nya..
Dilla tetap diam sembari mengekor langkah Ferry menuju toko elektronik yang Dia tahu sudah menjadi milik nya yang dikelola oleh Ferry.
melihat kedatangan Dilla
wajah Noril berubah tidak senang.
"kenapa tidak juga pergi mengantarkan!"
ucap Noril dengan suara yang ditinggikan mengalihkan pandanganya pada mobil yang terisi mesin cuci pesanan pembeli.
__ADS_1
"tunggu disini sebentar"
ujar Ferry yang menurunkan anak nya dari gendongan menuju mobil bak terbuka yang berisi mesin cuci
melajukan mobil kerumah pembeli..
Dilla hanya terdiam melihat suaminya seperti itu.
dan mengalihkan pandanganya pada Noril yang duduk dengan congkak di meja kasir..
kembali Dilla merasakan ketidak beresan dan berusaha tuk diam menahan semua pertanyaan yang telah berkumpul penuh dalam pikiranya...
Dilla memilih pergi mengajak anak nya ketempat lain mencari makanan
"bukan kah itu toko sudah aku jadikan atas kepemilikan Ferry.dan jangan jangan?"
guman Dilla dalam hatinya
mengingat ucapan Ferry dulu
"Dilla,toko sudah mulai rame..
susah mencari mobil tuk antar pesanan."
"perlu mobil?"
Tanya Dilla singkat
"iya,,ada teman jual pickup komando
harga murah 15 juta sekarang."
"klo butuh.
dan mobil itu masih bagus beli,toh kamu taukan mana yang masih bagus."
ujar Dilla yang berdiri dari duduk
masuk dalam kamar
keluar menyodorkan uang lembaran seratus ribu
"ini ada 10 juta tabungan anak anak."
Bayangan itu sirna saat anak sulung yang berumur 5 tahun memanggil
"Bunda ituuu"
ucap nya pada dengan menunjuk ke satu arah.
......................
...😉😉...
𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑽𝑶𝑻𝑬, 𝑷𝑶𝑰𝑵, 𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 😉😍🤩
𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝑳𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝑬𝑹𝑰 𝑹𝑨𝑵𝑻𝑰𝑵𝑮 𝒚𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒌𝒖
🙏🙏🙏
𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑶𝑴𝑬𝑵 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒔𝒐𝒑𝒂𝒏 😘😘😘
__ADS_1
𝑨𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈.
🤭🥰🤗🥳🌞