AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:23


__ADS_3

Tak butuh waktu berapa lama, Dilla yang baru sampai dilahan raya mendapuk angkot yang tengah juga menunggu penumpang.


Saat ini Dilla telah berada kembali dirumah semi permanen miliknya setelah menjemput putra sulungnya dari sekolah.


Sudah 3 hari Ferry tidak pergi ke pasar membuka toko elektronik tuk berjualan.


Ferry yang selalu berada dirumah pun tidak mempedulikan kondisi Dilla yang setiap pagi selalu muntah muntah.


Seolah olah Ferry tidak melihat dan mendengar suara Dilla memuntahkan isi perutnya,


Atau Ferry yang memang telah mati rasa.


Pagi ini hari Minggu.


Dilla tidak ada kegiatan mengantar anak sulungnya kesekolah.


Dilla merasa sangat malas tuk bangun dari tidurnya.


"Aduh aku sangat malas,padahal cucian kotor menumpuk!"


Bisik Dilla mengingat banyak nya perkerjaan yang menunggunya.


mendengar suara kedua bocah laki laki yang telah bangun,


Dilla memaksakan tuk bangun dan membuatkan mie rebus tuk makan kedua anak nya,


Ya memang saat ini yang ada dirumah cuma mie rebus,karean Dilla belum berbelanja tuk stok mingguan.


Setelah menghidangkan makanan tuk kedua anaknya Dilla,


Dengan sangat dipaksakan Dilla mencuci pakain kotor dan membersihkan dapurnya.


"abis ini,membuat mainan serba lagi!"


lirih Dilla dengan hati ya g tersa sedih dan malas.


Tiba tiba Dilla mersa pusing dan muat,


setelah selesai menguarkan isi perutnya hingga cairan yang berwana kuning yang tersa sangat pahit di tenggorokan.


Dilla teringat akan test pack yang telah dibelinya di apotek 4hari yang lalu.


"sebaiknya aku cek dulu,


jangan....."


Bisik Dilla sembari mengambil test pack yang tersimpan diantara susunan kain dalam lemari.


Dilla merasa kaget saat mendengar suara serak menyeruak di gendang telinganya.


"Apa yang kamu ambil?"


tanya Ferry saat melihat Dilla memasukan sesuatu kedalam saku baju dasternya.


Dilla yang masih dengan keterkejutannya yang tiba tiba mendengar suara serak bangun tidur dari Ferry menoleh,

__ADS_1


"Bukan apa apa,cuma ini!"


Ucap Dilla patuh sembari memperlihatkan plastik kecil berwarna pink muda yang tidak lagi digubris oleh Ferry.


Selang satu jam Dilla yang tengah asik membuat mainan teringat akan test pack yang ditaruhnya dikamar mandi..


Dilla yang bergegas kekamar mandi,


sungguh sangat kaget saat melihat garis dua warna merah yang terpampang jelas pada test pack nya.


Tanpa sadar Dilla menitikkan air mata,


perlahan Dilla menyeka air matanya,


melangkah keluar kamar mandi dan melihat Ferry yang telah bangun duduk diantara kedua anaknya.


"Udah bangun Fer?


Klo kamu lapar cuma ada mie instan dirumah.


apa mau aku bikin?"


tanya Dilla


"nanti saja,setelah aku mandi."


balas Ferry yang masih betah duduk diantara kedua anaknya yang sedang asik melihat film kartun dilayar televisi.


setalah selesai makan,Dilla yang melihat Ferry duduk santai sembari menghirup rokok ny,


Dilla yang sedari tadi mengerjakan mainan,


"Ferry, Aku hamil!"


Ucap Dilla sembari menyodorkan test pack pada Ferry.


Ferry yang kaget mendengar penuturan Dilla,


melempar puntung rokoknya dengan kasar,


sesaat meliahat Dilla dengan mata yang sangat nyalang tajam.


"kenapa kamu hamil segala sih?"


Ucap Ferry dengan sangat kesal mengandung emosi.


"Sudah jelas penghidupan susah,tambah lagi beban!"


lanjut Ferry dengan suara yang meninggi,sembari melangkah pergi entah kemana.


Dilla yang mendengar ucapan Ferry sangat kaget dan kecewa,


hatinya sangat pedih bagaikan dihujam ribuan pisau yang sangat tajam.


Tanpa sadar Dilla meneteskan buliran air bening seperti butiran jagung yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"kenapa Hamil?"


lirih Dilla mengulang perkataan Fery dengan Isak tangis yang tertahan.


Dilla yang hancur seketika,menatap kedua anak laki lakinya dan menghampiri mereka,


Dilla merangkul kedua bocah laki laki itu kedalam pelukannya.


Quil yang mendengar Isak tangis Dilla


yang tertahan,


perlahan melonggarkan pelukannya


menoleh melihat raut wajah wanita yang telah melahirkannya.


"Bunda!"


Panggil Quil panggil Quil dengan suara yang bergetar dan wajah yang cemas sembari mengusap pipi Dilla dengan lembut kembali memeluk Dilla dengan sangat erat.


......................


...****************...


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2