
Tepat jam 12 siang jam weker membangunkan Dilla dan anak nya.
"kenapa aku sangat letih?"
gumam Dilla yang merasakan seluruh badanya tidak bersemangat,
bocah laki laki yang tidur disampingnya juga ikut bangun karena nyaringnya bunyi jam weker mengusik tidurnya
"heek...heek...heek."
rengek bocah itu yang belum sepenuhnya sadar masih dalam
ayan ayan tidur.
"Eno,ayo bangun,kita jemput Abang!"
ucap Dilla pada anaknya sembari menciumi pipi bocah laki laki itu.
"mput Bang!"
ulang bocah laki-laki itu menatap Dilla masih dengan muka yang memberengut dengan posisi tidur telentang di atas kasur.
Dilla yang telah duduk ditepi ranjang menggelitik ketiak ketiak anak nya pelan hingga tersembur ketawa riang dari mulut mungil bocah itu.
"Iya,ayo"
seru Dilla sembari meangkat tubuh anaknya,
kembali Dilla menciumi pipi gembul bocah itu,
"ucuk, Anak Bunda ucuk.
bau keringat"
ucap Dilla yang masih betah menciumi anaknya.
"ayok, kita cuci muka dan ganti baju"
lanjut Dilla memapah anaknya menuju kamar mandi.
Setelah ibu dan anak itu rapi,
mereka melangkah keluar menanti angkot lewat.
tak butuh berapa lama lewat angkot selang,
15 menit perjalana Dilla sudah berada didepan gerbang sekolah anak sulungnya.
kebetulan semua murid Sekolah Dasar Islam Xxxx telah keluar dari ruangan berlajar Karena jam pelajaran yang telah usai.
Quil yang melihat Bunda dan adiknya berdiri didepan gerbang bergegas berlalu keluar dan memeluk kaki Bundanya,seperti baru berjumpa setelah berpisah beberapa lama.
padahal mereka berpisah hanya sebentar.
"Nda"
ucap bocah yang baru duduk dikelas satu Sekolah Dasar itu dengan semangat dan gembira,
tidak ada gurat lelah dan letih diwajahnya setelah seharian mengikuti mata pelajaran.
"ayo kita pulan."
ucap Dilla pada kedua anaknya sembari memegang tangan kedua bocah laki laki itu menyebrangi jalan.
__ADS_1
"Nda,jajan"
rengek Quil sembari menggoyangkan tangan Dilla.
Dilla yang melihat tingakah anak sulung nya tersenyum.
"Di Mini Market nanti kita jajan ya!"
ucap Dilla menenangkan anaknya.
Quil yang mengerti akan ucapan wanita yang melahirkan dan membimbing tangan nya itu meangukan kepala tanda paham.
sesampai di mini market
"ayo jajan lah,
jangan banyak banyak ya!,
nantik tidak ada duit tuk bayar angkot kita pulang!"
seru Dilla pada kedua anaknya memberi pengertian.
Setelah selesai jajan, Dilla dan kedua bocah laki laki itu telah berada diatas angkot.
tak butuh lama,15 menit Dilla dan kedua bocah laki laki itu telah sampai dirumah semi permanen milik mereka,
Dilla yang kembali merasa pusing,
dengan sekuat tenaga memaksakan dirinya membantu Quil Menganti pakaina serangan sekolah.
Tubuh Dilla sangat gemetar dan dingin disertai dengan butiran keringat yang keluar sebesar biji jagung bermunculan diri pori pori kulit Dila yang telah memucat.
Dilla yang merasakan tubuhnya tidak bertenaga,
"Quil, tolong ambilkan remote TV nya Nak!"
ucap Dilla dengan sangat lirih agar kedua anak laki laki nya betah berada disisinya yang tertidur lemah didepan televisi.
Bocah laki laki yang paham atas perintah Bundanya,
bergegas melakukan nya,
"Ni Ndak"
ujar anak sulung Dilla sembari menyerahkan remote TV,
dengan sangat bangga menjulurkan tanganya menyerahkan remote TV yang telah berhasil diraihnya.
"terima kasih ya,sayang!"
lanjut Dilla dengan Sura yang lirih melihat manik mata bocah itu.
"Ya Nda!"
sahut bocah itu dengan meanggukan kepalanya.
Setelah Dilla menyalakan Televisi,
Dilla menghidupkan serial kartun kesukaan kedua bocah laki laki itu.
"Duduk sini"
panggil Dilla pada kedua anaknya.
__ADS_1
"Quil,tolong bantu Bunda jaga Adik"
ucap Dilla dengan senyum yang terukir di bibir nya yang pucat sembari memegang lutut anak sulungnya.
Quil hanya meangukan kepala tanpa melihat Dilla yang sedang berbicara dengannya, Karena Bocah itu telah asik melihat film kartun kesukaannya,
karena saking lucunya Film itu,
kedua bocah laki laki itu ketawa terbahak bahak.
Dilla yang telah terlelap, kaget saat mendengar tawa riang dari kedua anak laki lakinya,
Dilla pun ikut tersenyum melihat tingkah kedua anaknya saat berada didepan televisi.
Dilla yang telah merasa mendingan, mensejajarkan duduknya dengan kedua laki laki yang sangat dicintainya itu.
Dilla yang melihat jam dinding telah menujukan jam enam belas tau jam empat sore,
Dilla bergegas mengambil wudhu tuk melaksanakan shalat ashar.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya pada sang Khaliq,
Dilla bergegas merebus air tuk mandi bagi kedua bocah laki-laki yang tengah asik berda di depan televisi melihat siaran film kartun.
Dilla pun menyiapkan makana tuk kedua anaknya,
setelah selesai membuat makana Dilla dengan sigap memandikan kedua anaknya.
setelah rapi dan makan,kedua anaknya kembali melanjukan menonton televisi.
Tiba tiba kepala Dilla kembali berdenyut hingga membuat tubuh kembali Sempoyongan.
"aduh kenapa ini?"
gumam Dilla yang telah duduk dilantai dapur sembari memegang kepalanya.
Setelah merasa lebih baik Dilla memilih bergabung dengan kedua anaknya dengan kondisinya yang sangat lesu.
β’
β’
......................
......................
...β€οΈπΉπ...
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π
ππΉππ€©
πππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΈπ πΌ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
ππππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’π πππ ππππππππ π πππ‘π π ππππ
πππ
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ
π€π₯°π€π₯³π
__ADS_1
π‘ππππππππ ππ ππ