AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:16


__ADS_3

Dilla yang telah duduk menarik napas panjang dan melepaskan nya sangat pelan.


"Fer,tadi siang ada orang datang menagih hutang"


ucap Dilla pelan melihat mata Ferry tanpa berkedip.


"mmm"


ujar Ferry yang semakin membuat Dilla menautkan kedua alisnya.


"orang itu berkata,


kalo kamu telah telat bayar pinjam!"


lanjut Dilla dengan sangat hati hati agar Ferry tidak tersinggung.


"orang yang datang itu dari mana katanya?"


lanjut Ferry bertanya enteng


Seketika darah Dilla berdesir dan jantung nya tersa berhenti memompa darah.


"itu berarti banyak tempat kamu berhutang Fer,"


lirih Id dalam hati yang masih melihat Ferry dengan mata menyipit.


"Dari mana orang itu?"


sela Ferry dengan meangakat dagunya keatas.


Dilla yang mersa dadanya sesak,


kembali menarik napas panjang dan melepaskan nya pelan.


"orang itu dari Bank Pundi, katanya!"


lanjut Id menunggu penjelasan dari Ferry


"Oo,biar besok aku yang temui mereka."


balas Ferry satai meninggalkan Dilla yang masih duduk diatas karpet.


Dilla yang melihat Ferry masuk kedalam kamar,


"kenapa kamu tidak jujur Fer,"


gumam Dilla dalam hati saat menyusul Ferry kedalam kamar.


Saat merka telah berada diatas ranjang,


mensejajarkan tidur dengan kedua anaknya.


"Ferry,apakah kamu menggadaikan rumah ini?"


ucap Dilla, bertanya karena tidak ada niat bagi Ferry tuk memulai pembicaraan.


"kamu kenapa sih?


terlalu ikut campur!"


ujar Ferry yang sangat kesal mendengar pertanyaan Dilla.


"Tidur saja lah,


aku capek mau istirahat."


lanjut Ferry yang mengatur posisi tubuhnya membelakangi Dilla dan kedua anaknya.


Kini keheningan menyapa mereka,


mereka berdua tidak lagi terlibat obrolan.


Tak butuh waktu lama Ferry telah tertidur pulas,


dengan hembusan nafas nya.yangbtelah teratur.


Dilla yang tidak bisa tertidur,


Dilla yang hanya melamun menatap langit langit kamarnya,


kembali Dilla teringat akan semua kebohongan dan kelicikan Ferry terhadap nya.


seketika Dilla mengingat semua potongan puzzle yang berputar di kepalanya yang masih tersa berat karan menangis siang tadi.

__ADS_1


"Astagaa,,apa yang telah diperbuat Ferry,akan menghancurkan semuanya"


Dilla membayangkan saat mereka terusir dari rumah semi permanen nya,jika Ferry u


tidak sanggup melunasi hutangnya.


"enak sekali keluarga mu Fer,


semua hartaku Kau gadaikan tuk menunjang kebutuhan orang tua dan adik mu."


lirih Dilla sangat kesal melihat punggung Ferry.


Dilla yang tidak bisa tidur memilih bangun dan makan obat pereda rasa nyeri yang ada di kepalanya.


Dilla melihat jam dinding yang telah menujukan Jan tiga pagi,


Dilla mengambil wudhu dan melaksanakan shalat sunat tahajud.


Dilla mengadukan seluruh kegelisahan dan kekecewaannya pada Tuhan.


"Ya Allah,tolong lah hamba,


hamba beselindung dari segala macam kezoliman!"


untai an Doa yang diminta Dilla pada Tuhan dengan berurai air mata yang mengalir sangat deras,seperti aliran arus sungai.


Baru sebentar Dilla tertidur diatas sajadah,


sayup sayup telinga Dilla telah mendengar suara Azan Subuh.


Dilla mengerjabkan mata dan mengusap matanya yang masih sagat kabur melihat Diding rumah,


"ternya sudah jam lima pagi."


ucap Dilla melihat jam didinding yang terpampang sangat jelas di salah satu Diding rumah semi permanan nya.


Dilla kembali melangkah kedalam kamar mandi,


menguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin dan disudahi dengan berwudhu tuk melaksanakan shalat subuh.


Pagi ini langit terlihat mendung karena matahari tertutup awan hitam.


langit juga menumpahkan tetesan air yang jatuh membasahi bumi dengan hembusan angin yang bertiup memutar.


Sungguh nikmat jika membenamkan tubuh didalam selimut,


Walau Ferry telah melukai hati Dilla sangat dalam dengan segala kebohongan nya,


Dilla masih mencoba tenag dan berpikir kalo Ferry akan menemukan jalan keluar nya.


Tepat jam tujuh pagi Dilla telah bersiap mengantar kan anak sulung tuk pergi ke sekolah.


hari ini hari penerimaan ijazah bagi ana Dilla..


Setelah ini anak sulung Dilla dan Ferry akan masuk ke SD.


Ferry yang baru bangun Jan sembilan pagi,


mengedarkan pandanganya,


Ferry mersa sangat sepi.


"O...


Iya,,mereka pergi menghadiri acara perpisahan Quil."


Ucap Ferry sendiri melangkah keluar kamar.


karena tiga hari yang lewat Dilla telah memberi tahu Ferry,kalo akan ada acara perpisahan disekolah Quil.


Ferry yang baru bangun bergegas mandi dan mengganti pakaina, Ferry memakai celana jeans biru denaga dengan atasan kamera liris biru yang senada dengan celananya.


Setelah rapi , Ferry membuka tidung saji melihat lauk tuka makan,


Ferry tidak berselera melihat goreng telur.


"lebih baik aku makan ditempat Ibu,


Dilla tidak pernah memasak"


Ucap Ferry berjalan meraih kunci mobil pickup kijang komando warna hijau.


Setelah mesin mobil pickup kijang komando warna hijau panas,

__ADS_1


Ferry menuju rumah Ibunya.


"Ferry "


sapa Ibu nya yang melihat kedatangan Ferry.


Ferry terlihat lesu,tanpa membals panggilan ibunya,


berjalan menuju dapur.


"kamu kenapa Ferry?"


tanya Ibu yang me gelora mengikuti langkah Ferry menuju dapur mengambil piring.


"kamu belum makan Ferry?"


ucap Ibunya bertanya melihat maknya makan dengan sangat lahap.


"apa saja kerjaan Istri mu,tidak memberi kamu makan?"


tanya Ibu Ferry sangat kesal.


Ferry makan dengan lahap hanya mendengarkan saja semua makian Ibunya pada Dini istri nya.


"Istri mu tidak becus,


hanya bisa menghasilkan uang mu saja!"


cecar Ibu Ferry dengan emosi yang tidak tertahan.


"Lebih baik,kamu tinggalkan saja wanita yang tidak berguna seperti Dilla itu!"


perintah Ibunya.


"coba kamu lihat ,


istri Noril, Dia PNS."


kembali ucap Ibunya membandingkan diantara kedua menantunya.


"Istri Noril me penghasilan tiap bulan dengan gajinya,


sedangkan Dilla tanya me ghabiskan saja tiap bulan."


Lanjut Ibunya membandingkan Dilla dengan istri Noril yang bernama Nida.


Ferry yang telah selesai makan,


"Bu, Dilla tadi ada masak telur.


Lagian hari ini Dilla menemani Quil, disekolah."


Tutur Ferry santai Tanta ada rasa kecewa atas perkataan Ibunya yang selalu menyalahkan istrinya.


"Anak sudah besar masih ditemani,


terlalu dimanjakan."


Sela Ibu Ferry yang wajah yang jengah.


"Hari ini Quil menerima lapor sekolah dan ijazah kelulusan."


sela Ferry yang sudah tiduran didepan televisi.


Tepat jam dua belas,Dilla sudah kembali kerumah.


setelah lima jam menghadiri acara perpisahan disekolah anaknya.


karena terlalu lelah kedua anak nya tertidur dengan pulas sesampai dirumah semi permanen miliknya,


Dilla setelah shalat Zuhur pun menyusul membaringkan tubuhnya diantara kedua anak laki nya.


......................


...❤️🌹💓...


𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑽𝑶𝑻𝑬, 𝑷𝑶𝑰𝑵, 𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 😉😍🤩


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝑳𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝑬𝑹𝑰 𝑹𝑨𝑵𝑻𝑰𝑵𝑮 𝒚𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒌𝒖


🙏🙏🙏


𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑶𝑴𝑬𝑵 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒔𝒐𝒑𝒂𝒏 😘😘😘

__ADS_1


𝑨𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈.


🤭🥰🤗🥳🌞


__ADS_2