AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:24


__ADS_3

Hari berlalu Ferry bersikap sangat biasa,


seolah olah tidak ada kejadian tau peristiwa yang terjadi.


Ferry 5idak pernah bertanya tentang kondisi Dilla yang saat ini tengah mengandung anak ketiga.


Ferry tidak lagi pernah ke pasar untuk berjualan eletronik.


Ferry lebih mengutarakan mengampas mainan serba.


flashback on


setelah mendapatkan pinjaman dari bank Danamon.


Ferry kembali memesan barang elektronik kepada jurang besar.


sebagian dibayar cas dan sebagian di utang.


Dalam perjanjian itu ada jatuh tempo waktunya..


setelah selang berjalan 3 bulan Ferry tidak sanggup membayar utang,


karena keuntungan dari penjualan barang tuk menggusur pembaruan pinjaman pada Bank Danamon dan untuk membayar hutang yang juga diambil oleh Ibu Ferry di koperasi mesjid.


Ferry kembali mohon perpanjangan tempo jatuh utang pada Juragan besar hingga 3 bulan kedepan.


selang 3 bulan, Ferry kembali mengalami kesulitan masalah keuangan,


hingga semua Tungga tuanya tida dapat dibayar,


Ferry yang saat itu merasa sangat panik,


hanya bisa pasrah saat barang barang elektronik yang ada di tokonya ditarik semua oleh bos besar.


Hingga akhirnya Ferry tidak lagi memiliki aset untuk membuka Toko elektronik dan jatuh bangkrut.


Tapi Ferry yang merasa egonya sangat tinggi milih mendiamkan dan menyimpan semuanya dari Dilla.


flashback off


Dilla yang saat ini telah menyadari kalo sedang hamil muda,tindak ingin terjadi sesuatu pada anak yang dikandungnya ingin sekali melakukan pemerikasaan.


"Fer,kapan kita periksa?"


Tanya Dilla dengan sangat hati hati,


karean selam yang Dilla tunggu tidak ada niat dari Ferry untuk memperhatikan kehamilan yang saat ini.


Ferry hanya diam dan sesat kemudian,


"Aku tidak ada uang,


periksa itu kan butuh biaya!"


Ucap Ferry tanpa melihat Dilla tengah duduk disampingnya yang sedang sibuk membuat mainan serba.


Dilla mersa sangat sedih dan kecewa mendengar perkataan Ferry,


"Lagian toko elektronik sudah tutup dan menyisakan utang yang banyak!"


lanjut Ferry dengan sangat congkak tanpa bersalah.


Dilla yang kaget hanya bisa terdiam sembari menitipkan air mata dan kecewa yang sangat at dalam.


"bagai mana dengan modal yang telah aku berikan?"


tanya Dilla dengan sangat lirih dan mastikan keberadaan modalnya.


"Itu diluar kendali ku, karena kebutuhan yang sangat banyak,

__ADS_1


pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan!"


lanjut Ferry sembari menatap Dilla tanpa berkedip.


"Pengeluaran yang mana,


aku tidak pernah...."


ucap Dilla terpotong dengan sanggahan Ferry.


"lebih baik kamu diam,dan jangan banyak protes serta jangan terlalu ikut campur!"


ucap Ferry 6ang tidak ingin Dilla mengungkit modalnya.


sesaat Ferry kembali berkata,


"cobalah kamu cari pinjaman,


Atau kamu tanya jika ada saudara dan teman yang mengeluarkan zakat."


Ucap Ferry enteng


"maksudnya?"


tanya Dilla dengan bingung sembari mengatakan kedua alisnya.


"Cobalah kamu minta!"


ucap Ferry sangat santai tanpa persaan.


Dilla yang mersa sangat tidak dihargai hanya bisa terisak menahan tangis,


mengutuk nasiap nya dan suami yang tidak bertanggung jawab serta meremehkan dan tidak menghargainya.


Dilla yang saat itu,ingin sekali memeriksa dan melihat perkembangan anak yang ada dalam kandungannya menirukan Air mata,


Lirih Dilla dalam sedihnya sembari mengusap perutnya yang masih datar.


"Tidak mungkin aku menita pada kakak,


karena uang sekolah Quil telah ditanggung nya!"


Gumam Dilla dalam hati.


Tanpa diduga selang satu Minggu saudara Dilla memberi kabar, kalau telah mentransfer uang tuk belanja anak anak.


Sungguh saat itu Dilla Mesa gembira dan bersyukur.


"Alhamdulillah,terimakasih Ya ALLAH."


Dilla sangat senang,


"Aku bisa periksa!"


Lirih Dilla dengan mata yang berkaca kaca sembari mengusap perutnya yang masih terlihat datar.


Dilla yang masih menghargai Ferry sebagai suaminya,Berniat mintak tolong mengantarkan tuk pergi periksa.


"Ferry,Tolong antaranya aku perik..."


ucap Dilla dengan sangat hati hati namun tertahan saat Ferry menyelanya.


"sudah ku katakan,


aku cari uangnya dulu.


kamu kira tidak pakai uang!"


bentak Ferry dengan suara yang nyaring

__ADS_1


"kalau tidak pakai uang mu saja!"


lanjut Ferry sembari senyum yang dipaksakan dengan mata penuh selidik.


Hati Dilla sangat sakit saat mendengar perkataan dan bentakan dari Ferry yang tidak pakai persaan dan akal sehat.


Dilla hanya bisa terdiam dan memilih menghampiri kedua anak laki lakinya yang sedari tadi melihat sikap Ferry yang sangat kasar.


Dilla merangkul kedua anaknya kedalam pelukanya.


"kamu cuma mengantarkan saja,karean waktunya malam,


aku tidak bisa bawa mobil pickup kijang komando itu!"


lirih Dilla yang duduk diantara kedua anaknya berada tidak jauh dari Ferry.


"Dan lagi biar aku yang membayar!"


lanjut Dilla dengan suara yang pelan.


Mendengar ucapan Dilla yang terdengar jelas ditelinga nya,.


Ferry melihat Dilla dengan tatapan yang sulit diartikan,


Ferry menyunggingkan senyum licik dari sudut bibirnya.


"akhirnya, aku memang tidak salah,kalo kamu memiliki uang!"


Gumam Ferry dengan sangat bangga merasa menang dan bahagia melihat Dilla yang akhirnya mengalah.


......................


...****************...


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2