
Ferry yang mendengarkan penuturan Dilla seketika berubah menjadi lebih melunak dan mulai perhatian.
"kalo mendengar uang,raut wajah mu berbinar Fer!"
Gumam Dilla dalam hati sembari manarik sudut bibirnya.
Dilla sangat kesal dan geram terhadap yang mata duitan.
"Bukankah engkau kepala keluarga yang merupakan tulang punggung!"
kembali Dilla berbisik sembari melihat Ferry yang telah terlihat bersemangat dengan pancaran wajah yang sumbringah setelah mendengar Dilla akan membayar semuanya.
"kamu akan tetap membutuhkan ku,dan aku tau kalo kamu akan sanggup menghasilkan uang tuk ku!"
Gumam Ferry dalam hati sembari melihat Dilla Dengan senyum yang sulit tuk diartikan.
Hingga usia kandungan Dilla sampai sembilan bulan,
Tak sekalipun Ferry menguarkan biaya tuk periksa hingga persiapan kelahiran anak ketiganya.
Ferry pun tidak menepati janjinya tuk membayar upah Dilla yang telah membatunya membuat mainan serba.
Saat hari dan tanggal persalinan telah ditentukan,
Ferry kembali bersikap kasar dengan raut wajah masam jika bersama Dilla.
Berbeda jika ditengah keluarga nya, Ferry seolah olah berlagak bagaikan orang yang bertanggung jawab dengan segala keluh kesahnya kepada sang Ibu yang akhirnya berfikir kalo Dilla telah mbuat Ferry kerja Luntang Lantung.
Hingga kedua orang tua Ferry semakin membenci Dilla dan selalu meanggab Dilla hanya menjadi beban bagi penghalang dari kebahagian Ferry.
"cobalah kamu cari uang untuk membayar BPJS yang telah menunggak,
karean bagi ku tidak ada."
ucap Ferry pada Dilla yang notabennya istri dari Ferry.
semakin hari Ferry semakin gusar karena tidak kunjung mendapatkan uang untuk melunasi tunggakan BPJS.
karean kalo tidak dilunasi maka biaya bersalin akan semakin Mahat,
mungkin mencapai 12 juta, karean Dilla harus Cesar.
Setelah pemeriksaan terakhir,Dokter spesialis telah memastikan hari tanggal dan waktu tuk melahirkan Dilla,
Ferry yang semakin panik kembali menyalahkan Dilla.
"udah tau tidak sanggup,kamu malah hamil,
__ADS_1
udah jelas biayanya Mahal!"
umpat Ferry pada Dilla.
Dilla yang merasa semakin dipojokkan,
"ikan juga kerjaan mu,kalo kamu bisa menahan diri tidak mungkin aku hamil."
ucap Dilla tidak kalah emosi dengan air mata yang telah mengenang di pelupuk mata.
"Aku tidak sanggup tuk mencari sejumlah segitu,terserah pada mu saja lah!"
ucap Ferry dengan membebani semuanya pada Dilla.
Dilla sangat kecewa atas sikap dan perilaku Ferry.
Dilla merasa hancur hatinya bagaikan ditusuk ribuan belati tajam saat mendengar perkataan Ferry.
kembali ingatan Dilla bermunculan atas semua sikap.dan tanggung jawab Ferry yang tidak pernah peduli dengan kehamilannya yang ketiga ini.
memori sedih dan kecewa Dilla kembali menari nari dalam ingatannya
[ waktu Aku memberi tahu kehamilan,"kanapa kamu harus hamil sih," tutur mu ]
[saat pemerikasaan usia kandungan 3 bulan
[saat usia kandungan 6 bulan,
"periksa saja ke bidan desa."
padahal riwayat Dilla melahirkan Cesar dari kedua anaknya terdahulu. ]
[saat USG Dokter menyampaikan kalo anak nya, perempuan.
Dilla meminta tuk mencukupi semua kebutuhan anaknya.
situlah mulai pertengkaran 6ang tidak dapat dielakkan karean Ferry merasa dijadikan kuda beban bagi Dilla. ]
"sekarang lagi dan lagi kau meminta aku yang mengurus semuanya sendiri."
Lirih Dilla sembari mengusap perutnya yang telah membuncit.
Dilla menitikkan air mata saat ingatannya kembali bagai potongan puzzle hingga tersusun rapi membentuk lukisan yang suram.
Dilla yang tidak ada tempat bercerita dan berbagi,
menguatkan hati tuk menghubungi saudaranya dengan niat mintak bantuan untuk melunasi tunggakan BPJS yang senilai 1.500.000 ribu.
__ADS_1
Dengan hati yang sedikit bimbang Dilla memencet nomor saudaranya serta mengumpulkan keberanian tuk mengutarakan keinginannya.
saat sambungan terhubung,Tanpa pikir panjang Dilla mengutarakan maksud dan tujuan seta menceritakan semua tindakan Ferry hingga akhirnya Dilla meminta bantuan kepada saudaranya.
sungguh saudara Dilla sangat geram dan kesal mendengar pengaduan Dilla.
"Apa saja kerjaan laki laki itu?"
tanya saudara Dilla dengan suara yang lantang penuh emosi dari seberang.
...****************...
......................
...πππ...
π»πππ.....
π ππππππ‘ ππππ...
ππ
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ.....
ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ
ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π......
ππ€©π
ππππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΌππ΄ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
π‘πππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’π πππ ππππππππ π πππ‘π π ππππ!
πππ
ππππππ ππ’ππ ππππππππ¦π
π€π€π€π€π€
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ.
π₯°π€π₯³π
πππππππππ ππ ππππ π¦πππ π‘ππππ ππππππππ π ππππππ
__ADS_1
ππ