
pancaran jingga mulai menampakan kehadirannya di langit yang cerah.
Matahari hampir kembali ke peraduannya.
Dilla seta kedua anak nya telah bersiap menunggu di pinggir mobil pickup hijau,menunggu Ferry yang masih mengunci rolling toko elektronik nya..
"Dila,ayo naik,"
ajak Ferry yang telah lebih dulu duduk didepan stir mobil.
Dilla melangkah dan tangannya terulur membuka pintu mobil,
menaikan sisulung lebih dulu.
"ayo naik nak,
hati hati.
geser dikit biar bunda juga bisa duduk!"
ucap Dilla yang membantu anaknya naik dan memperhatikan sisulung yang telah duduk.
Dilla menaiki mobil pickup warna hijau dengan hati hati karena masih menggendong anaknya 2,5 tahun dan menutup pintu.
"udah fer!"
lanjutnya yang masih membereskan duduk nya.
Tak butuh berapa lama mereka sampai dirumah semi permanen milik mereka..
Dilla yang turun dengan kedua anaknya bergegas membuka kunci dan masuka kedalam rumah.
"assalamualaikum"
ucap Dilla saat membuka pintu dan melangkah kan kaki menapaki lantai rumahnya..
"Bunda,lapar."
rengek anak nya yang telah duduk bersila diatas karpet yang terbentang diruangan tengah..
"iya,bunda masak dulu ya!"
ujar Dilla dengan lembut sembari menurunkan anak yang masih dalam gendongan nya.
"tolong jaga adik yaa,
selagi bunda bikin masakan ya!"
perintah Dilla pada sulung dengan mengusap kepala anaknya..
Anak nya meangukan kepala
__ADS_1
"sini dik,
sama abang!"
ucap Anak sulung menghampiri dan memeluk adiknya..
Dilla hanya me
buta telur goreng dadar kesukaan anak anak nya..
sisulung dengan patuhnya menunggu duduk diruangan tengah dengan menonton film kartun bersama adiknya,
sesekali dia berlari melihat bundanya ke dapur.
Ferry yang baru masuak setelah memarkirkan mobil pickup warna hijau yang taka lama ini dibelinya.
"anak ayah langu nonton apa?"
tanyanya yang memilih duduk diruangan tengah bersama anak anaknya
"bunda ,masak apa bang?"
tanya Ferry yang melihat sisulung baru balik dari dapur..
"masak telur goreng!"
ujarnya tanpa melihat kearah Ferry dan memilih kembali memperhatikan televisi..
"hati hati jalan nya ya,,
nanti kena ini!"
ucap Dilla memperingati anaknya agar tidak menyenggol makan yang telah terhidang.
tak butuh waktu lama,,setelah menganti pakain tidur
mereka beralih kekar hendak istiraha melepaskan lelah ..
"Dilla,"
panggil Ferry yang melihat Dilla belum tertidur..
"mm,"
jawab Dilla tampa berucap..
"besok tolong tanda Tanganin,ada beberapa lembar kertas!"
ucap Ferry hati hati.
"kertas apa?"
__ADS_1
tanya Dilla yang kaget dan mengalihkan pandangannya kearah Ferry dengan menyipit..
"aku buat SIUP."
lanjut Ferry serius sembari meangakat tangan keatas kepala.
"oo,baik lah."
jawab Dila singakat dan memilih melanjutkan tidurnya.
tak butuh berapa lama ,kelurga kecil itu telah tertidur lelap dengan mimpi mereka masing masing berharap hari esok lebih baik dari hari kemarin..
seperti biasa Dilla tebangun dini gari hendak melaksanakan shalat tahajjud..
selesai shalat dan berdoa kepada Tahan pemilik alam semesta.
Dilla kembali berkutat dengan keseharian nya..
merendam kain kotor,merebus air mandi dan menyiapkan sarapan pagi ini..
setelah semuanya rapi..
Dilla pun telah menandatangani beberapa lembar kertas yang disodorkan Ferry,tanpa membacanya satu persatu terlebih dahulu.
"kamu ngak usah ikut ketoko,
kasihan anak anak,"
ucap Ferry yang telah memegang kunci mobil pickup.
"aku pergi dulu,
ayah cari duit dulu ya!"
lanjutnya pamit dan melangkah kan kaki dan menghilang dari pandangan Dilla yang masih berdiri mengendong si bungsu.
...****************...
...😉😉...
𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵𝑮 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰....
𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏
𝑽𝑶𝑻𝑬,𝑷𝑶𝑰𝑵,𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 ...
𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏-𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂
😉😍🤩
𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒍𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒂𝒂
__ADS_1
🙏🙏🙏