AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:21


__ADS_3

Dilla yang mendengar ucapan Ferry sangat kaget,


Dilla melihat Ferry dengan tatapan yang sendu dengan tubuh yang terasa sangat letih dan lemah.


"Aku pun binggung,


sudah dua hari kepala ku pusing."


Ucap Dilla lirih tidak bertenaga


"Sedari tadi Aku tidak bisa tidur karena sering buang air kecil!"


tutur Dilla menjelaskan kondisinya kepada Ferry yang tak lain adalah suaminya.


Ferry terlihat sangat tidak peduli dan malah kesal


"kenapa pusing?"


tanya Ferry dengan nada yang sedikit mengejek.


"kamu hanya dirumah saja,


tidak ada yang menjadi beban pikiran!"


Timpal Ferry tanpa memikirkan akibat dari ucapannya.


Dilla yang mendengar penuturan Ferry, mengerutkan keningnya dan kembali membaringkan tubuhnya.


"Lebih baik aku diam,dari pada ribut nanti!"


gumam Dilla dalam hati dengan mata yang telah berkaca kaca.


"Percuma juga menceritakan dan menjelaskan jasanya!"


kembali Dilla berkata dalam hati.


Dengan hati yang teramat sakit dengan ucapan Ferry yang meremehkannya.


Sedari tadi Dilla tidak bisa tidur karena terngiang ngiang ucapan Ferry di gendang telinganya.


Dilla kali merasakan ingin buang air kecil,berusaha tuk bangun dengan sangat hati hati agar tidak mengusik tidur Ferry dan anak anaknya.


Dilla melangkah dengan sangat perlahan menuju kamar mandi,


setelah kali dari kamar mandi,


Dilla memutuskan tuk tidur di atas karpet yang ada diruangan tengah depan televisi.


"Lebih baik aku tidur disini, biar tidak menggangu tidurnya."


lirih Dilla sembari membaringkan tubuhnya diatas karpet.


selang berapa detik,terdengar dentingan jarum jam menunjukan jam 3 Dini hari.

__ADS_1


Dilla kembali bangun menuju kamar mandi membersihkan tubuh serta mengambil wudhu untuk melaksanakan Shalat tahajud.


setelah selesai shalat Dilla dengan berurai air mata manjakan Doa serta minta petunjuk kepada Tuhan semesta alam.


Tepat jam 5 Dilla melaksanakan shalat subuh,


setelah selesai menunaikan kewajibannya pada sanga Khalid Dilla bersiap tuk keperluan anak sulungnya sekolah.


Dilla yang tengah asik memasak,tiba tiba perutnya bergejolak ingin memuntahkan isi perut.


Dilla yang tidak tahan dengan bau aroma nasi yang baru matang dari penanak nasi yang dicolokkan didinding rumah,


Setelah selesai memuntahkan isi perutnya,


Dilla memilih tuk mandi membersihkan seluruh tubuhnya yang terasa sangat lengket.


Saat Dilla tengah mandi kedua bocah laki lakinya bangun.


Dilla yang mendengar panggilan dari anaknya dengan segala dan tergesa gesa Dilla menyudahi mandi.


Dilla membuka pintu kamar setelah berpakaian,


"Ayo sini mandi sama bunda!"


panggil Dilla pada kedua bocah laki laki itu tuk segera mandi.


Saat memasang seragam sekolah anak sulungnya Dilla teringat,


"Jangan jangan aku hamil lagi!"


"Bunda bunda, bajunya belum terpasang!"


rengek Quil sembari memegang bahu Dilla,


Dilla tersadar saat mendengar rengekan anak sulungnya dengan mata yang telah berkaca kaca.


Seperti biasa Dilla bersiap mengantarkan putra sulung nya kesekolah Dengan angkot,


dengan membawa Eno putra keduanya.


tak butuh berapa lama berdiri dipinggir jalan, Dilla dan kedua anaknya telah menaiki angkot hingga berhenti didepan gerbang sekolah.


Dilla yang mencium puncak kepala anak sulung nya,


"Ayo masuk,belajar yang lain!"


titah Dilla pada anaknya yang sesaat berlalu memasuki gerbang sekolah.


Dilla 6angbtelah merasa mana meninggalkan anak sulung nya di sekolah dengan guru guru,


Kembali Dilla melangkahkan kaki sembari mengandeng tangan Eno tuk melintasi jalan yang sangat padat,


karena saat ini jam sibuk anak sekolah jalan sangat macet dengan kendaraan yang lalu lalang dan pejalan kaki.

__ADS_1


Dilla yang sedari tadi sudah berniat tuk membeli test pack, guna memastikan prasangka nya.


Dilla kini memasuki sebuah Apotek,


"Buk,test pack nya satu!"


ucap Dilla pada pelayan apotek.


setelah selesai melakukan transaksi pembayaran atas barang yang dibelinya.


Dilla kembali mengandeng tangan Eno melangkah keluar dari Apotek dan membelikan makanan tuk Eno disalah satu mini market terdekat,


Dilla kembali menuju angkot yang biasa ditumpanginya.


Tak butuh waktu lama Dilla sampai dirumah,


Sungguh sangat kaget Dilla saat muka pintu rumah,


Melihat sosok laki laki yang tengah duduk santai didepan televisi seperti baru bangun.


...****************...


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2