AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:28


__ADS_3

Dilla melahirkan anak perempuan.


Dilla sangat kasihan dengan putri kecilnya yang tidak mendapatkan perhatian dari Ayahnya.


Sungguh hati Dilla sangat sedih jika mengigat perjuangan nya, dalam memperjuangan kehamilan anak ketiga sendirian tanpa dukungan dari suami.


Dilla bertekad dalam hati akan memenuhi semua kebutuhan anak ketiganya walau tanpa campur tangan suaminya.


karena anak ketiga ini berjenis kelamin perempuan,


Dilla yang tidak memiliki apa apa,


Dilla memberikan anting tuk dipasang ditelinga putri yang baru saja dilahirkannya.


Terlebih Dilla menyadari kalo Ferry tidak akan membelikan apa apa untuk anaknya yang baru lahir.


"Fer, tolong tukar kan ini ke toko emas dengan anting bayi!"


ujar Dilla sembari menyodorkan sepasang anti.


Dasar Ferry yang tidak punya otak dak akal,


Dengan senang hati menerima dan melenggang pergi membawa anting istrinya.


Padahal itu adalah kewajibannya dan merupakan hak dari gadis kecil yang baru saja lahir kedunia dengan segala perjuangan dan pengorbanan dari sang Bunda yang sangat kuat dan tegar walau kadang tidak bisa ikhlas.


setelah Ferry kembali dari toko emas menukarkan anting Dilla menjadi anting bayi,


kembali dengan bangga dan congkak Ferry mengaku baru saja membeli anting tuk putrinya yang baru lahir.


Tanpa berdosa dan rasa malu Ferry berujar walau dihadapan Dilla.


Dilla hanya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan Ferry yang mencari sanjung dan puji dari orang dan keluarganya.


Setelah keluarga Ferry pergi,ruangan terasa sepi dan tenang,


Dilla bisa beristirahat.


sesaat kemudian Rozi datang melihat kondisi Dilla Dan putri kecil yang baru saja melihat dunia yang pana penuh tipu daya.


"Dilla,


Apa sudah ada antingnya?"


tanya Rozi saat menggendong bayi perempuan itu.


"Udah Zi,


Aku minta Ferry mengecilkan anting ku yang biasa Aku pakai."


Ujar Dilla dengan senyum yang terukir lebar di bibirnya menunjukan kalau Dilla memang bahagia..


"kenapa anting kamu?


sebenarnya itu tanggung jawab Ferry!"


Ucap Rozi dengan sorot mata penuh kekesalan saat menyebut Nama Ferry.


"Biarkan sajalah Zi,


Kamu kan sudah tau."


lanjut Dilla dengan senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Dilla yang masih terbaring dengan selang infus dan kateter yang terpasang,


"Zi,tolong kamu ambil anting itu dalam laci ditaruh Ferry."


ucap Dilla sembari melihat meja yang memiliki laci disamping ranjang pasien.


setelah berhasil mengabil anting,Rozi membawa bayi perempuan itu bersamanya.


"Aku pinjam sementara anak perempuan ini!"


ucap Rozi seraya menggendong dan membawa bayi perempuan itu, tanpa menunggu jawaban dari Dilla.


Saat ini Rozi sedang membawa bayi perempuan itu tuk dipasang kan anting.


setelah anting terpasang Rozi kembali mengantarkan bayi perempuan itu kepada Dilla,


kebetulan saat ini Ferry tengah berada didalam ruangan duduk di tepi ranjang Dilla.


Tanpa malu Ferry berkata kalo dia telah lama menyiapkan anting untuk putrinya.


Rozi yang mendengar dongeng Ferry hanya bisa tersenyum


"memang sudah sepantasnya seorang ayah bertanggung jawab penuh terutama kepada anak perempuan!"


tutur Rozi seraya menyentil Ferry.


Dasar Ferry muka tembok telinga kuali,tidak jadi masah baginya.


Ferry masih tetap berlagak kalo semuanya berkat usaha dan perjuangannya,


tanpa sadar kalo Rozi telah mengetahui cerita sebenarnya.


Setelah Rozi pergi,


tinggal Ferry dengan Ketiga anak, Dilla dan pasien yang lain.


mereka membayar 250.000."


ucap Dilla pelan yang masih bisa terdengar jelas oleh Ferry.


Ferry yang mengerutkan keningnya,


"Tidak usah dibayar,apa tanda persahabatan kita dengan Rozi?


biarkan saja."


Ucap Ferry saat tahu kalo Rozi lah yang telah memasang anting pada bayi perempuan nya.


Mendengar ucapan Ferry hati Dilla mersa perih dan runyam,


Dilla mersa sangat segan dengan Rozi yang telah begitu banyak membantunya.


Kembali Ingatan Dilla berkelana.


Dilla mentap Ferry dengan tatapan yang jengah,


"waktu berlalu,


Dari embrio hingga lahir kamu tidak ada mengeluarkan biaya sedikit pun"


gumam Dilla dalam hati sembari menatap Ferry dengan mata yang telah berkaca kaca.


Setelah tiga hari dirawat dirumah sakit xxx, dalam masa pemulihan paska melahirkan Cesar,Dilla diperbolehkan pulang.

__ADS_1


Disaat hari kepulangan orang tua Ferry datang,


Tapi Orang tua Ferry melihat bayi perempuan itu dengan tatapan yang geli.


Rozi yang sedari tadi mendampingi Dilla melihat gelagat orang tua Ferry yang berusaha menghindar.


saat hendak meninggalkan ruangan Dilla berpamitan dengan Rozi,


Saat Dilla hendak menggendong bayinya,


"Ferry Gendonglah putri mu,


Dilla masih susah tuk berjalan,tolong kamu dampingi!"


ucap Rozi yang geram melihat Ferry yang malah berdampingan berjalan dengan Ibunya dan meninggalkan Dilla dibelakang mengekor.


Rozi yang melihat Dilla,


tiba tiba menekuk dengan erat,


"Kamu jangan banyak pikiran,yang terpenting kamu dan anak anak tetap happy."


bisik Rozi tepat ditelinga Dilla saat hendak mengurai pelukan.


hingga akhirnya nya Rozi mengantarkan Dilla hingga sampai naik mobi Hijet 1000 warna merah.


karena seminggu akan lahiran, Ferry menukar kijang pick up komando hijau dengan mobil Hijet 1000 warna merah itu pun tanpa persetujuan yang punya yaitu Dilla.


...****************...


......................


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž

__ADS_1


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


__ADS_2