
Dilla yang binggung hanya memperhatikan kerjaan Ferry yang sibuk memasang stiker...
setelah Ferry selesai,Dilla yang menggendong anaknya yang tertidur sedari tadi berinisiatif bertanya.
"Fer,,kenapa Dikasih striker?"
tanya Dilla masih binggung.
"kan mau diantar nantik sore!"
balas Ferry singkat
"aaa...
tadi saya bilang klo barang nya di gudang Fer!"
lanjut Dilla yang kaget mendengar pemaparan dari suaminya
"barang di gudang tidak ada,,
kasih aja ini, kan sudah di samarkan bekas goresan yang ada!"
lanjut Ferry sembari menunjuk kulkas yang telah diberinya striker tadi dengan nada suara yang tinggi..
"itu curang,tidak jujur,penipuan,Fer!"
ucap Dilla karena sangat kecewa dengan sikap Ferry..
"Dalam berdagang ini,klo jujur kita tidak akan pernah menjadi orang kaya!"
sanggah Ferry sedikit penekanan di kalimat Kaya..
"astagfirullah Fer!"
ujar Dilla yang tidak menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut suaminya..
"tenang ajalah kamu,,orang nya balan tau,,aku mainnya cantik!"
lanjut Ferry meyakinkan kan Dilla.
"Tidak Fer,
orang mang tidak tau,
tapi Tuhan kan tahu!"
kembali Dilla mengatakan Ferry,berharap suaminya bisa faham..
"itu urusan nanti,yang penting hadapi sekarang dulu."
__ADS_1
lanjut Ferry yang tidak mau mendengarkan istrinya
"kalau orang nya tau,dia bakalan kecewa,
doa orang yang terzolimi sepat dikabulkan Tuhan!"
kembali Dilla berusaha menasehati suaminya..
"sudah lah,,kamu bisa diam dan tutup mulut,aku capek berdebat dengan mu!"
bentak Ferry membuat anaknya yang tertidur dalam gendongan Dilla terbangun.
dan sisulung yang asik main mobil mobil an sedari tadi diatas meja kaget
"bunda?"
lirihnya memanggil wanita yang telah melahirkan kanya..
Dilla yang mendengar suara sisulung melangkah mendekat dengan mengusap punggung anak yang dalam gendongan nya..
"ayok main lagi!"
lanjut Dilla pada sisulung yang masih menatap ayah tanpa berkedip
"Kita pulang?"
"nanti ya sayang,,kita jaga toko dulu"
ujar Dilla lembut menenangkan anak anak nya..
setelah sore Ferry pergi mengantarkan kulkas yang telah dilapis stiker tadi ketempat pembelinya..
"kamu jaga toko dan lihatin anak anak,
aku pergi sebentar nanti kita pulang bareng."
ucap Ferry yang telah berda di depan stir mobil pickup warna hijau.
Ferry yang telah kembali dari mengatakan kulkas,
melenggang masuk toko dengan wajah yang gembira.
"tu kan,tidak ada masalah.
malah orangnya senang karena ada stiker,
merasa beda dari tetangganya."
ucap Ferry dengan bangga
__ADS_1
namun tidak bagi Dilla karean mersa itu tidak jujur.
Dilla hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Ferry..
matahari sudah mulai menghilang,
dengan warna jingga yang memancar petanda akan berganti malam.
"ayo kita siap siap tuk pulang."
ajak Ferry pada Dilla yang telah mulai berkemas hendak menutup toko.
Dilla yang selama ini Ferry pulang larut malam sangat heran.
"kan masih sore Fer,?"
tanya nya bingung.
"bukanya kamu kalo pulang larut malam biasanya"
lanjut Dilla dengan dahi yang berkerut.
"itu karena aku ketiduran dirumah ibu."
jawab Ferry jujur yang berhasil membuat Dilla meringis karena semua prasangka nya selama ini benar.
Sungguh hati Dilla tersa sangat nyeri dan sesak
"jadi selama ini kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan?"
rintih Dilla dalam hati masih melihat Ferry tanpa berkedip.
...****************...
...😉😉...
𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵𝑮 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰....
𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏
𝑽𝑶𝑻𝑬,𝑷𝑶𝑰𝑵,𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 ...
𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏-𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂
😉😍🤩
𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒍𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒂𝒂
🙏🙏🙏
__ADS_1