AKU-KAU DAN IBUMU

AKU-KAU DAN IBUMU
ep:15


__ADS_3

Dilla yang telah terbiasa ditinggal dirumah dengan anak anak nya,,selalu menghabiskan hari-harinya dengan ocehan dari kedua jagoan kecilnya.


pagi ini Dilla kembali membawa kedua jagoan main didepan rumah hanya diatas teras merka yang kecil.


setiap warga yang lewat selalu menyapa kedua bocah laki laki yang asik main kejar keran dengan tawa riang.


Sedang asik menemani kedua jagoan nya,Dilla dikagetkan kedatangan dua orang yang sangat asing baginya.


"Assalamualaikum,"


ujar dua orang asing itu


"Waalaikum salam."


balas Dilla bingung.


"kami dari Bank Pundi,ingin surpe."


ucap dua orang itu yang tengah serius mengambil foto rumah semi permanen dari segala sisi.


Dilla terlihat panik,meraih kedua tangan anaknya, hendak mambawa kedua anak nya kedalam rumah.


Dilla yang tidak mengerti masalah masalah begituan,


Dilla semakin binggung dan gemetar memilih masuk kedalam rumah,tidak mempedulikan Kedua orang yang sibuk mengambil foto rumahnya.


Tiba tiba Dilla mersa pusing dan


mual.


perlahan Dila mengusap kepalan Tengku nya tuk mengurangi rasa pusing kepalanya.


Dilla mengajak kedua anaknya tuk tidur didepan televisi dengan memutar film kartun,agar kedua anaknya tidak rewel.


setelah tiduran sesaat Dilla terbangun,karena teringat kedua anaknya belum makan.


Dilla bergegas membuat makanan tuk kedua anaknya didapur,


setelah masak mereka kembali makan satu piring bertiga,


Dilla yang sibuk menyuapi kedua anaknya secara bergantian.


Setelah larut malam, Ferry kembali kerumah semi permanen tempat istirahat dan anaknya yang ditinggal kainnya tadi pagi.


Dilla yang masih mengantuk,saat kepulangan Ferry tidak ingat dengan kejadian tadi pagi.


Ferry yang juga mersa lelah malah mengajak Dilla untuk tidur dengan kedua anaknya.


tak butuh waktu lama mereka tertidur menelusuri alam mimpi.


Seperti biasa Dilla terbiasa bagun dini hari,tuk melaksanakan shalat tahajjud.


Setelah selesai shalat Dilla bersiap dengan rutinitasnya lebih awal,


karena hari ini anak sulung nya mau masuk sekolah,


karena tahun ajaran baru, terlebih anak sulungnya telah berumur 5tahun lebih.


Pagi pagi sekali stelah shalat subuh,semuanya telah rapi,


Dilla bersiap mandikan kedua anaknya,tuk mengantar sisulung mendaftar ke sekolah.


Setelah semuanya rapi,kedua anaknya telah berpakaian yang sangat pantas,


pagi ini Ferry bersiap mengatakan Dilla dan kedua anaknya tuk mendaftarkan sisulung.


Setelah pendaftaran sisulung ditaman kanak-kanak,


Ferry kembali mengantarkan istri dan kedua anaknya pulang kerumah,


setelah istri dan keduanya tersa aman sampai dirumah,


Ferry melajukan mobil pickup komando warna hijau miliknya menuju toko eletronik.


Setelah satu bulan berlalu,


sisulung sangat nyaman bersekolah di taman kanak-kanak.

__ADS_1


Setiap pagi rutinitas Dilla kini mengantarkan sisulung sekolah,


dan mengurus keperluan Ferry seta balik dari sekolah sisulung.


Tepat jam 10 pagi menjelang siang, Dilla kembali menjemput sisulung yang telah pulang sekolah.


Hari hari dilalui Dilla dengan suka cita.


Setelah satu tahun berlalu,Dilla sangat dikagetkan kedatangan orang tiba tiba menagih hutang yang telah menunggak pembayaran nya.


"Assalamualaikum."


ujar dua orang yang tidak dikenal


"Waalaikum salam"


balas Dilla dibalik jendela mengintip siapa yang datang.


melihat Dua orang yang berdiri didepan pintu rumahnya,


Dilla membuka pintu.


"Maaf kak,apa Bang Ferry nya ada?"


tanya salah seorang dari duo orang tak dikenalnya.


"Ferry masih di toko.


Maaf ini dengan siapa?


kenapa mencari suami say?"


balas Dilla kembali bertanya dengan membabi buta,karena merasa sangat heran dan curiga.


"kami dari Bank Pundi,


mau menagih pembayaran yang sudah telat empat bulan!"


ujar dua orang itu menjelaskan.


"Hutang,tagihan dan Tungga kan,?"


"Betul Kak,


Bang Ferry telah menunggak pembayaran dua bulan,


Sangat sulit tuk ditemui."


Lanjut kedua orang yang berwajah sangar itu.


Dilla yang bingung,


"aku tidak mengetahui semunya itu,siap yang memberi petunjuk hingga saudara sampai dirumah saya?"


kembali Dilla bertanya penuh selidik.


"Karena rumah ini sebagai jaminan hutang Kak,


kami dapat alamat dari berkas yang kami baca!"


tutur kedua tukang tagih itu menyodorkan selembar kertas yang g


harus ditanda Tangani Dilla.


Dilla sangat kaget dan gemetar,


Dilla menolak menanda tangani kertas itu.


"maaf saya tidak bisa tanda tangan,karena saya tidak ikut dalam proses pinjaman ini."


tolak Dilla.


Dilla memilih masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya.


Dilla yang sangat kaget dan gugup bersandar di pintu berurai air mata,


"apa yang kamu lakukan Ferry,hingga rumah ini pun kamu gadaikan."

__ADS_1


gumam Dilla dalam hati,


Dilla yang melihat kedua anaknya masih asik menonton film kartun didepan televisi,


Dilla mendekat dan memeluk kedua anak nya dalam pelukanya serta menciumi kedua kepala anaknya.


"Bunda nangis?"


tanya sisulung mengusap air mata yang jatuh di pipi Dilla.


Dilla hanya meanggukan kepala,tanpa sangup berkata kata kepada bocah yang terlihat sedih melihat dirinya yang menangis.


Dilla sangat hancur dan kecewa atas semua perbuatan Ferry yang me gadaikan rumah semi permanen miliknya tanpa seizin dari nya.


Ingatan Dilla kembali pada semua tindakan Ferry


[saat Ferry mengambil uang kiriman saudara laki laki Dilla setiap bulan]


[saat Ferry mengambil pinjaman koperasi tuk ibunya]


[saat Ferry mengadaikan kedua angkot tambangan kota yang dibelikannya dulu]


Semua kebohongan Ferry berseliweran di ingatan Dilla,


"tuk apa dan tuk siapa semuanya kamu laki kan Ferry!"


gumam Dilla dalam hatinya dengan mata yang masih berurai air mata.


Sore ini matahari telah berangsur kembali sarangnya,


Dilla yang menahan sakit di kepala setelah seharian berpikir dan menangis,


Berusaha mencukupi kebutuhan kedua anaknya.


Setelah kedua anaknya makan mal,Dilla mengajak kedua anaknya tidur lebih awal,


tidak begitu lama mereka tertidur,


Dilla yang mersakan lelah badan dan batin ikut tertidur bersama kedua bocah laki laki itu.


Tengah malam Dilla terbangun saat mendengar bunyi ketokan pintu dan namanya dipanggil.


tok...tok..tok...


"Dilla,buka pintu"


ujar Ferry yang baru pulang.


Dengan mata yang sembab Dilla membukakan pintu tuk suaminya.


Ferry yang melihat wajah Dilla,


"kenapa mata mu sembab Dilla?


apa kamu menangis?"


tanya Ferry melihat Dilla yang tidak seperti biasanya...


Dilla tidak me jawab semua pertanyaan Ferry,malah berjalan ke tengah rumah dan me dudukan dirinya diatas karpet yang berada didepan televisi.


"Ferry,ayo duduk sini,


kita musti bicara!"


ucap Dilla pada Ferry.


Ferry terlihat bingung,tapi menuruti semua keinginan dari Dilla tuk duduk disamping isteri nya.


......................


𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑽𝑶𝑻𝑬, 𝑷𝑶𝑰𝑵, 𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 😉😍🤩


𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒑𝒂 𝑳𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝑬𝑹𝑰 𝑹𝑨𝑵𝑻𝑰𝑵𝑮 𝒚𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖 𝒌𝒖


🙏🙏🙏


𝑻𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑶𝑴𝑬𝑵 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒔𝒐𝒑𝒂𝒏 😘😘😘

__ADS_1


𝑨𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈.


🤭🥰🤗🥳🌞


__ADS_2