
"Mau sate kelinci, Dek? Cuman tiga perunggu pertusuknya!" tawar salah seorang pedagang makanan cepat saji.
"Mungkin lain kali," jawab Retia kemudian berlalu pergi.
Saat ini dia berada di pasar, dengan santai menapaki jalan sambil melirik dagangan di kiri dan kanan.
Tidak terlalu banyak hal yang bisa dilihat di sana. Kebanyakan pedagang makanan menjual kentang rebus dan roti keras. Yang lain menjual pakaian dari rajutan wol, senjata, dan bebatuan permata yang cantik.
Sebelumnya, Retia menjadi satu-satunya orang yang tersisa di meja makan. Sylvi dan Maid lainnya pergi menyelesaikan kewajibannya masing-masing, sedangkan Mary sibuk membasuh piring dan wadah bekas membuat kentang goreng tadi.
Retia menatap udara kembali, berniat untuk membuka hadiah dari misi sebelumnya.
[ Hadiah misi pertama telah didapatkan. Apakah Pengguna ingin membukanya? ]
"Ya!"
[ Membuka kotak hadiah... ]
[ Kotak Hadiah Rank: B, berhasil dibuka ]
[ Mendapatkan kemampuan: Simple Information> Tabel informasi dasar orang lain bisa terlihat. Pejamkan mata selama tiga detik kemudian kedipkan untuk mengaktifkan kemampuan. ]
[ Mendapatkan kemampuan: Chef Information> Tabel keahlian memasak akan ditambahkan ke kemampuan informasi sederhana. ]
[ Mendapatkan kemampuan: Costumer Information> Tabel keinginan pelanggan akan ditambahkan ke kemampuan informasi sederhana. ]
"Pejamkan mataku, lalu kedipkan."
Retia mencoba mengikuti arahan yang diberitahukan oleh sistem, kemudian mencobanya kepada Mary. Buku resep kuno yang melayang kini terbuka, mengeluarkan hologram berisi informasi sederhana tentang Mary.
[ Informasi Sederhana ]
Nama: Mary Helen.
Usia: 15 tahun.
Posisi: Maid baru.
Keadaan: Takut.
Keahlian Memasak: 4/10.
Keahlian Memotong: 5/10.
Keahlian Mendekor: 7/10.
Makanan yang diinginkan: Roti Manis.
Minuman yang diinginkan: Teh Rebilla.
Keinginan Khusus: Melihat taman bunga di Kekaisaran.
"Oh? Kemampuan yang sangat bagus! Dengan ini akan menjadi lebih mudah untuk memuaskan para Juri. Apa kemampuan ini juga bisa digunakan kepada diriku sendiri?"
__ADS_1
"Tapi kenapa Mary merasa takut?" batin Retia bertanya-tanya. Namun, memilih untuk mengabaikannya, walaupun sebenarnya penyebab rasa takut itu adalah dirinya sendiri yang selalu menatap kosong ke udara sambil bergumam dan tersenyum.
Retia mulai memejamkan matanya kembali, berkedip kemudian menatap tangannya sendiri. Rupanya itu berhasil, layar hologram berganti.
[ Informasi Sederhana ]
Nama: Retia Anggraini
Usia: 23 tahun.
Posisi: Pengangguran.
Keadaan: Penasaran.
Keahlian Memasak: 7/10.
Keahlian Memotong: 6/10.
Keahlian Mendekor: 5/10.
Makanan yang diinginkan: Ayam Goreng
Minuman yang diinginkan: Es Kelapa Muda
Keinginan Khusus: Keluar dari dunia ini.
"Benar, aku sudah bertanya tentang Ayam di dunia ini, tetapi tidak ada yang tahu. Entah karena namanya berbeda atau memang tidak ada di tempat ini."
Layar hologram kembali berkedip, padahal Retia belum melakukan apapun lagi terhadapnya.
[ Misi utama selesai ditambahkan! ]
[ Main Quest: Jadilah Ratu Memasak, telah ditambahkan ]
[ Jadilah Ratu Memasak [ 0/5 ]
Quest: Cari tahu cara menjadi Ratu Memasak.
Hadiah: Keahlian Mata Dewi Makan> Pertukaran Pengetahuan.
Melihat misi itu Retia langsung bertanya, "Mary, apa kamu tahu tentang Ratu Memasak? Bagaimana caranya agar aku bisa menjadi Ratu Memasak?"
"Ratu memasak? Ah, apakah yang Anda maksud kompetisi memasak tahunan? Para pemenang kompetisi itu di depan namanya akan ditambahkan gelar Ratu Memasak jika perempuan," jawab Mary.
"Sebuah kompetisi?"
Semangat Retia mulai membara, sekarang jalan baru untuk menggapai impiannya telah terbuka. Ditambah dengan sistem yang membantunya, Retia melihat jalan itu menyambutnya dengan cahaya. Walaupun di dunia asal Retia gagal, bukankah tidak apa-apa mencoba menggapainya kembali di dunia ini?
"Kapan itu diadakan!?" tanya Retia setengah berteriak saking senangnya.
"Itu ... sekitar empat bulan lagi."
...•••...
__ADS_1
Kembali ke waktu sekarang, Retia telah keluar dari area pasar. Alasan Retia berada ditempat ini cukup sederhana, Retia butuh sebuah senjata. Tidak-tidak, bukan senjata yang tajam itu, lebih tepatnya sebuah nama atau koneksi.
Retia belajar dari pengalaman. Dulu, sewaktu masih di Grand Chef, Retia diremehkan bahkan dikucilkan oleh peserta lain karena hanya dia yang tidak terkenal. Datang dari keluarga sederhana dengan koneksi yang lemah hampir cacat.
Setelah berpikir apa yang harus ia lakukan untuk membangun nama di dunia ini, Retia kemudian memutuskan untuk mencari dan memanfaatkan sisi lemah dunia ini dengan mulai menyurvey beberapa area di kota Sorrow ini.
Retia sekarang memasuki area peternakan. Jika ayam benar-benar ada di dunia ini, seharusnya para Peternak lebih tahu daripada Pembantu.
Di setiap kandang terdapat papan nama dengan hurup aneh, uniknya Retia dapat mengerti apa yang tertulis di sana, walaupun nama hewan ternaknya agak aneh.
"Peternakan Hippobee, Perternakan Bigboar. Oh? Yang ini sepertinya normal, Peternakan Kelinci, Peternakan Sapi, Peternakan kentang, Peternakan Domba ...."
Retia menghentikan langkahnya, fungsi otaknya serasa terhenti untuk sebentar.
"Tunggu, Peternakan Kentang!?" teriak Retia tidak percaya.
Retia berbalik ke sana kembali, mengintip ke dalam dan melihat apa sebenarnya Kentang yang dimaksudkan di sini. Di dalam, Retia melihat seorang Peternak yang sedang mencungkil kentang dari punggung hewan besar dengan bentuk seperti Landak. Mengerikan sekaligus menjijikan.
Retia tak bisa menahannya lagi, muntah, mengotori dinding Peternakan Kentang tak bersalah itu. Mendengar suara muntahan Retia yang cukup keras, Peternak Kentang langsung berteriak keras, "Siapa di sana!!"
Retia tanpa pikir panjang langsung berlari sambil meneriakan permintaan maaf. Sesekali Retia melirik ke belakang dan mendapati Peternak itu masih mengejarnya dengan ekspresi wajah yang pucat. "Bagaimana ini? Pasti dia sangat mencintai Peternakannya," pikir Retia
Retia terus saja berlari, setidaknya sampai kakinya tidak menerima pijakan.
"Ah, sial*n!" umpat Retia. Tubuh gadis itu mulai terjatuh ke dalam ngarai yang dalam. Retia memejamkan matanya. Saat Retia berpikir kisah hidupnya telah berakhir, sepasang tangan menangkap tubuhnya.
Retia membuka matanya kembali dan bertatapan langsung dengan pria tampan pemilik bola mata yang gelap pekat. Rambut hitam pria itu berkibar diterpa angin. Kakinya melompat di udara dengan mudahnya. Retia tak bisa berkata-kata lagi. Pria itu membawanya terbang, tetapi tidak ada sayap di punggungnya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu ketika mereka sudah kembali naik ke atas tebing. Kemampuan informasi sederhana tidak sengaja aktif dan memperlihatkan informasi milik pria di depannya itu.
[ Informasi Sederhana ]
Nama: Khansa al Real
Usia: 25 tahun.
Posisi: Tuan Tanah.
Keadaan: Kaget. Khawatir.
Keahlian Memasak: 3/10.
Keahlian Memotong: 10/10.
Keahlian Mendekor: 8/10.
Makanan yang diinginkan: Kepiting Rebus.
Minuman yang diinginkan: Teh Rebilla.
Keinginan Khusus: Mencari orang berbakat.
"Apa? Keahlian memotongnya sempurna? Siapa orang ini?" batin Retia bertanya-tanya.
__ADS_1
"Nona! Anda tidak apa-apa!?" tanya Pak Peternak yang baru saja tiba. Wajahnya benar-benar pucat membuat Retia sadar dan merasa bersalah.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Khan sangat kebingungan.