Aku Keturunan Dewi Makan?

Aku Keturunan Dewi Makan?
Bab 33 : Charlotte


__ADS_3

"Saya Retia Anggraini," jawab Retia.


"Retia Anggraini? Dewi Kebersihan itu?" tanya Char pada Miria—Maid Pribadi-nya.


"Benar, Tuan Putri," jawab Miria.


"Nona Retia, ayo segera pergi kembali ke Kansas!" Suara itu adalah milik Khan, yang tiba-tiba saja sudah ada di pojok taman.


"Anda... bagaimana bisa masuk ke sini?" tanya Retia.


"Kenapa? Aku tinggal mengubah tubuhku menjadi cairan dan masuk lewat pentilasi udara, daripada itu, ayo kita harus segera berangkat sebelum terkena masalah yang merepotkan," jelas Khan.


"Apa mungkin 'Masalah yang merepotkan' itu adalah aku?" Charlotte bertanya. Ekspresi muramnya yang menakutkan memberikan kesan hukuman mati.


..."Uakh!!"...


"Dia berteriak dengan nada rendah? Apa yang ini juga sihir?" batin Retia bingung melihat Khan yang tetap dengan ekspresi besinya, tetapi dapat terdengar teriakan kecil, buah dari kalung yang Retia pakai.


"Tentu saja bukan, orang yang aku maksud adalah para Bangsawan aneh itu. Hahaha. Ngomong-ngomong, apa yang membuat Anda berada di sini? Saya dengar beberapa bulan terakhir, Anda mengurung diri di dapur istana, apa ada yang terjadi?" tanya Khan, mengalihkan topik.


"Jadi, bukan aku?"


"Ya."


"Yang benar?"


Tidak memedulikan perdebatan itu, Retia memilih untuk memeriksa informasi milik Khan. Sudah lama juga sejak terakhir kali dia menggunakannya ke orang lain selain dirinya.


[ Informasi Sederhana ]


Nama: Khansa al Real


Usia: 25 tahun.


Posisi: Land Lord. Sword God. God Of Forging.


Keadaan: Tidak Terindentifikasi.


Keahlian Memasak: 3/10.


Keahlian Memotong: Tidak Dapat Diukur.


Keahlian Mendekor: 8/10.


Makanan yang diinginkan: Tidak Terindentifikasi.


Minuman yang diinginkan: Tidak Terindentifikasi.


Keinginan Khusus: Tidak Terindentifikasi.


Kemampuan: Teknik Pedang Sinar Bulan. Manipulasi Sihir Samudra. Manipulasi Sihir Penguatan. Teknik Tempa Raja Dwarves. Physical form. Mystical form.

__ADS_1


"Eh? Tidak teridentifikasi?"


Retia sontak gelisah, terpikir adanya kerusakan pada sistem Dewi Makan. Apa karena akhir-akhir ini dia mandi dengan menggunakan sabun, sedangkan sistem rupanya adalah sebuah Kuman dari Dewa Jahat? Retia termakan dongeng buatannya sendiri.


Retia berbalik dan melihat ke arah Charlotte. Memastikan apa sistemnya masih baik-baik saja atau tidak.


[ Informasi Sederhana ]


Nama: Charlotte al Sahara


Usia: 20 tahun.


Posisi: Putri ke-empat Kekaisaran Sahara.


Keadaan: Penasaran. Senang. Cemburu.


Keahlian Memasak: 8/10.


Keahlian Memotong: 9/10.


Keahlian Mendekor: 10/10.


Makanan yang diinginkan: Sup Salamander Kuning.


Minuman yang diinginkan: Teh Susu Rebilla.


Keinginan Khusus: Menikah dengan Khan.


Retia sedikit tenang, bersyukur kalau sistem Dewi Makan masih bisa berfungsi, Khan saja yang aneh. Mungkin terkait dengan kenaikan tingkat sihirnya baru-baru ini. Namun, Retia justru teralihkan oleh keahlian memasak Charlotte yang sama tingkatnya dengan dirinya, hanya saja keahliannya yang lain lebih tinggi.


"Apa-apaan itu? Ba-bagaimana denganku?"


Retia memeriksa status miliknya sendiri. Buah dari latihannya selama ini memang meningkat drastis. Walaupun masih kalah jika dibandingkan dengan keahlian Charlotte.


[ Informasi Sederhana ]


Nama: Retia Anggraini


Usia: 23 tahun.


Posisi: Chairman. Goddess of cleanliness.


Keadaan: Terkejut. Insecure. Takut.


Keahlian Memasak: 8/10.


Keahlian Memotong: 8/10.


Keahlian Mendekor: 8/10.


Makanan yang diinginkan: Ayam Goreng

__ADS_1


Minuman yang diinginkan: Es Kelapa Muda


Keinginan Khusus: Keluar dari dunia ini.


kemampuan: Sistem Dewi Makan.


...•••...


"Bagaimana bisa Saya berdusta kepada Permata Suci Kekaisaran." Khan masih tetap bersikukuh dengan kilahnya.


"Jadi, kamu masih ingat dengan janjimu, kan? Aku sudah menyelesaikan sekolahku dan menjadi dewasa setahun yang lalu. Jangan bilang padaku kamu masih memiliki syarat lainnya? Kamu tidak perlu khawatir dengan menjadi istri yang baik, semua pekerjaan rumahku sudah mendapatkan label 'Master'. Kepala Koki Istana saja bertekuk lutut di kakiku," katanya bangga.


Usia dewasa bagi perempuan di dunia ini adalah sembilan belas tahun, tetapi untuk pria justru lebih rendah dari itu, yakni di usia lima belas tahun. Selama setahun setelah kelulusannya dari sekolah kebangsawanan, Charlotte mengikuti banyak tes pekerja—Maid dengan standar Bangsawan Kekaisaran dan mendapatkan nilai sempurna di segala bidang, termasuk memasak dan pengobatan.


"Cobalah memenangkan Kompetisi memasak tahunan kerajaan Regionald, dengan begitu akan aku dengarkan permintaanmu. Saat ini aku sedang sibuk-sibuknya, bahkan jika kamu memaksa, aku tetap tidak bisa. Begini saja, jika kamu menang di kompetisi itu, kita akan menikah dan aku akan membuat sebuah kastil khusus untuk acara pernikahan kita di Kansas?" Khan memberikan saran, setelah berpikir beberapa masa.


..."Tu-tunggu." Retia gundah. Jika seseorang dengan skill memasak seperti Charlotte mengikuti kompetisi memasak bersama dengannya, Retia khawatir akan tumbang di tengah jalan. Mengerikannya lagi, pamor dari Permata Suci Kekaisaran pastinya lebih besar dari Dewi Kebersihan. Sangat jauh....


"Benarkah itu? Kalau benar begitu, maka akan aku menangkan Kompetisi bodoh itu. Miria!" panggil Charl.


"Ya, Tuan Putri."


"Antarkan aku kembali ke dapur."


"Baik."


"Kalau begitu, sampai berjumpa lagi, Sayang."


Charlotte menyeringai, mencubit paha Khan dan keluar dari ruangan.


"Ya, semoga beruntung," kata Khan merinding.


Pertunangan Khan dan Charlotte adalah sebuah kewajiban bagi Khan. Charlotte yang sewaktu itu masih berumur lima belas tahun, melamarnya dan memohon untuk menikahinya. Saat itu dan tahun-tahun sesudahnya Khan bisa beralasan bahwa Charlotte masih muda, bahkan Kaisar sendiri mencoba untuk menghalangi niat Charlotte dengan mengatakan kalau Charlotte harus menjadi istri yang baik terlebih dahulu sebelum menikah. Tuan Putri keras kepala itu akhirnya lulus dari sekolah dan resmi menjadi wanita Dewasa.


Kini Khan tidak tahu lagi harus beralasan apa untuk menunda pernikahan, oleh sebab itu juga dia ingin segera pergi dari Kekaisaran Sahara. Parahnya, Kaisar sendiri tidak bisa mengatur putri kesayangannya yang sudah dewasa. Menikah dengan gadis keras kepala hanya akan membuat stres menumpuk dan pekerjaannya menjadi melebur, Khan sebisa mungkin menghindarinya.


Dengan memintanya untuk mengikuti Kompetisi memasak, Khan mendapatkan beberapa waktu tambahan untuk berfokus pada pembangunan Kota Kansas, dan karena Khan percaya bahwa Retia mampu memenangkan kompetisi, Khan mendapatkan lebih banyak alasan lagi untuk menunda-nunda pernikahan. Bahkan jika Charlotte menang pun, Khan masih bisa beralasan persoalan pembangunan kastil perayaan pernikahan.


"Mohon bantuannya, Nona Retia. Saya percaya pada kemampuan memasak And—


Retia memukul kepala Khan. Retia yang semula sangat percaya diri dengan kemampuannya menjadi khawatir dan dalam posisi yang tidak aman gara-gara tingkatan kemampuan Charlotte yang lebih tinggi daripada Retia.


"Dasar bodoh!" umpatnya.


"Apa?" Khan bingung. Sama sekali tidak tahu dengan kesalahannya.


"Vharca, ayo pergi!"


"Baik, Nona."


"Ada apa dengan wanita-wanita itu hari ini?" batin Khan bertanya-tanya.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2