Aku Keturunan Dewi Makan?

Aku Keturunan Dewi Makan?
Bab 32 : Pemberian gelar.


__ADS_3

...•••...


..."Nona Retia, menunduklah juga." Khan menyampaikan melalui gumaman rendah....


Retia segera ikut merunduk, semua orang di sana juga melakukan hal yang sama. Sebuah penghormatan untuk bilah pedang Dewa yang dianggap sakral oleh keluarga Kekaisaran.


Kaisar mengeluarkan bilah pedang Excalibur dari sarungnya. Kemudian meletakkannya di atas bahu Khan.


"Dalam nama Kaisar Sahara ke-9, Saya memberikan dan menganugerahkan gelar 'Sword God' dihadapan nama Khansa al Real. Saya berharap, Khansa al Real akan menjadi awal dari berkembangnya semua Ksatria Pedang Sihir di dunia ini. Khansa al Real, apa Anda sudah siap mengisi posisi kosong dari nama 'Sword God' yang kehilangan pemiliknya selama beratus-ratus tahun yang lalu dan siap untuk menjadi tiang penopang kedamaian dunia?" tanya Kaisar.


"Saya Khansa al Real, bersumpah atas kemuliaan nama 'Sword God' yang dianugerahkan kepada Saya." Suara Khan bergetar, aura kuat mengalir deras keluar dari tubuhnya.


Di penglihatan mereka yang mengerti sihir, ratusan hingga ribuan Orb kecil berputar sempurna di jantung Mana yang berada di tubuh Khan. Mengalir bersama dengan darah dan mulai memurnikan semua goresan kotor di tubuhnya. Itu adalah kenaikan tingkat tujuh.


Bumi bergetar akan kedatangan seorang Monarch. Sword Monarch yang jiwanya tertanam bersama dengan pedang.


..."Ge-getaran apa ini?"...


..."Ti-tidak mungkin!"...


..."Aura mencekam ini!"...


..."Jangan bilang padaku.. di saat seperti... dia... menerobos ke tingkat tujuh?"...


"Saya akan memberikan seluruh bagian dari raga dan jiwa Saya untuk Kedamaian dan Kemajuan Dunia!" sumpah Khan.


..."Terimakasih Nona Retia, berkatmu, aku bisa melihat secara langsung ego pedang dari Dewi Perang dan naik ke tingkat Legenda."...


Dengan naiknya Khan sebagai pemimpin tidak resmi tatanan Ksatria keadilan dunia dan fakta bahwa dirinya seorang Monarch, membuat hampir semua orang berdecak kagum. Utusan kerajaan Regionald tersenyum begitu luas, sementara sang Kaisar sendiri menyeringai buas. Menantunya merupakan sosok yang mampu mencatat namanya sendiri dalam sejarah padahal dulu hanyalah seorang bidak catur yang bahkan tidak memiliki nama dan identitas.


Walaupun begitu ada juga yang iri dan merasa sangat ketakutan, contohnya Duke Phalsas dan Count Pilgub. Mereka berdua hampir saja kencing berdiri.


"Retia Anggraini, maju dan berlutut di samping Sword God." Kaisar melanjutkan acaranya.

__ADS_1


Retia menuruti, maju dan berlutut mengikuti Khan.


"Atas pencapaian kalian berdua dalam memajukan dunia lewat penemuan ini dan itu. Atas nama Kaisar ke-9, Saya menganugerahkan gelar yang sebelumnya tidak pernah ada kepada keduanya. Mulai sekarang Retia Anggraini akan memiliki nama lain yakni Dewi Kebersihan, sedangkan Sword God, Khansa al Real, memiliki nama lain Dewa Penempaan."


Kaisar memindah posisi pedangnya ke tengah-tengah antara bahu Retia dan bahu Khan.


"Karena ini adalah gelar baru, Saya butuh dukungan dan pendapat dari para pemilik darah suci semua, apakah menurut kalian, kedua orang ini cocok mendapatkan gelar baru tersebut?" Kaisar bertanya kepada para bangsawan di dalam ruang aula istana.


"Keputusan Yang Mulia adalah keputusan Langit!" teriak semua orang di sana, terkecuali Count Pilgub dan Duke Phalsas yang menggigit bibirnya sendiri.


"Baiklah, apa kalian berdua sanggup menjaga nama baik dua gelar baru ini?" Kaisar bertanya.


"Saya bersumpah, akan mengemban tanggung jawab dari gelar kehormatan yang diberikan kepada Saya, Yang Mulia!" sumpah Khan dan Retia secara bersamaan.


...•••...


Sebagaimana hujan membasahi bumi, rumor tentang kebangkitan Sword God dan muculnya Dewi Kebersihan menjadi perbincangan hangat dihampir seluruh kediaman bangsawan di dunia. Rumornya bahkan lebih cepat menyebar melalui para pedagang yang mencuri dengar saat upacara pelantikan.


Retia dan Khan mendapati banyak sekali undangan dari para bangsawan, tetapi Khan menolak semuanya bahkan pesta pelantikan dirinya sendiri. Khan menarik Retia untuk segera pulang setelah urusan dalam pembicaraan bisnisnya selesai.


Ini adalah hari ke-tiga Retia tinggal di istana, tetapi ia masih belum menelusuri semua bagian dari tamannya. Ada banyak tanaman yang berbeda di istana, kebanyakan dari mereka adalah herbal langka dan bunga-bunga cantik yang menghamburkan bau harum yang menenangkan.


Dengan bantuan dari Sistem, Retia terus memantau dan mengenali setiap herbal yang ada di sana beserta manfaatnya. Beberapa herbal dan bunga di sana bisa menjadi pengganti bumbu masakan, walaupun lebih banyak yang menyebabkan keracunan jika dimakan tanpa tambahan khusus.


"Nona Retia, apa Anda ingin pergi ke bagian taman lainnya hari ini?" Vharca—seorang Maid pemandu bertanya pada Retia yang baru selesai menyantap sarapannya.


"Masih ada lagi?" Retia balik bertanya. Bahkan jika Retia tidak bisa menginjakkan kakinya ke semua bagian taman, Retia sudah selesai memindai semua jenis tumbuhan di sana.


"Ya, masih ada satu di dalam kastil. Mari, Saya pandu ke dalam."


Vharca memandu Retia ke bagian belakang Istana, tepatnya di sebuah kastil terpisah di sisi timur.


Di dalam, Retia bisa melihat begitu banyak para pekerja yang merawat bunga-bunga besar berwarna merah keungu-unguan. Ada delapan kelopak sebesar telapak kaki orang dewasa yang menutupi sebuah bola terang yang mengeluarkan cahaya berkedip-kedip. Tidak ada sesuatu seperti itu di bumi, Retia tahu itu.

__ADS_1


Retia menggunakan kemampuannya, mengintip tumbuhan hias aneh itu.


[ Bunga Hendragerass ]


Rank: S


Kesegaran: 100%


Nilai Rasa: 41%


Nilai aroma: 100%


Tumbuhan Serupa: Tidak diketahui.


Manfaat : Memurnikan kotoran.


"Wow, jadi ini Hendragerass?" tanya Retia. Hanya dengan melihat ranking-nya saja Retia sudah mengerti bahwa bunga ini pastinya sangat langka. Bahkan di taman ini saja hanya ada sekitar belasan bunga. Nilai aromanya yang sempurna membuat Retia terpikir apakah bisa memasaknya.


"Benar, Nona. Ini adalah kebun bunga Hendragerass yang digunakan oleh keluarga kerajaan untuk membersihkan diri selama ini," jawab Vharca


"Hendragerass di sini dirawat secara baik dan teratur agar aroma dan khasiatnya sesuai dengan kualitas pemakainya. Karena itu ada dua kali lipat lebih banyak pekerja di tempat ini jika di bandingkan dengan taman lainnya yang lebih luas. Hendragerass membutuhkan waktu selama em— Ah!?" Penjelasan Vharca terhenti ketika melihat sesuatu di arah masuk.


"Siapa di sana?"


Suara lembut yang terasa tajam dari seorang wanita menjatuhkan hormat semua pelayan dan pekerja, mau tak mau Retia juga begitu.


"Sebuah kehormatan bertemu dengan Permata Suci Kekaisaran!" kata mereka serempak seraya menjatuhkan diri ke tanah.


"Permata Suci, siapa itu?" batin Retia bingung, tetapi tidak berani menatap wajah sosok wanita tersebut. Hanya memandangi sepatunya yang berkerlap Kerlip.


"Bangun, jawab pertanyaanku," perintahnya.


Retia bangun dan kini melihat Permata Suci Kekaisaran. Dia adalah Tuan Putri Kekaisaran Sahara yang juga merupakan tunangan Khan. Putri ke-empat yang terkenal karena sikap kerasnya dan tatapan pembunuh hati pria, Charlotte al Sahara.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2