
"Selamat datang di Kota ujung timur: Kansas!" sambut Khan.
Semua orang segera mengeluarkan kepalanya, melirik ke arah depan.
"Wuah... eh?"
Tidak ada yang bisa dikagumi. Kota Kansas terlihat sangat menyedihkan, hanya ada beberapa gedung di sana, bahkan bentengnya saja penuh dengan bolongan dan retakkan.
"Kerenkan?"
"Apanya?!" teriak semua orang, hampir bersamaan.
"Ini sih, namanya bukan kota. Anda bohong?" Chord jengkel.
"Aku bohong? Surat perjanjian yang bohong. Lupakan itu, jelas-jelas aku sudah bilang kalau kota Kansas saat ini sedang dalam masa pembangunan, kalau mengeluh tentang Mansion yang nyaman, bantu saja para Kuli di sana itu," suruh Khan.
"Dasar Iblis," gumam Hans.
"Untuk sementara tinggal saja di kastil itu, bagian dalamnya masih bisa ditinggali walaupun ada kemungkinan untuk ambruk." Khan menunjuk ke arah kastil tua yang menaranya tersisa separuhnya saja.
"Ap-apa tidak ada pilihan lain?" tanya Retia.
"Rumah warga saat ini sudah penuh oleh para kuli dan keluarga besarnya. Awalnya aku berniat membuat kalian mendirikan tenda, tetapi sepertinya nasib kalian hari ini sangat baik. Untuk sementara waktu kalian bisa tinggal di gerbong-gerbong kereta seperti ini. Kekurangannya akan aku tambahkan ketika energi sihirku kembali terisi."
"Hah... syukurlah." Retia sedikit merasa lega, begitu juga dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Kenapa tertawa begitu? Padahal perubahannya sangat jauh, mansion mewah menjadi gerbong kereta." Chord menggerutu.
"Ah...."
...•••...
Setelahnya, perlu waktu satu bulan untuk Khan mengabulkan semua janjinya dan butuh satu bulan tambahan untuk membangun pabrik dan membawa ratusan pekerja dari luar kota. Sementara itu, Retia disibukkan dengan mengasah kemampuan memasaknya dan mempelajari resep-resep aneh dari buku-buku neneknya yang diterjemahkan oleh sistem.
Retia juga cukup senang karena Khan menepati janjinya untuk mendukung kebutuhan belajarnya dengan skala penuh, semua bahan memasak yang Retia butuhkan akan dia dapatkan hanya dalam satu hari kerja.
Pabrik sabun Retia juga sudah mulai dijalankan setelah pelatihan yang lebih bisa disebut sebagai ancaman kepada para pekerja yang didominasi oleh para gelandangan dan mantan budak. Promosi besar-besaran juga mulai dilakukan dengan menggunakan Kereta Neraka—Physichal Form milik Khan— melalui jalur sungai yang terhubung ke berbagai macam Kota dan Desa.
Produk yang dipromosikan diantaranya adalah, gelang Kitchen outdoor set, Sabun Retia, permentasi kacang kedelai, Growing Stone buatan Jordan dengan tujuh macam jenisnya, dan ramuan pengubah suara serta ramuan lainnya buatan Chord.
Setelah seminggu melakukan promosi dan penawaran gratis, barulah semua produk dari Kansas meledak. Khususnya sabun dan makanan permentasi kacang kedelai buatan Retia. Khan dengan cepat membangun lebih banyak pabrik dan menculik lebih banyak pekerja. Biaya promosi dan produksi sabun ditingkatkan hingga mencapai seribu emas perbulannya.
"Untuk mewujudkan proposal ini, sepertinya kita harus membongkar ulang kota dan mematikan pekerjaan pengangkut limbah kotoran. Setidaknya Kota Kansas harus selesai dibangun agar kita bisa mempromosikan toilet siram beserta sistem pembuangan ini. Sangat disayangkan, tetapi tetap tidak memungkinkan untuk mewujudkannya sebelum kompetisi memasak diadakan, waktunya cuman satu bulan lagi, kan?" Khan menjelaskan.
"Begitu, ya." Retia hanya bisa menurut. Jika tidak bisa mau bagaimana lagi, bahkan jika yang ini gagal Retia tinggal memikirkan hal lain yang bisa diterapkan dengan mudah di dunia ini walaupun pada akhirnya mungkin bukan gelar Dewi Kebersihan yang ia dapatkan.
"Boleh aku tahu kenapa kamu ingin mewujudkannya sebelum kompetisi? Jika itu pemasangan di Mansion-mu aku bisa melakukannya seperti desain kamar mandi yang kamu inginkan sebelumnya."
Retia terdiam sejenak, berpikir dan menerka, "Apa tidak masalah aku mengatakan tujuanku sebenarnya kepada Khan?" batinnya.
Retia meragu, tetapi Khan tetap menunggunya membuka mulut dengan sabar walaupun gulungan perkamen menumpuk di atas mejanya.
__ADS_1
"Ah, tidak. Saya hanya merasa ingin mendapatkan gelar kehormatan agar tidak diremehkan di kompetisi mendatang." Retia memilih jujur, akhir-akhir ini Khan memang tidak pernah berulah lagi khususnya setelah dia sampai di Kansas. Hubungan Khan dan Hans juga tidak memburuk walaupun juga tidak membaik. Yah, setidaknya Retia sudah tidak mendengar persoalan jari delapan dari mulut Khan ketika Hans bertemu dengannya. Retia merasa cukup tenang dan hampir lupa kekejaman Khan.
"Begitu?"
Khan terlihat berpikir keras sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja.
"Kalau begitu, apa kamu tertarik untuk ikut denganku ke Kekaisaran Sahara? Sebenarnya ada undangan dari Kaisar terkait impor Sabun dan produk lainnya, awalnya aku ingin berangkat sendirian karena merepotkan jika bersama dengan banyak orang, tetapi jika itu kamu, sepertinya tidak masalah. Toilet dan sistem pembuangan, kekaisaran pasti bisa menggembangkannya dalam kurun waktu satu bulan. Jadi, bagaimana apa kamu tertarik untuk ikut?"
"Eh? Baik!"
"Bagus, persiapkan dirimu, kita akan berangkat satu jam dari sekarang menggunakan Kereta Neraka."
"Eh!?"
...•••...
Retia dan Khan berangkat menggunakan Kereta Neraka yang membawa produk-produk Kansas melewati jalur laut. Ada banyak monster air dan bajak laut yang mencoba menghentikan Khan, tetapi semuanya dilibas habis oleh Kereta Neraka yang bisa mengeluarkan napas pembeku dari bagian mulutnya.
Setelah perjalanan yang cukup panjang hingga menghabiskan waktu tiga jam dengan menggunakan Kereta Neraka yang sangat cepat. Retia dan Khan akhirnya sampai di Kekaisaran Sahara dan langsung di sambut oleh para pengawal pribadi yang diutus oleh Kaisar.
Retia dan Khan berpindah ke Kereta Unicorn hitam legam untuk diantar sampai ke istana kerajaan.
Retia bisa melihat banyaknya wajah-wajah orang Asia sama seperti dirinya dengan rambut hitam yang khas. Wujud gedung-gedung di sini jauh berbeda dengan yang ada di Kota Sorrow, jalanannya cukup mulus dan kondisi pasarnya rapi, tertib, dan bersih. Sangat memuaskan dan jauh lebih terlihat seperti dunia dongeng. Hanya saja kuda bertanduk yang menarik kereta saat ini berwarna hitam legam dan tidak terlihat imut sama sekali.
Jarak antara pelabuhan dengaj ibukota Kekaisaran Sahara tidak jauh, dengan menggunakan kereta Unicorn Khusus tanpa ada hambatan hanya akan menempuh waktu satu jam perjalanan, walaupun jika memakai Kereta Neraka hanya akan menghabiskan kurang dari setengah jam.
__ADS_1
Retia tak bisa mengalihkan pandangannya ketika sebuah istana megah terlihat di atas bukit, "Sekarang ini benar-benar terlihat seperti dunia dongeng," batinnya.