
Di tengah kerajaan Regionald, terdapat wilayah terlarang yang lebih dikenal dengan sebutan Area Reona. Meskipun begitu, masih ada satu orang yang diizinkan untuk masuk ke dalamnya. Orang itu adalah, Hanshell Destramagi, salah satu dari tiga pejuang terkuat Kerajaan, yang lebih dikenal dengan sebutan, Mid Guardian.
Hans hampir setiap hari pergi ke Area Reona demi memburu dan menghalau Monster agar tidak keluar dari wilayah tersebut.
Lalu hari ini, Hans mendapatkan misi untuk memburu spesies Kadal terbang bernama Tyranwing, seekor Tyrannosaurus bersayap berukuran dua meter dengan bentang sayap yang mencapai dua belas meter. Kadal yang memanfaatkan rahang besar dan semburan apinya ini beberapa kali terlihat hendak keluar dari Area Reona. Membuat warga panik hingga misi penaklukan terbentuk.
Hans pergi ke Area Reona dengan membawa seekor keledai, makanan yang paling disukai oleh Tyranwing.
Hans mengikat Keledainya dengan tali kawat di antara empat pohon. Juga menaruh beberapa kantung racun pelumpuh. Hans mengambil pisau tajam dari ikat pinggangnya. Pandangannya berputar memeriksa sekitar dan menunggu tanda-tanda kemunculan Tyranwing.
Begitu burung-burung dan hewan-hewan lainnya berlari menghindari satu arah, Hans menebaskan pisaunya ke tubuh Keledai kemudian pergi menghindar dari tempat itu.
Aroma darah keledai memancing Tyranwing untuk mendekat. Kadal besar itu mengelilingi Keledai beberapa kali sebelum akhirnya turun ke daratan.
Wajah makhluk itu hitam legam, terlihat hangus seperti arang. Tyranwing mempunyai kebiasaan konyol sebelum memakan mangsanya, yaitu menyemburnya dengan napas api.
Tyranwing memompa naik gas kimia di dalam tubuhnya dan secara bersamaan mulai menggesekkan gigi baja keras untuk membuat percikan api.
Api menyembur keluar dari mulut sang Kadal Terbang, membakar keledai juga wajahnya sendiri. Pemandangan yang sangat aneh dan cukup mengerikan.
Kantung racun yang terikat di tubuh keledai pecah, menyebar dan menyatu dengan darah. Napas api itu membuat racun dipermukaan kulit keledai menjadi sangat panas, dan mulai meresap ke dalam dagingnya.
Tanpa menunggu dingin, Tyranwing langsung melahap makanan kesukaannya itu hanya dengan beberapa kali gigit dan telan. Keledai habis tak tersisa beserta dengan tali kawat.
Tyranwing bersiap untuk terbang kembali, tetapi racun pelumpuh Hans mulai menghancurkan tubuhnya dari dalam. Kadal itu mengamuk membenturkan tubuhnya sendiri dengan pepohonan, dia meraung dan merintih kesakitan. Namun, tidak peduli apapun yang ia lakukan, tidak ada masa depan lain baginya selain kematian.
Tyranwing mati terkapar di tanah dengan wajah gosongnya yang masih mengeluarkan asap tipis. Hans yang melihat itu segera keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai mengeluarkan tali dari ranselnya.
__ADS_1
Saat Hans mulai mengikat sayap kadal itulah, hal janggal terjadi. Tiada angin tiada juga hujan. Suara dentuman keras muncul begitu saja tepat di sampingnya. Suaranya terdengar seperti benda sebesar Dragon jatuh dari langit. Namun, tidak ada benda apapun di sana selain tanah lapang, rumput ilalang, dan bebatuan.
Saat Hans mulai menerka apa yang terjadi barusan hanya khayalannya saja, suara keras kembali muncul dan terdengar seperti suara bantingan pintu, lalu seorang wanita tiba-tiba keluar dari udara hampa.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎••▪︎▪︎▪︎▪︎••▪︎▪︎▪︎▪︎
Retia membuka pintu itu dengan keras, lengannya terangkat— siap memukulkan frying pannya. Tidak peduli makhluk apapun yang mencoba mendekat, Retia akan menggunakan semua tenaga yang ia punya untuk membuat benjolan besar di atas kepala.
Namun, apa yang ia lihat bukanlah ruangan lain atau kebun tebu yang mengelilingi rumahnya, bukan juga seekor Vampire atau manusia jadi-jadian lainnya. Yang terlihat di pandangannya justru hamparan rumput hijau yang tumbuh di antara pepohonan berkulit kasar dan seorang Pria tampan yang mengikat tali temali ke seekor Kadal besar bersayap.
Retia memutar kepalanya. Langit yang membiru terang, rerumputan yang hangus terbakar, dan pria tampan yang kini menatap balik ke arahnya dengan ekspresi jijik.
"Kamu! Siapa kamu?! Di mana ini!?" Retia berteriak sekeras yang ia bisa.
Namun, Hans cuma terdiam— menatap Retia dari kepala sampai ke ujung kaki. Merasa dilecehkan, Retia langsung berlari ke arah pria itu, kemudian memukul kepalanya dengan frying pan.
Mata Hans mendadak kosong, Tyranwing terlihat berputar di atas kepalanya. Benjolan kecil pun mulai muncul di bawah rambut abu-abu milik Hans.
"Di mana ini?! lalu siapa kamu?!" teriak Retia sambil mengancam Hans dengan frying pan.
Situasi ini sangat aneh dan absurd. Retia yang bertubuh kecil dan pendek, mengancam seorang Hans yang tinggi dan kekar. Selain itu dia mengancam Hans dengan penggorengan sedangkan di tangan Hans ada pisau yang sangat tajam.
Hans terlihat terkejut dan kebingungan. Sama sekali tidak ada reaksi kesakitan, hanya bengong sambil mengelus kepala yang benjol.
"Kamu, apa yang tadi kamu lakukan padaku? Apa itu sihir?" tanya Hans. Wajahnya sangat jelas penuh dengan keraguan.
"Sihir apanya!? Jawab dulu pertanyaanku!"
__ADS_1
Retia kembali memukul Hans dengan frying pan berkali-berkali. Sekarang benjolan di kepala Hans punya tiga adik kembar.
Hans berpikir sejenak, menatap Retia sesekali, kemudian berdiri.
"Maaf tidak mengenali Anda sebelumnya. Nama Saya, Hanshell Destramagi, Mid Guardian generasi ke tujuh," ujar Hans memperkenalkan diri sambil menyilangkan tangan kanannya menyentuh bahu kiri.
"Saya menyambut kedatangan, keturunan Dewi makan," sambungnya.
"Apa? keturunan siapa? Pria ini... apa aku terlalu kencang memukul kepalanya? Kasihan... padahal masih muda," batin Retia.
Namun, ketika Retia memikirkan kembali, semua yang ia alami tadi sudah masuk dalam kategori gila.
Di mulai dari ruangan rahasia yang terlalu luas, gempa bumi, Orb yang meledak, suara rintihan dan teriakan monster. Semua itu sudah cukup gila bahkan tanpa menambahkan, hutan yang sangat luas ini dan Kadal bersayap yang sedang diikat oleh Pria tampan.
Teringat akan kisah petualangan di dunia lain, Retia sontak membalikkan badannya. Di belakang, ruangan rahasia itu masih ada, tetapi rumahnya tidak. Ruangan besar itu saja yang ada, tanpa atap, hanya berupa kotak persegi panjang.
Kaki Retia melemas, ia segera berlari masuk kembali ke dalam ruangan itu. Semua barang di sana Retia hamburkan, lemari dan benda besar lainnya Retia geser mencari pintu. Namun, tiada apapun yang ia dapatkan bahkan petunjuk tidak petunjuk kecil.
Retia membuka buku resep masakan kuno pemberian neneknya, Retia ingat kalau sebelumnya, orang yang tinggal di rumah ini adalah sang Nenek, jadi mungkin saja Neneknya tahu akan ruangan rahasia ini dan pastinya juga tahu cara keluar dari tempat aneh ini.
Retia terus membalik halaman satu persatu, sampai akhirnya ia menemukan secarik kertas yang terselip di halaman tengah dan direkatkan oleh staples.
Retia langsung mengambilnya. Tinta di kertas kecil itu luntur, tetapi kata-kata di dalamnya masih bisa Retia pahami. Kertas itu sepertinya potongan dari catatan yang panjang, dilihat dari kata-katanya yang tidak lengkap.
"...dan satu-satunya jalan keluar dari dunia itu adalah dengan menjadi Ratu Memasak. Jadi ..."
Begitulah yang tertulis di kertas kecil itu.
__ADS_1
▪︎▪︎••▪︎▪︎••▪︎▪︎••▪︎▪︎••▪︎▪︎••▪︎▪︎