Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Hidup Baru


__ADS_3

Subuh pun tiba, Caca terlebih dahulu bangun dari tidurnya.Saat pertama kali dia membuka matanya di perasaan nya begitu terharu melihat tubuh kecil yang sedang memeluknya dengan erat.


"Manggemaskan sekali kamu nak,"gumam Caca berusaha melepaskan pelukan Alka dari diri nya.


Dia pun melihat Gatra yang masih terlelap tidur di samping Alka.


Caca ke kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu wudhu.Setelah itu dia baru membangunkan suaminya untuk sholat berjamaah.


"Bang Gaga bangun,bang.." panggil Caca sedikit berbisik karena takut membangunkan Alka.


"Eemmm.." gumam Gatra merasa tidurnya yang terusik.


Gatra mencoba membuka matanya dan menatap wajah yang ada di depannya.


"Eeehhh, Astaghfirullah.." pekik Gatra dengan mengusap dadanya yang berdebar karena terkejut dengan kehadiran Caca.


"Abang apaan sih,ngagetin Caca saja.Abnag sekarang bangun,Caca tunggu buat sholat subuh." ucap Caca dengan menjauhkan dirinya dari Gatra.


"Sorry aku lupa kalau kamu sudah jadi bundanya Alka.Tuuggu sebentar .." ujar Gatra langsung pergi ke dalam kamar mandi.


Caca hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gatra.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan melihat Gatra yang sudah memakai kaos putih polos dan celana panjang.


Tanpa basa-basi akhirnya mereka pun menunaikan shalat subuh berjamaah untuk yang pertama kalinya setelah mereka menjadi suami istri.


Selesai sholat,Caca pun menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.Tak ada kecupan manis di kening atau pucuk kepala.Caca pun paham dengan keadaan yang mereka jalani saat ini.


"Aku mau tidur lagi, nanti kamu bangunin aku jam sepuluh pagi lalu kita cek out.Kamu kalau mau sarapan sama Alka lebih baik persen,makan di kamar saja."ucap Gatra dan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur kembali.Rasa kantuknya masih belum hilang karena memang dia tidur jam tiga tadi.


Caca pun tak mau banyak pikir.Saat ini yang dia lakukan membereskan barang bawaannya sebelum Alka terbangun.


Dia merapihkan kopernya dan juga tas besar milik Gatra yang berisi pakaian Gatra dan Alka.


Caca tak ambil pusing saat ini yang memang sudah menjadi istri Gatra,dia berfikir mungkin ini sudah takdirnya bertemu dan ternyata pernikahannya di gagalkan dan Gatra sendiri yang mengajukan diri untuk menjadi suaminya.


Kini hanya Alka pelipur katanya.Hatinyabmasih merasakan sakit yang teramat dalam.Namun, apalagi sekarang yang harus dia lakukan,yang ada dia serahkan semuanya pada sang pemilik hidup.


"Kenapa Bayu tega sama aku,apa salahku .Kalaupun dia tak menginginkan aku lagi,kenapa harus begini. Memalukan keluarga."gumam Caca mengingat kembali apa yang di lakukan Bayu.

__ADS_1


Caca meraih benda pipih miliknya dan men_croll nomer telpon Bayu.Dia masih berusaha untuk menghubungi ponsel Bayu namun,nomernya nggak aktif


"Dia pasti sengaja matiin hpnya.Dasar breng*ek , pecundang!!" gumam Caca merasa geram mengingat lagi apa yang di lakukan Bayu padanya.


"Bundaaa..huaaa.."


Panggilan Alka dan tangisannya mengejutkan Caca.Dengan cepat Caca sedikit berlari dari arah balkon kedalam.Melihat Alka yang sudah menangis di atas tempat tidur.


"Ssssstttt sayang,kenapa nangis..bunda di sini kok." ucap Caca langsung menggendong tubuh Alka.


"Bunda nggak tinggalin Alka kan.. hiks hiks..?" tanya Alka yang masih terisak .


" Nggak sayang,maaf tadi bunda di balkon.Maaf ya,buat Alka nangis..sekarang minum dulu."ucap Caca memberikan air hangat pada Alka.


Bocah itu pun tak protes sama sekali apa yang di kasih kan pada nya oleh Caca.


"Jam tujuh ,kita mandi, terus kita sarapan."ucap Caca pada Alka.


" Iya bun." jawab Alka singkat.


Benar saja Alka sangat nurut pada Caca.Tak ada protes sama sekali.Mungkin karena memang dia merindukan sosok mama di sampingnya . Selesai mandi Caca merapihkan tampilan Alka .


"Daddy masih bobok sih,tumben."ucap bocah itu melihat sang Daddy masih


" Daddy belum tidur dari semalam ,Alka jangan berisik yaa.." ucap Caca dengan pelan dan Aka hanya mengangguk patuh.


Caca sibuk dengan menyuapi Alka makan.Bocah kecil itu sungguh membuat Caca tak memikirkan kesedihan nya yang kemarin batal menikah dengan seorang pria yang sudah lama dia cintai.


Setelah sarapan Alka pun bermain sendiri dengan mainannya .Sementara Caca melihat jam ternyata sudah jam sepuluh .


"Daddy ,bangun..."ucap Caca sedikit kencang.Memanggil Daddy si depan Alka.


"Bunda,Daddy boleh di bangunin memangnya?" tanya bocah itu mendengar sang bunda memanggil sebutan untuk sang ayah.


"Boleh, tolong bangunin Daddy ya..bunda siapin air buat Daddy mandi."ucap Caca masuk dalam kamar mandi.


"Daddy bangun,Daddy...!!' seru bocah itu membangunkan sang ayah dengan meloncat-loncat kegirangan di atas tempat tidur.


Terasa tidurnya terusik Gatra pun membuka matanya.Dia melihat sang putra yang melompat-lompat di atas kasur.

__ADS_1


"Alka stop,Daddy sudah bangun.." ucap Gatra dengan mengusap dan menangkap tubuh anaknya.


"Hahahaha...geli dad...hahaha..ampun..jangan kitik kitik lagi...hahaha.."


Alka mencoba berontak dan menghindar dari keusilan sang daddy..


"Siapa suruh bangunin Daddy kayak gitu,mau anak bandel yaa,hemm.." ucap Gatra menci*mi wajah putranya dengan gemas.


"Ampun...ampun Daddy,bunda tolongin Alkaaa..hehehe.."


Suara ayah dan anak itu memenuhi ruangan kamar pengantin itu,saat melihat Alka yang sudah terlihat kelelahan membuat Caca bertindak .


Tak ada niatan untuk membuat Gatra marah atau apapun itu.


"Daddy apa-apaan sih,Ya Allah...mandi sekarang,capet. !!" seru Caca dengan menarik kuping Gatra..


"Aduh duh duh duh..ampun bun,cuma bercanda." ucap Gatra dengan mengaduh dan mengusap kupingnya.


Melihat tingkah Daddy dan bundanya,malah membuat Alka tertawa terbahak-bahak dan bertepuk tangan melihat ayahnya di marahi Caca.


"Hahahaha..Daddy lucu,masa kalah sama bunda..hahaha..." ejek Alka pada Gatra.


" Awas saja nanti bundabya Daddy ambil." goda Gatra.


" Nggak boleh,bunda punya Alka..!!" teriak Alka langsung memeluk Caca dan mendorong wajah Gatra yang iseng ingin memeluk Caca.


Melihat wajah putranya yang sudah kesal,itu membuat Gatra tertawa sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Melihat tingkah Alka dan Gatra membuat Caca tersenyum dan malah lebih bersyukur karena mempertemukan mereka.


Jam sebelas siang mereka cekout dari hotel dan mereka berniat ingin ke rumah orang tua Caca namun,saat melihat arah mobil masuk ke perumahan milik keluarga Bayu.


"Dad,kita ngapain kesini?" tanya Caca mengernyitkan dahinya.


" Kita ke rumah papa Reno dulu,pamit sama umma sama Abi ,kita mau nginep di rumah ayah kamu paling dua hari." ucap Gatra dan Cacapun mengangguk.


Akhirnya mereka sampai di depan rumah milik orang tua Reno.Mereka bertiga melangkah masuk kedalam rumah dengan posisi Alka ada di tengah mereka.


Saat masuk kedalam rumah,Caca menghentikan langkahnya setelah melihat orang yang ada di ruang keluarga orang yang sangat dia benci sekarang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2