Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Surprise


__ADS_3

Di pagi yang terasa hangat dalam dekapan ternyaman nya Cahaya masih enggan untuk membuka matanya.SedangkN di luar sana si ibu sudah mengetuk pintu kamarnya berkali-kali.


Tok Tok Tok .


"Ca...Cacaaaa..!!" teriakan sang ibu yang terdengar membuat Cahaya terpaksa harus membuka matanya.


"Bang,aku harus buka pintu.Ibu sudah ngetuk-ngetuk pintu tuh.."ucap Cahaya yang berusaha melepaskan diri nya dari pelukan sang suami.


Mendengar ucapan Cahaya dengan sedikit malas Gatra membuka matanya juga dan mulai lepaskan lingkungan nya pada tubuh Cahaya.


Cahaya yang sudah terbebas dari pelukan suaminya pun langsung menuju arah pintu kamarnya dan mukanya.


Ceklek.


"Ya Allah Cahaya,kamu baru bangun !!" pekik sang ibu membuat Cahaya melotot karena dalam kamarnya Gatra yang masih memejamkan matanya.


"Ihhhh..ibu apa-apaan sih,bisa kecilin volume nya nggak bu,suami Cahaya lagi tidur."ucap Cahaya dengan sedikit berbisik.


Sang ibu pun melongok dan benar posisi menantu kesayangan nya sedang memunggungi dirinya dan sialnya punggung polos tanpa terbungkus kain milik Gatra terlihat.Ibu nya pun tersenyum penuh arti


"Sudah sana bangunin suami kamu sholat subuh,nanti bisa lanjutin lagi.Tapi, inget waktu ada anak kamu,takutnya dia nyariin kalian."ucap ibu Cahaya dengan senyuman yang dianggap Cahaya senyuman ibunya terasa aneh.


Setelah melaksanakan sholat subuh Gatra kembali membalut tubuhnya dengan selimut di atas tempat tidur milik Cahaya.Rasanya tubuhnya sangat lelah dan dia butuh untuk istirahat lebih lama.


...----------------...


"Suami kamu mana Ca?"tanya sang ayah dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Mas Gatra tidur lagi yah, tadi Caca sudah coba buat bangunin dia tapi,malah nggak ada tanggapan."ujar Cahaya sembari menyuapi Alka.


"Ya sudah,mungkin dia masih cuti juga.Ayah mau ke pabrik sebelum itu ayah mau anter ibu ke toko dulu."ucap sang ayah.


"Lho ibu beneran mau ke toko hari ini,nggak capek Bu,".


"Nggak lah,cuma ngecek aja kan.Alka mau ikut sama nenek ke toko roti bunda nggak ,"


ajakan Ibu Cahaya respon Alka langsung mengangguk.

__ADS_1


Melihat respon Alka membuat Cahaya mendelik karena jika Alka ikut ibunya ke toko dan ayahnya ke pabrik otomatis dirinya akan berdua dengan Gatra di rumah itu.Pastinya akan banyak kecanggungan yang ada di antara keduanya.


"Alka di rumah saja ya sama bunda."bujuk Cahaya pada putra sambungnya.


"Alka mau ikut nenek bunda,Alka kan masih libul sekolah."ujar si bocah dengan wajah sedihnya.


Bagi Cahaya Alka bener-bener bocah yang buat dunianya jungkir balik.Gimana tidak, tiba-tiba baru pertama kali ketemu bocah itu langsung manggil Cahaya dengan sebutan Bunda lalu dengan melihat kondisi dan tingkah Alka yang polos,Cahaya dengan tanpa sadar menginginkan kebahagiaan bocah malang itu.


Lalu Gatra sebagai ayah kandung Alka si bocah yang menggemaskan itu meminta nya untuk menjadi istrinya sesaat Cahaya di tinggalkan begitu saja oleh calon pasangannya yang tak lain adalah sepupu Gatra.Awalnya menolak untuk menerima keputusan Gatra namun,entah mantra apa saat Gatra mengucap nama Alka hati Cahaya merasa punya kewajiban untuk membahagiakan bocah itu dan tujuan awalnya menerima pernikahan itu karena demi Alka.


Melihat raut wajah Alka yang sedih karena larangan Cahaya membuat dirinya merasa bersalah.


"Baiklah,Alka boleh ikut sama nenek tapi, jangan nakal yaa..janji," ucap Cahaya menyodorkan kelingking nya.


Alka pun mengangguk mengiyakan dengan antusias perkataan ibu sambung nya dan menautkan kelingking nya ke kelingking Cahaya."Holeeee...Alka ikut nenek ke toko kue bunda,nanti Alka boleh minta makan kue banyak-banyak nggak Bun?"


"Secukupnya boleh,nggak boleh berlebihan juga.Besok lagi kan bisa Alka makan lagi."ujar Cahaya memberi pengertian sang putra.


"Oke Bun, ayo nek ,kek kita pelgi..!!' seru Alka dengan semangat.


"Aduh cucu nenek pengen cepet-cepet pergi, sebentar yaa..nenek bawa perlengkapan kamu dulu.Nanti bunda berisik."ucap ibu dari Cahaya itu.


Sementara Cahaya hanya bisa pasrah jadi bahan jilid oleh ibu dan anaknya.


...****************...


Keadaan rumah sudah sepi karena memang di rumah hanya ada Cahaya dan juga Gatra.


Saat ini Cahaya sedang ada di dapurnya dan iseng karena tak ada yang dia kerjakan sementara waktu masih menunjukkan jam sembilan pagi.Dia sedang asik membuat donat kentang dan fokus dengan pekerjaan nya.


Namun, tiba-tiba dia di kejutkan dengan tangan kekar yang melingkar di pinggang nya.


"Aaaaa..."jerit Cahaya dengan reflek ingin memukul Gatra dengan benda yang dia pegang.


"Woooiiii..sayang stop, ini abang !!" seru Gatra membuat Cahaya menghentikan pergerakannya.


"Astaghfirullahal'adzim abang, kamu apa-apaan sih bikin kaget saja !!" omel Cahaya pada Gatra yang masih terlihat segar karena baru mandi.

__ADS_1


"Iya sorry,yang lain kemana kok sepi.Alka mana ?"


Pertanyaan berentet membuat Cahaya menghela nafas panjang dan menatap suaminya."Makanya kalau di bangunin itu respon sedikit kek,anaknya pergi juga nggak tahu kan.Alka ikut ibu ketoko kalau ayah ke pabrik." terang Cahaya dengan menaburi donatnya dengan gula halus.


"Aku ngantuk banget,capek juga.Beberapa hari ini aku nggak bisa tidur nyenyak."ucap Gatra dengan mencomot donat yang ada di depannya.


"Terus kamu hari ini kerja nggak,ini sudah mau jam sepuluh."


"Aku cuti sehari lagi,kamu mau kemana rencananya?" tanya Gatra balik.


"Nggak ada rencana apa-apa sih ," jawab Cahaya


"Kalau gitu kamu ikut aku deh," ujar Gatra beranjak dari tempat duduknya.


"Kemana ?"tanya Cahaya.


"Surprise," jawab Gatra santai.


"Surprise, surprise apaan coba_aneh banget jadinya."gumam Cahaya dengan melangkah menuju kamarnya.


......................


Gatra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang."Ca,rumah impian kamu gimana?"tanya Gatra tiba-tiba.


Cahaya yang mendengar pertanyaan suaminya sontak membuat dirinya menatap suaminya heran.


"Kenapa abang tanya soal itu,apa pentingnya?"tanya Cahaya menyipitkan matanya.


"Abang ingin tahu jawabannya aja ,tanpa harus mendapatkan pertanyaan yang tak penting."ucap Gatra dengan kesal.


Cahaya pun hanya bisa menghela nafas panjang dan beralih memandang lurus ke arah depan."Aku cuma mau rumah sederhana tapi, dengan halaman luas karena aku ingin Alka bermain di luar juga tanpa harus merasa terkurung dalam rumah."ujar Cahaya.


"Kenapa keinginan kamu selalu di sangkut pautkan dengan Alka ?" tanya Gatra yang merasa aneh dengan pandangan istrinya.


"Karena sekarang dunia ku adalah Alka,aku cuma ingin Alka bahagia."


"Mamangnya kamu nggak ingin lihat aku bahagia,kenapa cuma Alka aja yang ingin kamu bahagiakan?"

__ADS_1


Pertanyaan Gatra kali ini membuat Cahaya diam dan hanya mampu menelan silvanya sendiri dengan kasar.Apa yang harus dia katakan pada Gatra,apa yang ingin Cahaya lihat untuk Gatra??


__ADS_2