
"Tataaa !!" seru Cahaya saat masuk dalam ruang kerja mereka.
"Astaghfirullahal'adzim Caca,bikin kaget saja !!" omel Tata mendengar teriakan Cahaya.
"Sorry,aku saking exceted nya sayang ku,"ucap Cahaya dengan langsung memeluk tubuh Tata dengan erat.
"Ada apa nih,kayaknya lagi seneng banget.Jadi curiga nih," ucap Tata memicingkan matanya meneliti sahabatnya yang terlihat berseri-seri.
"Masa sih,biasa aja ah.."
"Bau-bau kebucinan mulai melanda pengantin baru nih,"
Mendengar godaan Tata membuat Cahaya melebarkan matanya dan wajah yang memerah karena malu.
"Apaan sih,"
"Cieeee..jadi bener nih tebakan aku kalau kamu sudah mulai membuka hati buat suami pengganti itu?"
Bukkk💢
Cahaya menepuk pundak sahabatnya dengan sedikit keras membuat Tata meringis dibuatnya.
"Aaiiisssttt...Caaa?!!" ringis Tata memegang pundaknya.
"Sorry sorry,habisnya kamu itu ledekin mulu.Dengerin aku yah Ta,nggak ada yang nanya pengantin pengganti disini.Aku sama mas Gatra memang sudah di takdirkan untuk menikah dan dengan cara kemarin itu mas Gatra mendapatkan jalan untuk menikahiku." terang Cahaya.
"Alhamdulillah kalau kalian sudah saling menerima pernikahan kalian dan bukan karena Alka semata yang butuh bunda dan bukan karena kamu takut nama keluarga kamu tercoreng.Selamat bestie...!!"
Tata merasa lega mendengar pengakuan Cahaya tentang apa yang dia rasakan dan dia jalankan selama ini dan tidak akan meneruskan hal yang membuat mereka berpisah.Tata percaya Gatra akan cepat untuk mencintai seorang Cahaya.Apalagi Cahaya orang yang sangat terbuka dan juga keibuan.
"Terus terus,kamu di Singapura gimana.Kok udah balik aja,terus kenapa suami kamu masih disana?" tanya Tata kepo.
"Mas Gatra masih ada kerjaan di sana,aku kasihan sama Alka sudah empat hari nggak ketemu aku.Aku kan punya tanggung jawab lain disini."
"Terus nggak ada cerita Hot gitu?" pancing Tata.
Cahaya mendengar pertanyaan Tata membuat pipinya memerah karena mengingat selama dua hari dua malam di kurung di Panthause.
Melihat gelagat sang sahabat membuat Tata menebak-nebak apa yang terjadi pada keduanya.
Plak💢
__ADS_1
Tata memukul lengan Cahaya membuat Cahaya tersadar dari lamunannya.
"Iiihhh Tata,sakit tahu," keluh Cahaya dengan mengusap lengan yang terasa pedas karena ulah Tata.
Keduanya tertawa bersama.Kedua nya membahas pekerjaan mereka dan juga hubungan Cahaya dengan Gatra yang mulai ada kemajuan.
...****************...
Dilain tempat tepatnya di Jawa Timur terlihat Bayu dan juga Rana masuk ke area sebuah pesantren yang tak lain adalah Pesantren sang kakek dari Bayu.
"Ayo,jangan takut.Ada aku." ucap Bayu membimbing Rana ke arah rumah pribadi milik sang kakek.
"Ini Pesantren milik keluarga kamu?" tanya Rana dengan mengedarkan pandangannya di sekeliling pondok.
" Iya, walaupun memang bukan yang paling di nomer satukan tapi, pesantren ini cukup di kenal."ucap Bayu yang sudah ada di depan rumah sang kakek.
Bayu dengan sedikit ragu mengetuk pintu rumah sang kakek yang tumben sekali tertutup tidak seperti biasanya terbuka karena biasanya ada mbak-mbak dan mas-mas ndalem yang bolak-balik di sana.
Tok tok tok
"Assalamualaikum." ucap Bayu dengan lumayan kencang.
Ceklek.
Pintu terbuka menampakkan seorang santri yang bertugas di ndalem muncul dengan sekilas menatap siapa tamu sang kyai dan kembali' menundukkan pandangan nya.
"Gus Bayu,maaf njenengan kesini untuk apa yah?"tanya santri itu pada Bayu.
"Heh..kenapa kamu tanyanya gitu,nggak sopan banget sih,ini kan pesantren milik kakeknya pastinya mau ketemu kakeknya lah."protes Rana mendengar ucapan sang santri yang terkesan tidak menginginkan kehadiran Bayu.
"Ngapunten,mohon maaf kak..saya bukan bermaksud lancang cuma,memang harus saya tanyakan karena Kyai nggak ada di tempat."ucapnya dengan tetap menundukkan kepalanya.
"Abah tidak di tempat,kemana?" tanya Bayu
"Sedang ke Ponorogo,paling malam kembali lagi." ucap nya.
"Baiklah,nanti kita akan kesini lagi.Tolong sampaikan pada kakek kalau aku kesini."ucap Bayu pada mba ndalem itu.
"Baik Gus.."jawab santri bernama Ningsih.
"Assalamualaikum." ucap seseorang
__ADS_1
Terlihat seorang santri pria sudah ada di depan rumah ndalem.
"Wa'alaikumsalam ,Fatur..ada apa?" tanya Ningsih yang sedikit terkejut melihat Fatur.
"Ningsih,di timbali ustadzah untuk segera ke ruang bimbingan. ." ucap seorang bernama Fatur itu.
"Baiklah,tolong bilang sama Ustadzah Farah saya sebentar lagi datang."ucap Ningsih pada Fatur.
Akhirnya Fatur pun pergi dari tempat itu.
Dan setelah melihat Fatur pergi, Akhirnya Ningsih mengatakan jika dirinya akan pergi dan tidak boleh untuk mempersilahkan Bayu untuk masuk.
Hal yang di katakan Ningsih membuat dirinya terkejut dan tak menyangka jika kakeknya sampai berbuat seperti itu.
Mau tak mau Bayu pergi dari area ndalem dan menuju masjid yang ada di dalam satu komplek pesantren.
...----------------...
"Ada apa kamu jauh-jauh kemari Bayu?" tanya sang kakek dengan nada tak bersahabat.
"Bah,maafkan Bayu jika memang sudah mengecewakan Abah tapi, Bayu mohon pada Abah untuk sudi menikahkan kami." ucap Bayu memohon pada sang kakek.
" Fatur,tolong panggil beberapa ustadz dan ustadzah untuk datang kemari.Bilang pada ustadz Rohman untuk datang kemari dan menikahkan mereka.Ningsih,tolong kamu handle calon istri Bayu dan juga suguhan untuk semuanya yang datang kemari."ucap Kyai Sofyan pada Fatur dan juga Ningsih.
"Dawuh Kyai.." kedua nya pun langsung menjalankan Dawuh dari Kyai Sofyan.
Sementara Bayu bersyukur ternyata sang kakek mau menikahkannya dengan Rana.
"Bay,apa nggak salah kalau kakek kamu mau nikah kan kita malam ini, sementara semuanya kan perlu persiapan."ucap Rana berbisik pada Bayu.
"Raa,maaf untuk sementara kita nikah siri dulu.Nanti setelah itu kita bisa urus untuk pengesahan secara negara."ucap Bayu.
"Hahh..yang benar saja Bay,aku harus nikah siri.Gimana..
"Please Ra,aku nggak mau kita terlibat dalam dosa yang makin dalam." ucap Bayu memotong omongan Rana.
Rana masih bingung dengan perasaannya saat ini.Dia memang sudah terpaut hatinya saat di Kairo sana pada sosok Bayu.Dia pun tak bisa menerima jika Bayu menikahi wanita lain.Rasanya dunianya akan berhenti saat Bayu bersama wanita lain dan dia melihatnya bahagia.
Namun,disisi lain dia masih ingin bebas dan tak terikat dengan pernikahan karena cita-citanya masih sangat panjang. Dia pun menjadi sedikit ragu karena yang notabene nya Keluarga Bayu sudah mengusir Bayu dengan begitu teganya apalagi pandangan papa Bayu yang terlihat sangat tidak menyukainya.Apalagi sang kakek pun kini terlihat terpaksa menikah kan mereka dan dengan pernikahan siri pula.
Bersambung.
__ADS_1