Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Pulag Ke Jakarta


__ADS_3

Keesokkan harinya Cahaya sudah ada di bandara untuk penerbangan ke Jakarta.Wajah lelahnya terlihat karena memang ulah si mantan Duda yang sudah membuat Cahaya tak bisa istirahat.Syarat yang di berikan Gatra membuat Cahaya kesal karena pikiran Cahaya cuma sekali ternyata masih ada serangan Fajar dari Gatra yang membuat Cahaya geleng kepala karena kelakuan suaminya yang benar-benar tak ada puasnya dan nggak ada capeknya.


"Kenapa kamu begitu mukanya,katanya mau ketemu Alka."ucap Gatra tanpa dosa.


Cahaya hanya memandang jengah suaminya dan kesal sendiri karena mengingat kembali saat Cahaya menyetujui persyaratan dari Gatra.


"Nggak lagi-lagi aku setuju sama persyaratan mas Gatra,aku rugi banyak disini."ucap Cahaya dengan wajah sinis.


Wajah pucat dan ada lingkaran hitam di bawah matanya pertanda semalam dia tak bisa tidur nyenyak.


Gatra mendengar perkataan sang istri hanya terkekeh karena merasa istrinya memang begitu polosnya.


"Maafin mas yaa,kamu kan sudah setuju kemaren..kalau namanya ibadah yang satu itu mas nggak akan ada capeknya apalagi udah bertahun-tahun nggak ganti oli yang.."ucap Gatra dengan mengusap usap kepala sang istri yang terbalut hijab.


"Issttt,dasar maniac !!" umpat Cahaya mencibir sang suami yang ternyata memang pro dalam urusan ibadah di ranjang.


Hahahaha..


Gatra tertawa terbahak-bahak mendengar cibiran istrinya.Hidupnya kini penuh warna bukan lagi hitam dan putih lagi duka dan kepasrahan semata.


Panggilan penerbangan tujuan Jakarta sudah terdengar dan saatnya pengantin terbilang baru itu pun harus berpisah.


"Kamu hati-hati yaa..titip Alka."ucap Gatra memeluk tubuh istrinya.


"Pasti,dia juga anak ku mas.Kamu juga jaga kesehatan,jangan lupa kabarin aku tiap hari biar aku nggak terlalu khawatir sama kamu."ucap Cahaya.


"Baiklah, kamu juga jangan lupa istirahat kebiasaan kamu kalau urusan soal Alka nggak ada capeknya."ujar Gatra


"Iyaaaa..aku pergi, Assalamualaikum.."pamit Cahaya mencium tangan Gatra dengan takzim.


Gatra pun mencium pucuk kepala Cahaya dengan mengusap pipi istrinya dengan lembut.


Empat hari ini bersama Cahaya mengarungi dan menyelami dunia baru bagi kedua nya


Memiliki kesepakatan bersama untuk melanggengkan hubungan antara mereka.


Pesawat yang di tumpangi Cahaya sudah lepas landas dari Bandara Changi Singapura menuju Jakarta.Perjalanan selama kurang lebih dua jam di manfaatkan Cahaya untuk tidur selama di pesawat.Karena memang tubuhnya sangatlah lelah setelah membayar syarat dari suaminya untuk kembali ke Jakarta lebih dulu.

__ADS_1


...----------------...


Cahaya sampai di rumah besar keluarga Gatra dan di sambut oleh kedua mertuanya dengan bahagia.Namun,ada satu orang yang sedang merajuk padanya.


"Haiii..anak ganteng bunda !!" seru Cahaya saat melihat Alka dan langsung menuju sang putra sambungnya.


"Stop,no pegang pegang Alka,bunda itu udah buat Alka malah..Daddy lese,udah culik bunda dali aku !!" seru Alka menghentikan langkah Cahaya yang akan memeluk putranya yang sangat dia rindukan.


"Mamp*s deh gue !!" umpatnya dalam hati


"Maafin bunda yaa,bunda sudah buat Alka sedih.Tapi, bunda sayang banget sama Alka.Kemarin bunda itu nengokin daddy yang sakit jadi buru-buru pergi,Maafin bunda yaa.." ucap Cahaya dengan muka melasnya.


Alka yang melihat wajah Cahaya yang sedih tentunya membuat dirinya tak tega.


"Tapi, bunda janji kalau pelgi pelgi lagu sama Alka yaa..Alka takut bunda di culik olang." ucap Alka yang memeluk Cahaya yang mang sudah berjongkok di depan Alka.


Cahaya tersenyum senang karena menjual kesedihan pada Alka sukses.


" Iya bunda janji.."jawab Cahaya memeluk erat Alka dan menciumi bocah itu.


"Oke..!!" seru keduanya.


"Selama nggak ada bunda Alka nakal nggak ?" tanya Cahaya yang duduk memangku bocah kecil kesayangan nya itu.


"Nggak ,Daddy yang nakal sama Alka culi bunda dali aku."ucap Alka yang masih saja menyalahkan Daddy nya karena Cahaya pergi.


"Hehhh..bocah,aunty kan sudah bilang kalau bunda sama Daddy lagi buat adek bayi buat kamu."Ceplos Revi yang duduk di seberang Cahaya dan Alka.


Bocah itu beralih memandang Cahaya dengan mata yang lucu.


"Benelan bun,Daddy sama bunda buat dek bayi buat aku?" tanya Alka dengan mata berbinar.


"Ehh..i_iya , tapi..sabar yaa..Alka berdoa saja semoga Alka cepet dapet adek bayi."jawab Cahaya dengan terbata.


"Reviiii..kamu yah,masa anak kecil di cekokin sama omongan begitu."protes sang umi.


"Halahhh,umi juga mau kan punya cucu lagi.." cibir Revi pada sang umi.

__ADS_1


"Hehehe..iya sih,lebih baik langsung tekdung.Kamu nggak nunda-nunda buat hamil kan Ca?"tanya umi Gatra pada Cahaya.


"Ehhh..nggak mi,Cahaya sama mas Gatra alami saja." ucap Najla sedikit canggung untuk membahas soalan yang bersifat intim.


"Bagus lah, semoga di segerakan yaa.." ucap sang Abi yang sedari tadi hanya diam saja.


"Amin." ucap semuanya mengamini kata-kata sang Abi.


...----------------...


"Yah,ini teh nya.." ucap Ibu dari Cahaya pada suaminya.


"Terimakasih buuu.."ucap sang suami .


"Ayah,gimana yah.. kehidupan Cahaya sekarang,apa dia bahagia dengan pernikahannya yang mendadak itu.Apa nak Gatra memperlakukan Cahaya dengan baik." ucap ibu dari Cahaya yange mecemaskan nasib putrinya yang telah menikah karena sama-sama tak cinta


"Kita doakan semoga Allah memberikan jodoh yang tepat untuk Cahaya Buu.."


"Semoga yah,toko roti Alhamdulillah semakin rame..apa ayah masih tetap mau jadi butuh pabrik di mana menantu kita sendiri jadi bisa nya?"


"Apapun pekerjaan ayah,itu yang membuat Cahaya menjadi seorang sarjana dan kita tidak kelaparan buu.. sebetulnya nak Gatra pun sudah meminta ayah untuk tidak menjadi Operator mesin."


"Ayah di pecat ?!"


" Nggak di pecat cuma ayah si minta jadi mandor tapi, ayah merasa nyaman sama pekerjaan ayah yang sudah ayah jalani belasan. tahun Buu.."


"Iya sih,tapi..nak Gatra menawarkan itu mungkin melihat ayah kasihan juga, kalau pun pensiun dini pasti ayah nggak mau kan,makanya Gatra mengusulkan ayah untuk jadi mandor."


"Nggak papa lah,ayah masih jadi operator mesin,lagian pernikahan Cahaya dengan Gatra pun hanya segelintir orang atas yang tahu dan kalau para karyawan lain nggak ada yang tahu Bu,karena kebetulan kita pun mengundang hanya keluarga dekat."


"Semoga keluarga anak kita adem ayem ya yah,kalau pun ada masalah mereka kab selalu menyelesaikan nya dengan kepala dingin."


"Amiin.."


Kedua orang tua Cahaya hanya berharap jika pernikahan putrinya yang terkesan mendadak itu bisa langgeng.Sakinah Mawadah warahmah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2