Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Syarat Gatra


__ADS_3

"Mas,please deh..aku mau telpon Alka sebentar.Sudah dua hari aku nggak pegang Hp,nggak tahu kabar anak ku.Kayak orang tahanan aja."ucap Cahaya dengan mencebikkan bibirnya melihat tingkah suaminya yang super posesif itu.


Gatra yang mendengar ucapan Cahaya malah terkekeh karena ekspresi Cahaya membuat dirinya gemas.


"Kenapa sih kamu sayang banget sama Alka ,kamu nggak sayang sama bapaknya Alka?" tanya Gatra memeluk tubuh Cahaya


"Siapa yang bilang aku nggak sayang sama kamu,kalau aku nggak sayang sama kamu,mana mau aku biarin kamu bercocok tanam mulu selama dua hari ini.Inget nggak mas,sejak aku ketemu kamu kemaren sampe sekarang jangankan pake baju juga nggak aku.Aku cuma bisa pake kimono mandi sepanjang hari." ucap Cahaya dengan membuka selimutnya yang menampilkan dirinya yang masih memakai kimono mandinya.


"Hehehe..biar gampang sayang,abisnya kamu legit banget.." ucap Gatra absurd.


Plak..


Cahaya mendengar omongan Absurd suaminya sontak melancarkan aksinya dengan memukul lengan Gatra dengan kesal.


"Aussttttt sakit yang,KDRT nih namanya.."ucap Gatra mengusap lengannya yang seolah merasakan sakit.


"Lebay,sudahlah aku mau keluar dan mau jalan-jalan.Sumpek tahu nggak mas di kamar mulu.." cerocos Cahaya dengan melangkah ke kamar mandi.


Gatra tak langsung menjawab hanya memandang punggung sang istri yang berjalan menjauh darinya.


Gatra pun akhirnya beranjak dari tempat tidurnya juga dan menatap kearah luar jendela.Dari kamarnya terlihat pemandangan kota yang sedang cerah.



"Masss..kita mau makan di luar atau mau Pesan antar lagi?" tanya Cahaya dengan memeluk tubuh Gatra dari belakang.


Gatra sedikit terkejut karena sedang sibuk dengan lamunannya tadi.


"Kita makan di luar deh kalau gitu."ucap Gatra dan membalikkan tubuhnya mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Beneran tapi, aku boleh telepon anak ku kan mas?" tanya Cahaya dengan menampakkan wajah melasnya.


Gatra mencubit pipi Cahaya dengan gemas.


"Gemesin amat sih,istri siapa ini hemm?" goda Gatra menciumi pipi Cahaya bertubi-tubi.

__ADS_1


"Massssss...!!" pekik Cahaya dengan mendorong tubuh Gatra darinya.


"Okelah,sekarang kita siap-siap buat jalan-jalan kalau gitu."ucap Gatra membelai lembut pipi Cahaya


Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Cahaya tersipu malu.Dengan cepat dia pun langsung bergegas menjauhi suaminya dan segera bersiap untuk pergi jalan-jalan dengan Gatra.


Hati Cahaya sangat bahagia.Entah mengapa dirinya kini begitu nyaman bersama Gatra.


Sikap dingin dan kaku Gatra sudah tidak ada lagi.Apalagi saat berdua Gatra begitu manja padanya dan jangan di tanya soal ke mesum*n nya yang membuat Cahaya geleng-geleng kepala.


Cahaya memang baru tahu sifat lain dari seorang Gatra saat bersama keluarga nya apalagi Cahaya yang menjadi istrinya sekarang.Gatra sungguh bisa membuat dirinya berbeda saat di luar.Saat bekerja ,dengan para sahabatnya, keluarga dan semuanya itu Gatra akan bersikap seperti seharusnya dia tunjukkan.


...----------------...




Kalau mas Gatra lagi bucin maksimal sama istri nya bikin senyum senyum sendiri.


"Mas, kamu masih lama di sini?" tanya Cahaya saat mereka selesai makan siang mereka.


"Nggak gitu,cuma kasihan Alka mas.Pastinya dia ngambek sama aku nanti."ucap Cahaya dengan menyedot minumannya.


" Sekitar dua hari lagi lah,tunggu aku yaa..please, sebentar doang kok dua hari lagi." ucap Gatra dengan wajah memohon.


"Tapi, aku bilang Alka dulu yaa.. please ?!" ucap Cahaya juga mencoba memohon untuk telpon sang putra.


"Okelah ,ini ponsel kamu.Maaf yaa,kalau aku dua hari ini buat kamu capek dengan selalu melayani aku.Kamu pasti tahu kalau....


"Sudahlah mas, aku ngerti dan aku nggak masalah soal itu.Aku istri kamu, setelah ini aku ingin kamu perlakukan aku seperti istri pada umumnya.Nggak kayak kemaren seolah kayak Patner kerja,istri kontrak bahkan aku rasa kayak baby sitter Alka."ungkap Cahaya yang menampakkan wajah serius nya


"Iya maaf yaa.."ucap Gatra dengan menggenggam tangan istrinya dan mencium punggung tangan nya dengan lembut.


"Tapi, boleh kan aku pulang duluan.Kasihan Alka mass.."ucap Cahaya dengan suara manjanya.

__ADS_1


"Aisssttt...kenapa dia begitu pandai buat aku nggak tega sih,apalagi liat wajahnya."batin Gatra melihat kelakuan Cahaya yang selalu membuat dirinya tak berdaya untuk menolak.


"Baiklah tapi dengan satu syarat," ucap Gatra dengan menaik turunkan alisnya


"Issssttt ..kamu ini, buat anak aja masih saja menfaatkan keadaan." gerutu Cahaya melihat suami mes*mnya.


"Hehehehe..boleh nggak?"


"Apa syarat nya?"


"Aku pengen stok ku terpenuhi malam ini gimana,besok siang kamu bisa balik duluan ke Jakarta."


"Okelah,deal !!" ucap Cahaya tanpa pikir panjang karena baginya putranya sudah menjadi tanggung jawab nya saat ini.


...----------------...


Gatra dan Cahaya baru saja sampai di Penthouse.Gatra membawa sang istri sedikit shopping karena Cahaya yang notabene nya nggak suka shopping hanya mau membeli beberapa barang untuk keperluan nya dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk shopping untuk keperluan suami dan anaknya.


Dia begitu exceted untuk pertama kalinya shopping untuk keperluan suami dan anaknya.Gatra hanya geleng-geleng kepala karena jiwa shopping istrinya hanya sebatas membeli barang untuk keperluan dirinya dan sang putra.


"Sayang,kamu mau mandi dulu?" tanya Gatra dengan memeluk tubuh Cahaya dari belakang.


Sementara Cahaya yang sedang sibuk melepaskan hijabnya.


"Masss,lepas !!" pekik Cahaya.


"Sayang ,tentu kamu nggak lupa sama janji kamu kan?" tanya Gatra dengan mengingatkan sang istri.


"Hahh,janji apaan sih mas."ucap Cahaya yang tiba-tiba merasa gugup padahal bukan sekali dua kali dia melakukan penyatuan dengan Gatra namun,dia masih belum terbiasa.


Bukan nya menjawab Gatra pun melancarkan aksinya.Gatra mulai men*ium bibir Cahaya dan membuat Cahaya terkejut dengan tindakan Gatra karena memang dia belum siap dengan serangan Gatra bahkan tubuhnya sempat Oleng dan dengan sigap Gatra menahan tubuh Cahaya supaya tak terjatuh.


"Mass," ucap Cahaya saat Gatra membawanya ke tempat tidur.


"Sesuai kesepakatan,kamu memenuhi syarat untuk kembali ke Jakarta lebih dulu kan," ujar Gatra.

__ADS_1


Gatra pun tidak memberikan Cahaya menjawab.Gatra langsung melanjutkan aksinya dengan wajah semangat empat limanya .Sementara Cahaya hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan Gatra.Sampai dia baru tersadar jika tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun yang kini berlindung di bawah selimut tebal.Gatra begitu memuja apa yang Cahaya punya.Rasanya tak rela jika Cahaya berjauhan darinya.Gatra merasakan hidupnya kembali berwarna dengan kehadiran Cahaya dalam hidupnya dan Alka.


Bersambung


__ADS_2