
"Jangan ngambek lagi dong,nanti yang ada aku pengen makan kamu lho.."canda Gatra mengacak rambut sang istri.
"Habisnya Abang sih bikin kesel."ungkap Cahaya .
Gatra tersenyum tipis dan menarik tangan Cahaya sampai dia duduk di pangkuan Gatra.
"Aku ingin kita benar-benar saling terbuka,jangan ada jarak antara aku sama kamu.Kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama aku,sekarang kamu tanggung jawab ku dan kebahagiaan kamu juga Alka adalah prioritas ku.Aku tahu kamu nggak akan mungkin secepat itu melakukan kewajiban sebagai istri dan aku nggak akan maksa.
Aku ingin kita khususnya kamu membuka lembaran baru.Kamu punya aku dan Alka.Bahu ku siap untuk bersandar kapanpun."ungkap Gatra dengan wajah mereka yang sudah terlihat sangat dekat.
Cup..
Gatra tiba-tiba menci*m bibir Cahaya dengan singkat.Sementara Cahaya yang mendapat perlakuan spontan itu dari Gatra hanya bisa diam seperti patung.Sungguh Cahaya terkejut dengan tindakan Gatra yang mencuri First kiss nya .Suami yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
"Bonus,sekarang tidur yaa..," ucap Gatra melakukan lamunan Cahaya pun buyar.
Bugh
Bugh
"Abang,abang pencuri !!" seru Cahaya memukul lengan Gatra dengan kesal.
"Aduhhhhh.. sayang,ampun yang.. kenapa kamu pukul aku,KDRT ini namanya."ucap Gatra mengaduh seolah kesakitan karena pukulan Cahaya.
"Lagian kenapa Abang curi first kiss aku, ngeselin !!" seru Cahaya mencebikkan bibirnya.
" Iya maaf,habis gemas lihat bibir kamu."ucap Gatra dengan santai.
"Tapi kan ..
"Aku suami kamu Cahaya,inget itu."potong Gatra lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Mendengar ucapan suaminya membuat Cahaya terdiam.Benar juga ucapan Gatra mau tak mau memang Cahaya harus terima dengan perlakuan suaminya dengan catatan tidak bertindak kasar padanya.
"Maaf kalau kamu tidak terima dengan perlakuan aku tadi."ucap Gatra dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Melihat tingkah suaminya yang terlihat akan meninggalkan kamar dengan cepat Cahaya meraih lengan Gatra.Tindakan Cahaya membuat Gatra menghentikan langkahnya dan menatap kearah istrinya.
"Abang mau kemana?"tanya Cahaya dengan lirih.
"Aku mau ke depan,mau nyebat sebentar."jawab Gatra santai.
"Abang marah sama Caca,maaf jika Caca kayak gini buat kamu nggak nyaman."ucap Cahaya menundukkan wajahnya.
"Nggak apa-apa,mungkin kamu belum terbiasa dengan kehadiran aku.Tapi, aku ingin kamu mencoba untuk menerima kehadiran aku bukan hanya sebagai status saja.Kamu aku nikahi bukan semata-mata buat jadi baby sitter Alka tapi, pendamping ku untuk menjalankan biduk rumah tangga yang kita miliki.Aku nahkodanya dan aku ingin kamu sebagai pendamping yang siap untuk berlayar dengan ku walaupun nanti akan ada badai besar yang menerjang kapal yang kita tumpangi."ungkap Gatra dengan mengusap rambut Cahaya dengan lembut.
"Maafin aku yah,"ucap Cahaya
"Nggak ada yang perlu di maafkan karena memang kamu nggak salah.Sudah yah,aku mau kedepan sebentar."ucap Gatra mengacak rambut istrinya gemas.
"Mau aku bikinin kopi ,nggak enak kan kalau nyebat nggak ada kopi hitam nya,"tawar Cahaya dengan tingkah sedikit manja.
"Oke,boleh juga.Aku pengen rasain kopi buatan bundanya Alka."ucap Gatra dengan mengusap pipi istrinya dan melangkah keluar kamar dan keluar dari rumah dan duduk di kursi di teras rumah mertuanya.
...****************...
Plak..
Satu tabokan di layangkan oleh sang ibu pada putrinya yang sedang asik bengong.
"Astaghfirullahal'adzim,ibu..!!" seru Cahaya terkejut dengan perlakuan sang ibu yang memukul lengan nya sehingga membuat dirinya terkejut.
"Lagi ngapain senyum-senyum sendiri,Angau lah nih.." ucap sang ibu.
"Angau apa sih bu, perasaan ibu aja.Sudahlah Cahaya mau bawa kopi ini buat suami Cahaya,bye ibu.."
"Dasar anak sint*ng.."umpat sang ibu yang melihat tingkah laku putrinya yang ajaib itu.
Cahaya yang kepergok sedang senyum sendiri oleh sang ibu tentu hanya bisa meruntuki kebodohannya karena kelakuan nya membuat sang ibu meledeknya.
"Bang,kopinya."ucap Bia saat disamping suaminya dan menyodorkan tangannya pada sang suami dan dengan cepat Gatra menerima cangkir yang ada di tangan sang istri .
__ADS_1
"Kopi yah,"tawar Gatra pada ayah mertua nya yang sudah duduk di sebelah Gatra.
"Ayah kamu nggak biasa ngimpi kalau malam Le,biasanya minum teh saja."ujar sang ibu tiba-tiba saja muncul di samping Cahaya dengan secangkir teh di tangannya.
Dengan perlahan sang ibu melangkah dan menyodorkan cangkir yang ada di tangannya pada sang suami.
"Tanpa ayah minta ,ibu pasti langsung buatin."sindir sang ibu melirik kearah Cahaya.
"Yeee..ibu kan sudah lama sama ayah,jadinya kebiasaan ayah itu pasti sudah ibu bapak bahkan ibu sudah khatam sama apapun tentang ayah.Kalau aku sama bang Gaga kan baru buu.." ucap Cahaya masih berdiri di samping suaminya.
"Iya,makanya mulai saat ini kamu inget-inget dengan kebiasaan suami kamu,apa kesenangan nya ,apa yang nggak dia suka.Itu juga berlaku buat kamu juga Ga,Selami pribadi pasangan kalian dengan tujuan saling memahami sifat dari masing-masing."Sambar pak Candra menasehati putrinya dan menantunya.
"Iya yah.."jawab keduanya.
Malam itu pun keempat nya terlibat dalam pembicaraan yang dibilang ringan karena membahas tentang dua sisi yaitu dari Gatra dan Cahaya.
Mereka berdua pun saling mengenal dengan cara sederhana.Harus menjadi diri sendiri tak boleh jadi seperti orang lain.
Larutnya malam membuat kondisi mata lama-kelamaan ngantuk dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing-masing.
Di dalam kamar yang lumayan kecil dan diatas ranjang dengan ukuran pas untuk berdua kini keduanya saling memunggungi.Namun,sejurus kemudian Gatra dengan santai memeluk tubuh Cahaya dari belakang.
"Biar begini saja,aku nggak akan melakukan nya tanpa persetujuan kamu."bisik Gatra dengan suara seraknya.
Cahaya hanya bisa mengangguk samar.Lalu Gatra dengan perlahan membalik tubuh istrinya sehingga menghadapnya.
Gatra mencium kening Cahaya dengan lembut."Good night.."ucap Gatra dan membenamkan wajah Cahaya di dadanya.
"Hemm.." ucap Cahaya dengan singkat dan menikmati bau harum semerbak memenuhi Indra penciuman nya.Merasakan sensasi yang luar biasa apalagi ini baru pertama kalinya dia mencium bau maskulin tubuh Gatra
Bagaikan sebuah bius yang membuat damai Indra penciuman nya .Cahaya dengan tanpa ragu memeluk pinggang suaminya dan mereka pun akhirnya sama-sama menyelami dunia mimpi.
Bersambung
Maaf buat para readers tersayang malam ini satu bab dulu yaa..🙏
__ADS_1
Maaf belum bisa double up kali ini ..