
Ceklek..
Pintu ruangan UGD terbuka menampakkan sosok dokter wanita yang keluar dari ruangan itu dengan satu suster.
"Keluarga nyonya Cahaya Aurora ?" tanya dokter tersebut.
"Iya,saya suaminya.Bagaimana dengan keadaan istri saya dokter?" tanya Gatra dengan penuh kekhawatiran.
"Alhamdulillah tidak ada yang serius,cuma memang nyonya Cahaya memerlukan waktu untuk badres beberapa hari karena akhir-akhir ini kemungkinan besar nyonya Cahaya terlalu lelah sehingga beliau drop dan untuk itu beliau disarankan untuk rawat inap di RS selama dua hari untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.Apalagi nyonya Cahaya sedang hamil muda sangat rentan terjadinya pendarahan jika sudah kelelahan seperti tadi."jelas sang dokter.
"Sebentar dok,tadi dokter bilang hamil muda..apa benar Cahaya sedang hamil,soalnya dia belum memberitahukan berita ini." ucap Tata.
Mendengar ucapan Tata ketiga pria di sampingnya pun tersadar dan menatap dokter itu dengan serius.
"Maaf tadi memang sempat kami periksa dan di bantu oleh dokter Obgym juga.Benar adanya nyonya Cahaya sekarang sedang mengandung 8 Minggu." ucap si dokter.
"Alhamdulillah ya Allah,Yuda..gue punya anak lagi,Cahaya hamil, Alhamdulillah..." ucap Gatra dengan antusias dan bersyukur dengan rejeki berupa keturunan yang semoga menjadi anak Sholeh dan Sholehah.
"Selamat bro,hebat Lo..udah mau dua aja.Gue aja satu saja nikah aja belom,Lo udah dua kali .. hahahaha.." ucap Yuda dengan penuh canda.
"Baiklah selamat buat bapak dan kami permisi.Untuk setelah ini bapak bisa urus administrasi untuk memesan kamar rawat pak.marii.." ucap sang dokter undur diri.
"Gue aja yang urus administrasi,Lo duduk aja Ga.." ucap Yuda menawarkan diri untuk membantu sahabatnya.
"Oke, thank's." ucap Gatra dengan menepuk bahu Yuda dan Yuda hanya mengacungkan jempol nya ke arah Gatra.
"Kalau gitu aku ikut kamu saja kak,sekalian aku mau beli cemilan buat tunggu Cahaya nanti." ucap Tata dengan menggandeng tangan Yuda.
"Istttt..dasar bucin !!" ledek Gatra pada pasangan baru itu.
"Biarin lah, sudah saat nya gue nggak single lagi."ucap Yuda sambil melangkah menjauhi Gatra dan Bayu yang masih di kursi rtunggu ruang UGD.
Sepeninggal Yuda dan Tata diantara Gatra dan Bayu belum ada yang membuka suara.
__ADS_1
"Gue minta maaf !!"
"Gue makasih !!"
Ucap Bayu dan Gatra bersamaan dengan perkataan yang berbeda.
"Lo minta maaf buat apa?' tanya Gatra setelah beberapa detik terdiam saat mendengar ucapan nya dan Bayu sama-sama terucap.
"Gue minta maaf karena gue nyusahin Lo buat kelakuan gue yang membatalkan pernikahan gue sama Cahaya." ucap Bayu.
Gatra menyipitkan matanya mendengar ucapan Bayu." Maksudnya apa nih,Lo mau rebut Cahaya dari gue setelah selesai sama Rana,gitu !!" bentak Gatra menatap garang sepupunya itu.
"Ehhh..bu_bukan Ga,gu_gue bukan bermaksud gitu.Gue cuma minta maaf atas ketidak tanggung jawabnya gue sama janji gue .Saat ini gue ikut bahagia lihat Lo sama Cahaya bahagia.Cahaya wanita baik,itu yang menjadi penyesalan terbesar gue karena kena tipu muslihat iblis bersama Rana.Selain itu gue jadi anak durhaka sama orang tua gue juga keluarga besar kita.Gue sadar,semua yang gue lakukan itu salah.Gue sudah menerima karmanya dengan pengkhianatan Rana." ungkap Bayu dengan panjang lebar.
Gatra menepuk pundak Bayu sebagai tanda menguatkan.Bagaimanapun buruknya perlakuan Bayu yang dulu namun,dia tetap adik sepupunya dan juga pastinya butuh dukungan dari keluarga.Gatra yakin om dan tantenya pasti senang jika putra kebanggaan nya sudah berubah lebih baik lagi.
"Gue tahu Lo akan sadar nantinya.Tapi,gue nggak punya ekspektasi kalau Lo sampai nikah sama dia.Apapun yang terjadi kemarin anggap jadi bagian jalan hidup Lo dan pembelajaran yang berharga untuk Lo nantinya.Gue juga makasih Lo sudah nolong Cahaya dan juga calon anak gue." ucap Gatra dengan tulus.
"Udah kewajiban gue sebagai mahluk sosial dan sudah tanggung jawab gue sebagai saudara Lo ,nggak mungkin gue lihat Cahaya yang sedang tak berdaya harus gue tinggal gitu aja.Selamat buat kehamilan Cahaya,Semoga semuanya lancar sampai lahiran nanti." ucap Bayu dengan wajah penuh senyum.
...****************...
Setelah beberapa lama Cahaya sudah di tempat kan di ruangan VIP dan kini Gatra ,Bayu ,Yuda dan Tata ada di kamar rawat Cahaya.
"Mas, Keluarga kita sudah di kasih kabar mas?"tanya Cahaya pada suaminya saat Gatra menyuapi nya.
"Sudah sayang,tadi aku sengaja VC ramai-ramai jadi denger semua.Oh iya,terima kasih atas semua kebahagiaan yang kamu kasih ke aku dan Alka,sayang.Disini,ada adek Alka kita akan melihat dia tumbuh besar didalam perut kamu dan lahir dengan selamat dan sehat juga sempurna." ucap Gatra.
"Maafin aku ya mas,karena aku nggak peka sama kondisi badan aku sendiri.Untung adek Utun nggak kenapa-kenapa,kalau tidak aku pasti merasa bersalah banget."ucap Cahaya dengan wajah sedihnya.
"Sudahlah,yang jelas selama dua hari ini kamu harus benar-benar betres.Buat urusan Alka serahin sama mbak juga ada umma." ujar Gatra pada Cahaya dengan mengelus kepala istrinya yang terbalut hijab instan nya.
Cahaya pun mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.Dia ingin memberikan yang terbaik buat keluarga nya.
__ADS_1
"Ca,gimana keadaan kamu?" tanya Bayu tiba-tiba mendekati brangkar Cahaya.
Cahaya menatap wajah Bayu sekilas dan beralih menatap wajah suaminya juga.
Terlihat Gatra tersenyum dan mengangguk.
"Aku baik, terima kasih sudah mau nolong aku dah bawa aku ke Rumah Sakit." ucap Cahaya dengan senyum tipis melihat dari bibir Cahaya.
"Yah, kamu nggak usah berterimakasih sama aku.Kamu kan sepupuku sekarang.Selamat yaa..mau jadi ibu lagi." ucap Bayu tulus.
"Iya,kamu juga jangan lama-lama terpuruk.Move on dan belajar lebih baik lagi." ucap Cahaya dengan wajah yang masih terlihat pucat.
Brakk..💢
"Astaghfirullahal'adzim umma.." ucap Gatra mendengar dobrakan pintu ruangan itu.
Yang muncul pertama wajah sang Umma Rika yang terlihat cemas dengan keselamatan menantunya.
"Assalamualaikum.." ucap dari beberapa orang yang ada di ambang pintu.
"Wa'alaikumsalam.." jawab dari yang ada didalam ruangan itu.
"Umma khawatir sama kamu,ibu kamu juga iya khawatir,gimana ceritanya kamu bisa pingsan." cecar umma Rika sang menantu.
"Umma,sabar..biar Gaga yang jelasin yaa.." ucap Gatra membawa sang Umma untuk duduk dekat brankar Cahaya.
"Ya sudah kamu cerita sama kita, sebenarnya ada apa.Siapa yang sudah coba-coba sakiti menantu umma?!" ucap Rika dengan melirik Bayu yang ada di sebrangnya.
Cahaya tahu maksud sang ibu mertua dan memberikan kode pada sang suami.
"Umma,jangan su'udzon gitu..Bayu nggak ngelakuin hal yang buat Cahaya celaka,bahkan Bayu yang bantu Cahaya untuk di bawa kesini.Sebenarnya,ini juga kesalahan Gatra juga karena membiarkan Cahaya lelah sampai dia tidak sadar jika dia sedang mengandung jadi,Cahaya pingsan di Caffe karena kelelahan makanya sekarang suruh badres sama dokter.." jelas Gatra.
Mendengar penjelasan Gatra para orang tua tentu nya heboh dengan berita bahagia itu.Cahaya pun dapat ucapan selamat dari para orang tua dan juga di berikan wejangan supaya tidak lagi kelelahan.Apalagi ini pengalaman pertama Cahaya mengandung.
__ADS_1
Bersambung