
Tak lama mereka sampai di parkiran kantor,Letak kantor dan juga pabrik memang satu kawasan namun, pabrik ada di sebelah belakang dan kantor utama ada di depan dan biasanya Cahaya kalau di tugaskan mengantar makan siang untuk sang ayah lewat bagian belakang kantor utama atau pintu utama pabrik dan gudang.
Melihat anak pemilik perusahaan itu di gendong oleh seorang wanita muda mereka pun bertanya-tanya siapa wanita muda itu.
"Permisi mba ,saya mau bertemu dengan tuan Gatra bisa?"tanya Cahaya dengan sopan.
"Sudah bikin janji?" tanya sang resepsionis dengan wajah sedikit tak bersahabat.
"Owhh belum,apa untuk bertemu tuan Gatra harus buat janji dulu?" tanya Cahaya jujur,memang dia belum membuat janji pada suaminya.
"Iya mba,nggak sembarangan orang ketemu si boss."ucapnya dengan wajah judesnya.
"Sayang,kita nggak bisa langsung ketemu sama Daddy,kita pulang saja ya..,"bujuk Cahaya pada Alka yang ada dalam gendongan nya yang sudah dalam keadaan ngantuk.
"Lho Cahaya ,Alka ngapain disini?"tanya seseorang yang berjalan mendekati mereka.
"Eehh kak Yuda,aku mau ketemu Mas Gaga.Tapi,harus buat janji.Sementara aku nggak buat janji sebelumnya,tadi aku telpon mas Gaga tapi hp nya sibuk,mau telpon kak Yuda aku nggak punya nomernya."ucap Cahaya dengan jujur.
Mendengar ucapan Cahaya sontak membuat Yuda melemparkan tatapan tajam pada resepsionis Yangs sedang bertugas.
"Kamu sudah berapa lama kerja disini,apa kamu nggak lihat ada Alka di sini,kenapa kamu nggak biarin Cahaya dan Alka masuk, apa beratnya kamu telpon Agis lalu konfirmasi.Dasar nggak becus,kamu ingat kalau ada ibu Cahaya langsung kasih akses dia istri tuan Gatra sekarang,ngerti?!"
Ucapan tegas Yuda membuat sang resepsionis melonjak kaget dan menundukkan kepalanya .
"Ma_maaf pak, saya tidak tahu.takutnya..
"Jangan buat alasan,saya tidak suka !!" bentak Yuda.
"Kak,sudahlah.Jangan di perpanjang lagi, anak ku sudah tidur nih,pegel tangan Caca."ucap Cahaya dengan wajah cemberut.
"Sorry Ca ,sini Alka kamu tolong pegang ini sebentar."ucap Yuda menyerahkan tas laptop nya.
Alka pun sudah ada di gendongan Yuda.Cahaya pun mengikuti langkah Yuda dari belakang.
Di lantai 25 mereka keluar dari lift.Mereka melangkah menuju pintu sang pimpinan.Banyak mata yang melihat kehadiran Yuda dengan membopongnya Alka anak sang bos dengan di belakangnya seorang wanita berhijab mengikuti nya.
Di lantai 25 memang terdapat ruangan Gatra ,Yuda dan sekretaris mereka serta Devisi keuangan.
__ADS_1
"Gis,boss di dalam?"tanya Yuda pada Agis sekretaris Gatra.
"Ada pak,baru selesai meeting."ucap Agis ramah dan melirik kearah Cahaya.
"Owh iya Gis,kenalin ini ibu Cahaya dia istri bos dan Ca ini Agis sekretaris Laki Lo."ucap Yuda dengan bahasa non formal nya.
Lalu Yuda masuk terlebih dahulu kedalam ruangan Gatra.
Brakk..
"Bisa sopan nggak Lo !!" sentak Gatra saat mendengar dobrakan pintu ruangan nya.
"Berat anak lo " ucap Yuda langsung nyelonong masuk kedalam kamar kecil diruangan itu.
"Lho anak gue sama lo,bunda nya mana?" tanya Gatra menatap horror ke arah Yuda
"Nggak usah melotot gitu, bini Lo di luar sama Agis."ucap Yuda duduk di sofa ruangan Gatra.
Gatra pun melangkah menuju pintu ruangannya ingin melihat istrinya.
"Ha_hallo,saya Agis sekretaris tuan Gatra.Selamat datang Bu Cahaya,maaf saya tidak tahu kalau tuan..
"Saya paham mba, pernikahan kita memang mendadak."ucap Cahaya dengan menyunggingkan senyum kikuk.
"Sayang...!!" seru Gatra saat membuka pintu ruangannya itu dan benar saja sang istri sedang bicara dengan Agis.
"Masss.." ucap Cahaya menoleh kearah suaminya dan segera menyalami tangan suaminya dan tanpa ragi dan malu Gatra mencium kening istrinya di depan Agis.
Agis pun merasa Gatra sedang di Landa bucin parah.Karena selama Agis menjadi sekretaris Gatra dia belum pernah melakukan secara terang-terangan mencium dan memeluk istrinya di depan orang lain.
"Saya nggak ada hal yang penting lagi kan Bisa,kalau gitu saya nggak mau di ganggu saat ini Gis." ucap Gatra pada sekretaris nya.
"Baik tuan,ada yang lain lagi tuan?" tanya Agis
"Sudah jam dua,kamu sudah makan siang Ca?" tanya Gatra terarah pada Cahaya .
"Beluman ,aku langsung kesini Alka mau makan siang bareng kamu katanya."ucap Cahaya.
__ADS_1
"Gis siapkan makanan buat saya sama ibu juga Alka yaa.."ucap Gatra
"Baik tuan."
Setelah mendapatkan jawaban dari Agis, Gatra pun membawa Cahaya masuk dalam kantornya.
"Ngapain Lo masih disini sih?!" sentak Gatra pada Yuda.
"Santai bro,gue mau ngasih ini buat Lo."ucap Yuda memberikan sebuah dokumen pada Gatra.
Gatra melihat apa yang di serahkan padanya dan tersenyum.
"Baiklah thank's Lo boleh keluar sekarang."ucap Gatra mengusir Yuda dengan menyeret tangannya dan mengarahkan dia ke pintu ruangan itu.
Cahaya hanya melihat tingkah keduanya dengan mengulum senyumnya merasa dua orang yang tak pernah akur.Apalagi melihat wajah Yuda yang terlibat kesal karena kelakuan Gatra yang membuatnya jengkel.
Clek..
"Lho kok di kunci mas,kalau ada yang penting gimana,kasihan mba Agis."ucap Cahaya dengan wajah sedikit panik.
"Biarin saja lah, aku free kalau ada kamu.Aku kangen sama istrimu ku ini."ucap Gatra dengan mengusap pucuk kepala Cahaya.
Gatra pun menarik tubuh Cahaya dan duduk diatas pangkuannya.
"Mas,jangan gini nanti ada yang ketok ketok."ucap Cahaya nggak enak hati.
Namun Gatra adalah Gatra yang pastinya keras kepala yang ada dia membungkam mulut istrinya dengan bibirnya dan meraupnya dengan rakus.
Cahaya pun pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya.Tanpa melepaskan pagu tan nya Gatra melepaskan Jas yang melekat di tubuhnya.Karena tiba-tiba atmosfer di ruangan itu terasa panas baginya.
Hal gil* ini pertama kali Gatra lakukan di dalam ruangannya.Walaupun dulu istrinya suka kekantor namun, dia tak pernah melakukan nya di ruangan itu.
Rasa suhu tubuh Cahaya mulai meningkat dan kedua orang yang sedang mereguk manisnya madu cinta.Gatra semakin menggila di buatnya lalu dia melepaskan kancing blus yang di pakai istrinya dB nampak dua tonjolan yang dia rindukan dari istrinya dan tanpa ragu dia menikmatinya dengan santainya seperti batita yang sedang memakan nutrisi dari sang ibu.
Cahaya hanya bisa meringis karena kadang Gatra dengan iseng nya menggigit nya karena gemas. Cahaya hanya pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.Dia pun sadar bahwa Gatra berhak atas dirinya .
Bersambung
__ADS_1