
"Masss..!!" pekik Cahaya saat merasa nyeri di bongkahan daging miliknya.
"Hemmm.."
Hanya itu respon Gatra saat mendengar suara istrinya.
"Please jangan disini,ka_kalau mas mau minta hak mas,bisa dengan cara yang baik."ucap Cahaya dengan sedikit terbata karena merasa nggak enak hati dan juga menahan rasa sakit di bagian putt _ingnya.
Gatra sontak menghentikan aktivitas nya dan mendongakkan kepalanya melihat wajah istrinya yang sayu.
"Aku butuh kamu Ca,please.."ucap Gatra dengan mengusap frustasi wajahnya.
"Setidaknya Mas jangan melakukan nya di sini mas, bersabar lah yaa.."bujuk Cahaya dengan wajah memelasnya.
Gatra pun menghela nafas panjang dan menyugar rambutnya dengan tangannya.Kepalanya rasanya sudah ingin meledak.
Cahaya yang masih di atas pangkuan suaminya tentu saja dengan cepat berdiri dan masuk ke dalam kamar istirahat suaminya.Terlihat Alka yang sudah tertidur dengan nyenyak.
Cahaya naik ke atas tempat tidur sedang itu dan memeluk tubuh Alka.Lama kelamaan dia pun ikut pulas.
Tak lama Gatra menyusul masuk ke dalam kamar.Sedari tadi dia menunggu istrinya untuk keluar kamar namun,sekian lama meninggal Cahaya tidak muncul-muncul juga dan akhirnya Gatra masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri terlelap tidur dengan memeluk tubuh putranya.
"Kamu begitu tulus menyayangi Alka.Kalian saling menyayangi tanpa ada rasa terpaksa.Tapi, aku lupa kalau kamu pasti nggak semudah itu menerima aku menjadi seorang yang berarti bagi hidup mu.Aku lupa kalau kita terpaksa harus menikah karena memang aku yang mengajukannya demi Alka.Walaupun aku sudah bilang aku membutuhkan mu pastinya kamu nggak begitu cepat menerima aku."gumam Gatra dengan mengelus pipi Cahaya.
"Pasti kamu belum bisa melupakan Bayu.Maaf jika aku terlalu memaksa mu untuk menyerahkan kesucian mu."batin Gatra dan dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah dua puluh menit kemudian Gatra keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan rasa yang sudah di ubun-ubun nya.
Penampilan nya sudah lebih segar dan dia pun kembali menyelesaikan pekerjaan nya tanpa mengganggu tidur anak dan istrinya.
...----------------...
Cahaya terbangun saat mendengar alarm ponselnya yang mengumandangkan adzan Ashar.
Dia melihat putranya masih terlelap dalam pelukannya.Entah mengapa bocah itu tidurnya terasa lelap tak biasanya .
__ADS_1
"Alka sayang...bangun yuk udah sore,kamu tadi siang cuma makan sedikit lho."ucap Cahaya dengan menggoyangkan tubuh Alka.
"Hoammmm,bunda..." ucap nya dengan suara serak khas orang bangun tidur saat pertama dia buka mata.
"Eeehhh,anak bunda sudah bangun.."
Cahaya menciumi wajah putranya sampai terkekeh geli karena Cahaya menciumi wajah Alka bertubi-tubi.
"Ampun bunda..ampun.. hahahaha..ampun bun..hahaha.."
Tawa mereka berdua pun pecah dan setelah lelah bercanda mereka pun akhirnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Daddy..!!" seru Alka saat keluar dari ruangan tidur melihat sang Daddy sedang sibuk berkutat dengan dokumen nya.
"Eehh jagoan daddy sudah bangun ternyata,makan dulu yaa..setelah itu kita pulang.Daddy mau siapin keperluan besok buat dinas."ucap Gatra seolah memberi tahukan jika dirinya akan pergi.
"Mas mau dinas keluar,kok mendadak?"tanya Cahaya memicingkan matanya.
"Iya mendadak ada urusan."jawab Gatra datar.
"Lalu nanti kita ke tempat ayah dulu buat pamitan ke rumah Abi."
"Alka ayo makan dulu,baru nanti kita pulang."
Mendengar perintah sang bunda Alka pun langsung turun dari pangkuan Gatra dan menuju ke bundanya.
"Kamu sudah makan mas?" tanya Cahaya melihat suaminya melanjutkan kesibukan nya bersama berkasnya.
...****************...
Jam lima sore Gatra mengemudikan mobilnya ke arah rumah sang mertua.Magrib tiba mereka sampai di depan rumah milik orang tua Cahaya.
Sepanjang perjalanan ke rumah Cahaya Gatra sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun pada Cahaya.Dia hanya menimpali ocehan putranya yang terkadang berbicara padanya.
"Assalamualaikum Nenek,kakek.."seru si bocah menggemaskan Alka.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam cucu nenek,sudah pulang.." sambut sang ibu dari Cahaya menyambut kedatangan anak menantu serta cucunya.
"Iya nek,"sahut Alka menyalami Ibu dan ayah Cahaya.
Hal kecil itu lah yang memang di terapkan oleh Gatra sedari dulu di dalam rumahnya
"Bu, yah,Gatra minta maaf kalau Gatra harus dilakukan perjalanan bisnis besok dan Gatra akan bawa Cahaya serta Alka ke rumah Abi."ucap Gatra dengan sopan pada kedua mertuanya.
"Kenapa mendadak sekali nak,kalau ayah sama ibu tentunya mengijinkan kalau kamu membawa anak istri kamu.Cahaya saat ini sudah menjadi hak kamu.Kewajiban ayah untuk membimbing nya sudah selesai,tinggal dari kamu yang meneruskan.Bawalah,jangan pernah berkata kasar pada Cahaya atau pun mbentaknya semarah apapun kamu.Dia tidak pernah kami didik dengan kasar,inget itu nak.Jika memang kamu sudah tidak menginginkan dia kamu bisa kembalikan pada ayah kembali."ucap Ayah Cahaya panjang lebar.
Deg
"Ba_baik yah.."ucap Gatra dengan tergagap.
Cahaya keluar dari dalam kamar nya dengan membawa koper besar berisi pakaiannya dan koper kecil ada pakaian Alka dan Gatra.
"Bu ,Yah ,Caca pamit yaa..jaga kesehatan ayah juga ibu,kalau ada apa-apa langsung hubungi Caca yaa...hiks hiks.."
Cahaya menangis dalam pelukan sang ibu.Rasanya sesak saat mengingat perlakuan Gatra beberapa jam lalu yang mendiaminya.Dia tak tahu apa yang salah satunya.Cahaya tidak ingin seperti ini.
"Kok nangis sih, kamu cuma pindah rumah,bukan pindah planet.Kenapa nangis gini,hemm?"
"Rasanya Caca nggak sanggup hidup jauh dari ibu sama ayah."ucap Caca dengan masih sesegukan.
"Kamu bisa lain waktu kesini sama suami juga anak kamu.Baik-baik sama suami kamu.Jaga makan minumnya,jalankan kewajiban kami sebagai istri, berikan hak suami kamu atas diri mu Ca.." ucap sang ibu dengan suara lirih.
"Sudah,ayah sama ibu nanti bisa main ketempat kamu."ucap sang ayah mengelus punggung sang putri.
"Bunda jangan nangis,Alka jadi sedih.."ucap Alka dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan memeluk pinggang sang ibu sambung.
Cahaya pun memeluk tubuh putranya dengan mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan Alka.
Melihat interaksi anak dan istrinya itu membuat Gatra terpaku,sebegitu pedulinya sang putra pada Cahaya.
"Ya Allah, kenapa kamu jadi begini.Keegoisan ku membuat hatinya pastinya terluka.Sementara dia saat ini sedang berusaha menerima kenyataan jika aku suaminya dan dia pun sedang menjalani perannya yang mendadaj menjadi seorang ibu ."batin Gatra
__ADS_1
Bersambung.
Author minta maaf jika beberapa hari ini nggak menentu up nya karena masih mondar mandir RS untuk jaga bapak mertua yang kemarin sempat sesak nafas karena sakit jantungnya.Doakan semoga bapak mertua author sehat kembali 🤲