Aku LAUHULMAHFUDZ Mu

Aku LAUHULMAHFUDZ Mu
#Bayi Bongsor Cahaya


__ADS_3

"Sebentar saja,aku butuh kamu."ucap Gatra lirih.


Cahaya sejenak terpaku dengan apa yang terjadi saat ini namun, perlahan tangannya bergerak membelai rambut suaminya dengan lembut.


"Are you okey mas?"


"Hemmm."


"Kenapa?"


"Aku bingung,mau tanya sama kamu tapi terlalu banyak yang aku mau tanyakan sama kamu."


"Tanyain aja,biar nggak penasaran,"


Mendengar jawaban Cahaya barusan membuat Gatra mendongakkan kepalanya melihat ke arah Cahaya.


"Kenapa,apa ada yang salah sama Caca?" tanya Cahaya yang penasaran.


"Boleh nggak,tidur peluk kamu.Apa mas boleh minta sedikit kasih sayang kamu ?"


Pertanyaan yang membuat Cahaya terkekeh mendengar ucapan suaminya yang terkesan seperti anak kecil.


"Kok mas nanya nya gitu,mas kan suami aku.Walaupun memang kita belum ada kata cinta,mas berhak atas diri ku."ucap Cahaya menangkupkan kedua tangannya di pipi Gatra yang di tumbuhi bulu-bulu yang menutupi rahangnya.


"Aku sebel kamu sayangnya sama Alka saja !!" ucap Gatra dengan mode merajuknya.


"Jiaaahhh..kok ngambek gitu.Aku pun realistis mas,walaupun banyak di dunia novel yang menikah paksa dan cuek sama suami atau istri nya tapi,aku pikir buat apa aku begitu.Sekarang kamu suami ku,orang yang menjaga kehormatan ku,menjaga aibku dan selamanya kamu yang akan ada di samping ku.Walaupun bagaimana pun aku harus terima kamu cepat atau lambat.Kalau soal Alka ,kamu pasti paham dia baru saja menikmati rasanya punya seorang ibu.Jadi,Daddy jangan jeles yaa..,"


"Maaf yaa kamu jadi terjebak dalam pernikahan ini.Awalnya aku melihat Alka yang butuh ibu tapi, beberapa hari ini aku merasa salah.Aku pun butuh kamu."ucap Gatra jujur.


Gatra menatap mata Cahaya dengan dalam.Menyelaminya begitu dalam sampai di satu titik kedua bibir itu menyatu.


Mengecap manisnya bibir merah merekah.Begitu manis dan itu yang buat Gatra candu.Lidah tak bertulang sudah berhasil masuk dalam dan mengobrak abrik mengeksplore ke dalam ranah yang membuat Cahaya kelabakan.


Akh !" sebuah des sahan lolos dari Cahaya.Tak ada niat seperti itu namun apa daya sudah tak sanggup lagi dia menahan gejolak yang ada di dalam dirinya.


Bibir Gatra sudah beralih ke leher jenjang Cahaya dan meninggalkan jejak jejak kebiruan yang membuat Cahaya meringis namun,anehnya dia menikmati nya.

__ADS_1


Tangan Cahaya sudah menjambak rambut Gatra dengan brutal namun,Gatra tak peduli.


Duda yang butuh pelepasan itu kini sudah bermain di squisi milik Cahaya.


Gatra sudah seperti bayi yang sedang meminum asi pada ibunya.


Akh!" Lolos untuk kesekian kalinya dengan tanpa rencana si adik kecil pun kini tumbuh menjadi bongsor.


"Eeehhh..bundaa.." rengek Alka duduk diatas tempat tidur dengan mata yang masih terpejam.


"Masss..Alka bangun." ucap Cahaya menghentikan aktivitas si bayi bongsor.


Dengan terpaksa si bayi bongsor mengalah demi si bocah rusuh yang tiba-tiba bangun.


"Ya Allah bun, nasib daddy gimana ini?"tanya Gatra dengan wajah yang terlihat frustasi.


Sementara Cahaya sibuk membuat susu untuk Alka dan meniduri nya lagi.


"Maaf mas,anaknya bangun.."ucap Cahaya sedikit merasa bersalah dengan si mantan Duda.


"Boy kenapa bikin Daddy gini sih,bukannya anteng-anteng aja pake bangun.Nasib adek ku gimana Caaa..


"Mana Caca tahu mas,Caca nggak pengalaman."ucap Cahaya pura-pura tak mengerti apa yang diinginkan suaminya.


Walaupun Cahaya tidak pernah namanya pacaran atau di bersentuhan dengan seorang pria kecuali suaminya yang barusan mencuri First kiss nya.Mungkin inilah yang dinamakan pacaran halal.


Dengan langkah gontai Gatra masuk kedalam kamar mandi guna mendinginkan otak nya dan si adek kecilnya yang sekian lama tertidur dan baru kembali bangun.


Cahaya yang melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi hanya bisa tersenyum tipis.Dia mengerti kebutuhan biologis suaminya dan itu sudah jadi tanggung jawab nya untuk memberikan apa yang di butuhkan suaminya tapi, keadaannya mereka sudah punya malaikat kecil yang harus di jaga dan umur Alka yang sedang kritis-kritisnya mereka harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang anak mereka itu.


Tiga puluh menit berlalu Gatra keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang lebih segar .


"Mas marah sama Caca ya?" tanya Cahaya yang tak enak hati pada suami nya.


"Nggak kok, mungkin karena sudah terlalu lama mas nggak ganti Oli hehehe.."


Cahaya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


...****************...


Pagi harinya Cahaya sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya.


"Lho,kamu sudah selesai buat sarapan ndok' ?"tanya sang ibu yang melihat putrinya sudah ada di dapur.


"Iya bu,hari ini mas Gatra mulai masuk kerja.Terus,Alka juga masuk Sekolah."jawab Cahaya dengan menata hidangan untuk mereka sarapan.


"Terus kamu hari ini ada acara apa,ke toko ?"


"Aku ada janji sama Tata mau bahas soal Caffe terus habis jemput Alka aku ke toko deh."


"Oke,ya udah kamu urusin anak kamu sana,biar ibu yang buat teh nya."


"Iya buu.." jawab Cahaya dan langsung ke kamarnya.


Melihat putra dan suaminya masih betah dengan saling memeluk.Melihat itu membuat hati Cahaya menghangat.Setelah kejadian semalam,Gatra tetap nggak mau kalah dengan anaknya.


"Mass..bangun yuk,sudah siang..katanya mau berangkat kerja."


Ucap Cahaya dengan membuka tirai jendela kamarnya.


"Hemmmm.." hanya itu yang keluar dari bibirnya.


"Alka sayanggg..bangun yuk nak,bunda udah buat nasi goreng spesial buat Alka,nanti kita sekolah bunda anterin yukk..."ucap Cahaya dengan menciumi pipi gembul putranya.


"Kok cuma Alka aja yang dapet morning kiss bun,Daddy nggak..??"ucap Gatra dengan manja memeluk pinggang istrinya.


"Ihhh..Daddy ini bunda Alka,no Daddyyy..!!!" jerit Alka melihat sang bunda di peluk Gatra.


"Lha ini kan bunda nya Daddy bukan bunda Alka ,enak saja..."goda Gatra yang membuat Alka nangis kejer seketika.


"Huaaaaaaa..bundaaa Daddy nakal,Alka nggak mau daddy mau nya bundaaaa...huaaaaa."


"Ya Allah massss...anaknya baru bangun tidur udah di tangisin sih,cup cup cup sayang bunda,sini gendong kota mandii..tinggalin Daddy.." bujuk Cahaya merentangkan kedua tangannya pada putranya...


Awal pagi dengan drama anak dan bapaknya yang memperebutkan Cahaya tentunya Gatra yang menjadi biang kerok keramaian di rumah orang tua Cahaya untuk pertama kalinya.Kedua orang tua Cahaya dengan senang hati menikmati pagi mereka yang riweh dengan teriakan Alka yang selalu jeles dengan Gatra yang suka meledek Alka dengan tiba-tiba mencium bunda Cacanya.Itu sebagian kecil dari keisengan Gatra untuk putranya untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Kedua orang tua Cahaya melihat interaksi ketiganya membuat mereka bersyukur karena yang menjadi menantunya adalah Gatra,tambah ada Alka sebagai pelengkap keluarga mereka.Dengan senang hati mereka memanjakan bocah menggemaskan itu.


Bersambung


__ADS_2