
Hari-hari Cahaya sungguh di warnai dengan kebahagiaan apalagi melihat putra sambungnya yang membuat dirinya takjub akan kecerdasan nya.
Enam bulan sudah mereka membina rumah tangga dan selama ini tak ada keributan yang berarti dalam rumah tangga Cahaya dan Gatra.
Seminggu yang lalu pun Gatra telah memboyong sang istri dan putrnya ke rumah pribadi nya yang dia beli untuk Cahaya.Rumah mewah yang sungguh membuat Cahaya terharu dan tak henti-hentinya Cahaya mengucap syukur dan terima kasih pada Gatra suaminya yang tak pernah dia sangka kehadiran nya dalam hidupnya bahkan dalam hatinya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gatra yang melihat istrinya yang melamun di balkon kamar mereka.
Cahaya sedikit terperanjat mendengar suara suaminya yang membuat lamunannya buyar seketika.
"Mas,kamu sudah selesai pekerjaan nya?"tanya Cahaya saat melihat sosok suaminya ada di ambang pintu balkon.
"Sudah,kenapa belum tidur..hemm?" tanya Gatra menyembur pelukan istrinya itu.
"Aku nggak bisa tidur mas kalau nggak ada kamu di samping aku." ucap Cahaya dengan manja.
"Uuuhhh... Masyaallah,manjanya istri ku ini." goda Gatra menjepit hidung mancung istrinya itu.
"Aduuuhh mas,jangan di pencet gitu..kamu mau aku sesak nafas terus kalau aku meninggoy gimana coba,mau jadi duda dua kali nih.."
pletak💢
Gatra spontan menjentikkan jarinya ke kening Cahaya.Sampai-sampai Cahaya mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Sembarangan kalau ngomong,nggak akan bisa aku hidup tanpa kamu yang..jangan sampai berpikir meninggalkan aku lebih dulu."ucap Gatra dengan nada suara yang terdengar bergetar.
"Maaf,bukan maksud aku berdoa yang tidak-tidak.Takdir yang kita tak bisa hindari adalah kematian mas.Tapi,aku ingin kita sama-sama menjalani hidup dengan penuh manfaat dan juga mendapatkan rejeki yang halal dan barokah.Meninggal itu ilmu pasti dan kita tidak ada yang tahu kapan Allah panggil kita." ungkap Cahaya mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya.
"Sudahlah jangan bahas kematoan,aku trauma akan sebuah kehilangan.Apalagi Gita nggak ada pesan sama sekali saat dia pergi.. yang,kamu bisa bayangkan betapa kagetnya dan terpukul nya aku saat itu.Apalagi melihat Alka yang masih bayi merah yang perlu ibunya dari segi makanan nya dan juga perawatan nya.Kasuh sayang nya,kasihan anak itu..belum pernah merasakan kehangatan seorang ibu dari bayi.Tapi, aku bersyukur Allah mengirimkan mu menjadi jodoh yang tak aku sangka yang.." ucap Gatra dengan rasa syukur yang tak ada batasnya dengan takdirnya yang tak dia sangka.
Takdir yang tak pernah ada di dalam benaknya untuk menikah lagi dan tanpa ada rasa cinta lebih dulu walau pun di pikir saat pertama lihat Cahaya dia begitu suka dengan karakter Cahaya yang merupakan calon istri sepupunya kala itu.
"Sudahlah,jangan melow- melow lagi.Sudah malam,kita tidur yaa..." ucap Gatra membimbing istrinya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon dan menutup tirai jendela kamarnya.
...****************...
Di Apartemen Bayu,saat ini dia sedang sibuk menghubungi seseorang yang tidak bisa dia hubungi dari beberapa jam yang lalu
Ceklek.
Terdengar suara pintu terbuka dan membuat lamunan Bayu pun buyar.
"Dari mana saja kamu ,jam segini baru pulang?" tanya Bayu saat melihat Rana yang masuk ke dalam Apartement.
"Nggak usah mulai lagi mas,aku capek baru pulang kerja.Aku nggak mau ribut sama kamu." ucap Rana dengan suara yang terdengar tinggi.
"Aku juga nggak mau ribut sama kau Ra,tapi..kalau kamu kayak gini rerus,mendingan kamu resign dari tempat kerjanya dan jadilah istri yang baik dan tetap dirumah." ucap Bayu membuat langkah Rana terhenti.
__ADS_1
Rana membalikkan badannya dan menatap kearah suaminya dengan senyum miring.
"Kamu nggak akan pernah bisa buat aku keluar dari pekerjaanku.Karena apa? karena aku akan berhenti bekerja jika kamu sudah sanggup membelikan apapun yang aku inginkan.Sebaiknya kamu pikirkan bagaimana caranya kamu dapatkan semua itu,jangan cuma bisanya melarang dan mengekangku."ucap Rana dengan wajah sinis nya.
Bayu yang mendengar penuturan istrinya merasa terkejut karena tak percaya sampai hati Rana mengatakan hal itu padanya.Rasanya harga dirinya tergores oleh istrinya sendiri.
"Kamu sadar apa yang kamu ucapkan tadi Ra,kamu itu istriku.Kewajiban seorang istri itu patuh dan taat pada suaminya dan juga menjaga marwah suaminya.Kamu sekarang sudah berubah menjadi lupa diri Rana !!" ucap Bayu dengan nada tinggi.
Jiwa kelakiannya yang sudah tergores dengan penuturan istrinya membuat dirinya merasa di rendahkan.
"Kamu pikir,aku mau hidup susah sama kamu mas,nggak mas.Aku ingin punya suaminya yang bisa memanjakan aku dengan baik.Memberikan apa yang aku mau,tapi.. kenyataan nya kamu hanya dosen yang hanya punya gaji di bawah ku.Itu buat aku pesimis apa bisa kamu bahagiakan aku dengan uang mu yang hanya bisa untuk kita makan.Sudahlah,jangan pernah berfikir untuk mencegah ku mas.., pikirkan bagaimana kamu bisa bahagiakan aku."ucap Rana dan masuk ke dalam kamar nya.
Brakkk 💢
Suara pintu kamar yang di banting oleh Rana memabuat Bayu makin geram pada sikap Rana yang sangat keterlaluan.
Bayu duduk di sofa ruang tamu dan menyandarkan tubuhnya di sana.Dia mencoba mengingat saat dirinya sudah mengecewakan Keluarga besarnya dengan membatalkan pernikahan nya dengan Cahaya.Disaat itulah hidupnya berubah menjadi susah.Di buang dari keluarga ,tak punya apa-apa hanya berfikir bahwa akan menikah dengan wanita yang begitu dia cintai dan nyatanya kini wanita itu membuat dirinya sangat terasa terhina.
Apakah semuanya ini adalah karma dari perbuatannya yang mengecewakan keluarga nya dan juga menghancurkan perasaan seorang gadis bernama Cahaya Aurora yang notabene nya teman masa putih abu-abunya yang dia janjikan sebuah pernikahan antara mereka.
Bayu jelas mengingat bahwa dimana usaha Cahaya untuk menunggunya hingga lulus kuliah.Disaat masih kuliah pun Cahaya yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk hubungan mereka.Setiap pagi akan ada chatt dari Cahaya menyambut pagi Bayu yang sedang menempuh pendidikan di Kairo.
Cahaya yang perhatian dan juga pengertian sekarang tak ada lagi disisi nya.Kini Cahaya yang sudah dia sia-siakan sudah menjadi milik sepupunya sendiri Gatra yang begitu memuliakan sosok Cahaya dalam hidupnya.
__ADS_1
Bersambung