
"Assalamualaikum Ta.." sapa Cahaya saat berdiri tepat di samping Tata yang duduk di sebuah kursi Restaurant tempat mereka janjian.
"Heiii Ca.. Wa'alaikumsalam.."jawab Tata dan memeluk sahabatnya itu.
"Duduk Ca,kamu mau pesan apa?"
"Aku jus jeruk saja deh sama kentang goreng."
jawab Cahaya.
Setelah Tata memesan apa yang sahabatnya pesan mereka pun akhirnya mulai membahas tentang apa yang mereka akan kerjakan.
"Ca untuk Caffe nya sudah 50% dalam pengerjaan.Besok kita bisa cek dan ini bahan yang akan kita beli kamu bisa cek soal barang apa saja yang harus kita sediakan di sana dan kamu bisa kasih tahu aku kalau misal kamu ada yang nggak sreg."terang Tata dan menyerahkan sebuah amplop coklat pada Cahaya .
Tak lama pesanan Cahaya sampai.Cahaya pun membaca dan memeriksa daftar belanja untuk keperluan Caffe nya .
"Wahh..ada yang sudah go publik." gumam Tata menatap seseorang dengan senyuman sinis nya.
Mendengar gumaman sahabatnya Cahaya pun akhirnya melihat ke arah mana Tata memandang.Ternyata ada Bayu dan Rana yang baru masuk dalam restaurant itu juga.
"Biarlah,merekapun bahkan sudah tinggal bareng."ucap Cahaya pelan namun masih bisa terdengar di kuping Tata.
"Hahh..serius kamu?!" tanya Tata hampir tak percaya.
"Wahhh, ternyata lebih parah setelah mereka pulang dari Kairo."lanjutnya.
"Maksudnya gimana Ta,kamu tahu sesuatu tentang mereka sebelumnya?"tanya Cahaya menelisik.
Tata tersenyum kikuk mendengar pertanyaan sahabatnya.
"Sorry Ca,bukannya aku mau tutupi semuanya tapi, lihat kamu bucin parah sama pria pengecut itu,aku mau cerita pun aku takut kamu nggak percaya.Aku juga positif thinking sama mereka.Tapi, ternyata waktu sebelum kamu nikah aku pernah lihat mereka di mall jalan berdua di Mall.Tapi, waktu itu masih menyangkal dengan apa yang aku lihat.Aku nggak nyangka kalau dia jahat banget sama kamu."ungkap Tata panjang lebar.
"Sudahlah itu sudah berlalu,aku bersyukur karena hal ini aku sudah punya suami yang baik walau terkesan cuek dan juga anak yang lucu dan pintar."ujar Cahaya mengingat kemesum*n suaminya semalam.
Cahaya tidak pernah menyangka jika tampang Gatra yang terlihat cool ternyata sisi manjanya sangat ekstrim.
__ADS_1
"Syukur lah,semoga Gatra akan selalu baik sama kamu nggak kayak dia yang sok alim tapi nyatanya nggak layak juga di bilang alim."ucap Tata dengan memandang dua orang yang tak jauh dari mereka dengan tatapan sinis.
"Biarlah,dia kira pun aku sama mas Gatra hanya sandiwara tapi, aku sama mas Gatra nggak sama sekali sandiwara.Semua yang kita lakukan dengan apa adanya."ucap Cahaya.
"Habis ini kamu kemana?"tanya Tata dengan meneguk minuman nya.
"Mau jemput Alka di play group."
"Cie yang jadi mamud, pasti seru yah punya anak umur kita juga masih muda."
"Yah, Alhamdulillah Alka hadir dalam hidup ku.Mengobati sakit hati ku,dia buat aku cepet move on."
"Hahaha..bukan Alka kale,tapi bapaknya hahaha.."
Tawa Tata membuat para pengunjung menoleh pada Tata dan Caca termasuk Bayu dan Rana.
Kedua orang itu pun merasa terkejut dengan ada Caca disana.
"Ngapain Caca di sini,kamu sengaja ngajak aku kemari buat lihatin mantan tunangan kamu?!"
"Mana ada,aku nggak tahu kalau Caca disini,kamu jangan nuduh aku gitu dong," ucap Bayu dengan meraih tangan sang kekasih.
Namun,sejurus kemudian mereka berdua melihat Cahaya dan juga Tata keluar dari Caffe itu dengan senyuman sinis pada keduanya.
"Dia kenapa lihatin kita sinis gitu sih,apa dia merasa bangga jadi istri sepupu kamu yang duda itu.Ya elah, nikah sama duda aja bangga.Emang yaa..mantan tunangan kamu itu nggak benar-benar cinta sama kamu."ucap Rana.
"Sudahlah yang jelas aku lebih memilih kamu kan,aku nggak bohong buat tepatin janji aku sama kamu."timpal Bayu.
"Iya memang kamu tepati janji kamu sama aku tapi, kamu di coret dari keluarga kamu.Seharusnya kamu jangan pernah mau di buang begitu saja sama keluarga kamu.Bagaimana pun kamu tetap memiliki darih mereka.Lagian ngapain mereka seperti sangat menjunjung tinggi Cahaya.
Lihat,awalnya mungkin dia nangis Bombay tapi lihat sekarang,dia sudah menikah sama sepupu kamu dan lihat dia,lihat saat dia tadi..dia baik-baik saja.
Sementara itu Cahaya dengan mengendarai mobil Ayla miliknya memarkirkan nya di parkiran sebuah sekolah yang jadi satu dengan sekolah tingkat lain.
Cahaya melangkah menuju tempat dimana putranya bersekolah play group.Sekolah Alka sebenarnya satu gedung dengan sekolah Anna dan Revi mereka di SMA nya.
__ADS_1
"Bundaaa !!" seru Alka saat keluar kelas dan melihat bundanya sudah datang.
"Assalamualaikum jagoan bunda !!" seru Cahaya tak kalah heboh dengan putranya itu.
Alka langsung masuk dalam pelukan sang bunda dan mencium pipi bundanya.
"Yeeehhh aku akhirnya di jemput sama bunda.Nggak harus nunggu mang Koko atau di jemput Daddy,kadang malah di suruh nunggu aunty Levi sekolah kalau Oma sama Opa nggak ada." ucap Alka menceritakan kebiasaan nya sebelum ada Cahaya.
"Wahhh..ini bundanya Alka yah, kenalin kita-kita maminya teman Alka.Baru kali ini saya lihat jeng jemput Alka,kasihan dia nggak pernah jeng jemput."ucap salah satu ibu-ibu pada Cahaya.
"Iya , Alhamdulillah saya sudah ada di sini.Mari ibu-ibu kami pamit dulu."ucap Cahaya pamitan pada ibu-ibu rempong macam itu yang ada kehidupannya nanti mereka julidin.
Cahaya langsung menggandeng Alka untuk ke mobil nya sementara ibu-ibu yang Cahaya hindari mereka masih berbisik-bisik membahas sifat Cahaya yang terlihat sombong.
"Bun,kita ke kantor Daddy yuk.."ucap Alka saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"Ke kantor Daddy, tapi..takutnya daddy lagi sibuk nak.." ucap Cahaya.
"Ayolah bun,pasti Daddy nggak makan siang kalau lagi sibuk."ucap Alka.
"Owhhh ya...oke sebentar,bunda telpon Daddy dulu yaa.." ucap Cahaya segera menuju panggilan pada suaminya namun sayangnya ponselnya sedang sibuk.
"Sibuk.."batin Cahaya
Namun, Cahaya sadar jika suaminya orang yang penting dalam perusahaan nya.
"Ayok bun..!!" seru Alka membuat Cahaya tersadar dari lamunannya.
"Oke kita ke kantor Daddy tapi...
"Ayolah bun, please...." ucap Alka memohon pada sang bunda.
"Okelah, siap... Bismillahirrahmanirrahim.."
Cahaya mulai menjalankan mobilnya dan mengarahkan mobilnya ke arah kantor suaminya.
__ADS_1
Tak lama mereka sampai di parkiran kantor,Letak kantor dan juga pabrik memang satu kawasan namun, pabrik ada di sebelah belakang dan kantor utama ada di depan dan biasanya Cahaya kalau di tugaskan mengantar makan siang untuk sang ayah lewat bagian belakang kantor utama atau pintu utama pabrik dan gudang.